“Pemimpin Menurut Islam”

Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh

Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du,

Indonesia sedang melakukan pemilihan pemimpin… daril evel terendah… (RT) hingga sekarang sudah mulai memasuki level propinsi.
Dan pagi ini, dari hasil penghitungan “Quick Count” (hingga jam 7 pagi tadi).., Jawa Barat, meletakkan pasangan “Hade..” diatas 2 pasangan kandidat lainnya.

saya terus-terangtidak memihak pada salah satupun pasangan kandidat diatas…, pertama karena saya kurang “kenal” mereka… kedua… he he he… kemarin saya salah satu dari sekian banyak warga Jawa Barat yang gak bisa milih karena administrasi… “gak ada kartu pemilih” + “gak tercantum di daftar pemilih…” padahal udah ngurus… (sampai gak enak deh… sama Bu RT…. Tenang ya bu… saya gak nyalahin kok)

{ sebetulnya….Saya… sangat awam tentang kepemimpinan dalam Islam… (karena sejak kecil yang saya baca adalah sejarah tokoh-tokoh pemimpin dunia bukan tokoh pemimpin Islam) karena itu… dengan penasaran… saya mencoba dan mencari… seperti apa.. kriteria pemimpin dalam Islam… Mudah-mudahan ada yang mau mengingatkan saya, bila ada yang tidak tepat.}

Oke.. cerita sedikit ya… menurut sejarah, setelah Nabi Muhammad saw meninggal dunia, , masyarakat Jazirah Arab melaksanakan pemilihan pemimpin (khalifah) dengan cara menyampaikan suaranya ke kabilahnya kemudian para pemimpin kabilah tersebut berkumpul melakukan musyawarah (syuro) kemudian memilih (mem-baiat) Abu Bakar Sidiq sebagai Khalifah melalui proses pemilihan yang sangat demokratis dan tulus. (Pesta demokrasi pertama)

Kepemimpinan (ke-khalifah-an) dalam Islam sangatlah penting melihat posisi itu lebih dari sekedar tugas dan tanggung jawab, melainkan sebagai amanah yang harus diemban sebaik-baiknya. Itu sebabnya, pemimpin (imam) semacam itu harus dicari melalui sebuah proses pemilihan umum yang jujur, adil dan demokratis disertai hati yang tulus tanpa unsur paksaan apalagi politik uang (money politics). Sehingga kita bisa menemukan pemimpin yang memiliki kualitas kepemimpinan ummat, yang Islami.

“Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”
(Q.S Al-Baqarah (2) : 30)

Jadi menurut apa yang saya ketahui, Islam akan mengangkat seseorang sebagai seorang pemimpin berdasarkan :

1.. Beraqidah yang bersih dari syirik, khurafat, tahayyul serta tidak percaya atau menggantungkan diri kepada jin, syetan dan dukun. Tuntunan daria aqidahnya pun jelas.. Al-Qur’an dan Al-Hadist… Aqidah dengan dasar ini, akan membangun hubungan antara manusia dengan Allah. Sehingga sang Pemimpin akan sadar benar rasa tanggung jawabnya sebagai manusia dihadapan Allah

“Dan jadikanlah kami pemimpin (imam) bagi orang-orang yang bertaqwa”
(Q.S Al-Furqon (25) 74).


Sungguh, Ibrahim adalah Imam (Pemimpin) yang dapat dijadikan teladan, patuh kepada Allah SWT dan hanif . Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (mempersekutukan Allah).”
(Q.S An-Nahl/16: 120)

2. Minimal dia seorang muslim yang baik, tidak pernah tinggal shalat wajib 5 waktu, tidak pernah tinggalkan puasa Ramadhan, tidak pernah lupa atau pura-pura lupa bayar zakat dan pernah pergi haji bila mampu.

3. Fasih membaca Al-Quran, Al-Karim dan tahu bahwa Al-Quran Al-Karim adalah sumber dari segala sumber hukum. Sehingga tidak ada hukum baginya kecuali yang berdasarkan Al-Quran Al-Karim. Maka setiap masalah selalu dirujuknya kepada kitab dari Allah SWT ini.

4. Tahu batas halal dan haram yang bentuknya adalah penerapan dalam diri, keluarga dan lingkungannya. Sehingga dengan mudah dia bisa membedakan mana praktek haram dan mana halal.

5. Mempunyai hubungan yang dekat dengan para ulama.. agar dapat meningkatkan ilmu-ilmu yang telah di miliki dan memberikan pemahaman yang cukup tinggi, sehingga dalam memimpim… akan ada peningkatan kualitas diri sebagai pemimpin sekaligus… akan selalu berhati-hati untuk tidak secara sengaja berbuat salah.

6. Tidak pernah mencuri, berzina, minum khamar, berjudi, menipu rakyat, makan uang negara, manipulasi, korupsi, kolusi dan tidak makan uang riba.
Bersedia secara terbuka dan jujur tentang jumlah harta yang dimilikinya.

7. Menegakkan selalu amar makruh dan nahi mungkar dalam setiap kesempatan. Sebab sebagai penguasa, di tangannya ada kekuatan. Bila tidak dimanfaatkannya untuk amar makruf nahi mungkar, maka dia harus bertanggung-jawab di akhirat.

8. Siap menerima teguran kapan dan dimana saja, berani bertanggung jawab, cepat tanggap, berada dibarisan terdepan ketika ada masalah yang harus segera diselesaikan, berani mengakui kesalahan dan menanggung akibatnya.

9. Tidak menggunakan fasilitas negara untuk masalah yang bersifat pribadi atau pun kepentingan di luar negara secara langsung. Sebab semua fasilitas negara itu adalah amanat yang harus dipertanggung-jawabkan di akhirat nanti.

10. Tidak akan makan atau mengisi perutnya sebelum yakin bahwa semua rakyatnya sudah makan. Tidak pernah berani tidur malam hari sebelum yakin rakyatnya tentram dan sejahtera. Dan tidak enak-enakan berpesta sebelum anak yatim terjamin masa depannya atau pun fakir miskin punya sumber rezeki yang jelas. (Sangat mencintai rakyatnya)

11. Memjadi fasilitator untuk kecerdasan bangsa.

12. Mampu mengelola kekayaan negara dengan baik.

13. Bersikap adil kepada semua pemeluk agama dan memberikan jaminan dan hak-hak mereka untuk bisa hidup dengan damai di bawah jaminan dirinya. Tetapi bersikap tegas bila terjadi kecurangan dan pelanggaran antara sesama pemeluk agama.

14. Dapat menegakkan hukum-hukum Islam.. walaupun yang melakukan pelanggaran hukum adalah.. orang-orang terdekat ataupun keluarga.

15. Memanfaatkan jabatannya ini untuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

16. Bercita-cita untuk bisa mati dalam keadaan syahid. Karena itu
satu-satunya pilihan

Nabi Muhammad saw bersabda…
“Setiap kamu adalah pengembala dan setiap kamu akan diminta pertanggung jawabannya. Seorang pemimpin adalah pengembala bagi rakyatnya, maka ia akan ditanya tentang apa yang digembalakannya” (HR. Ahmad)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

PS: Sekali lagi… ini saya angkat menurut “kriteria” Islam… Kriteria Indonesia saya gak bahas disini. Dan… ketika Allah berkehendak… siapapun itu, jalan dan cara apapun yang ditempuh.. pasti akan jadi pemimpin…

Referensi:
Departemen Pendidikan YISC Al-Azhar 2006-2007
Syariah Online.com

About these ads

3 Komentar

  1. dsusetyo berkata

    Hmmm… siapa yang calon pemimpin yang memenuhi kriteria itu…? Atau apa ada [he he pesimis]. Tapi pasti ada, hanya belum ketemu atau ditemukan.

    Pemimpin yang dirindukan ummat.

    Siapa yang dapat menghalangi kehendakNYA????

  2. Sidiq
    Amanah
    Fatonah
    Tablig</strong

    >
    Ya… Jazakalallahu Kh kn…
    Betul -betul….

  3. adikhresna berkata

    Assalamu’alaikum
    Ana ndak bisa komentar nih, walau setiap kita tentu saja adalah pemimpin. Ijinkan ana lesehkan lirik nasyid ini:

    Wahai seorang kekasih
    Telah lama kau dirindui
    Pilu sedih dalam kerinduan
    Menangispun tak berair mata
    Tapi terus tetap bersabar
    Karena ikatan janji

    Menunggu dengan rindunya
    Siksanya sebuah penantian
    Mujur janji Allah tetap benar
    Pasti nanti tetap kau kan tiba

    Hadir segera wahai kekasih
    Datang bersama cahaya
    Gembira dihati tidak terkira
    Bukan ku sorang, malah seluruh alam

    Penantian hampir kan berakhir
    Kerana kini sudah masanya
    Bila saja kita berjumpa
    Pasti Islam agung semula

    Syukron Ummi, wassalamu’alaikum wr wbr

    Jazakallahu kh kn… ini puisi yang bagus…

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.