Kemarin sore saya termangu-mangu depan salah satu acara TV swasta…, yang mengupas tentang Ahmadiyah…
Wala… kok jadi gini ya….
Ahmadiyah…. saya betul-betul “buta” tentang kata yang satu ini… Informasi yang disajikan…sangat umum dan subyektif… tergantung siapa yang sedang bicara saat itu….
(udah gitu sambil nonton…, putraku nanyaaaaaa melulu tentang ahmadiyah…. rupanya dia juga tertarik ingin tahu tentang berita yang satu ini Ya Allah… udah jadi gak konsentrasi… tambah bingung aja mendengar analisa tersebut… sabar ya le…nanti kalau ibu udah tahu, ibu pasti cerita…)
Kubu Ahmadiyah bilang bla bla bla…. Kubu MUI bilang… blo blo blo….
Kenapa ya… kok gak duduk aja satu meja (saran dong… TV-TV swasta)
Siarannya “online”… terus… ngomong bareng…. tanya jawab terbuka….
Kan enak… kalau.. sisi kiri ada yang gak setuju dengan sisi kanan tinggal ngomong….
gitu juga sebaliknya…. dan bisa langsung ditanggapi.
(kalau sekarang… ngomong masing-masing… dijelaskan masing-masing.., dijawab juga masing-masing… walah… kapan selesainya???)
Publik yang sangat awam… (termasuk saya yang “bingung” ini) bisa langsung menilai… mana yang jujur… mana yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kasian dong dengan pemeluk Ahmadiyah… yang jadi “ketakutan” yang jadi “gak tenang”…
Bagaimanapun juga… kita gak boleh “menganiaya mereka”…
(Saya ingat dengan kisah kepeminpinan Umar… yang merasa bersalah, tidak dapat menjaga negaranya dengab baik, ketika seekor kambing dipuncak gunung…, kakinya terperosok kelubang…
Ini bukan kambing… manusia… gak satu… banyak… bisa ribuan dan tidak didaerah terpencil… tapi dekat dengan rumah dan istana presiden)
Mungkin… dengan Dialog… seperti itu… “hambatan komunikasi” yang bikin.. masalah ini gak selesai dan terus makin runcing bisa diselesaikan….
“Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu. dengan kehendakNYA. Dan Allah selalu memberipetunjuk orang yang dikehendakiNYA kepada jalan yang lurus”
QS Al Baqarh (2) : 213
Saya baru saja nemu…linknya… silahkan klik ya di “Ahmadiyah”... jika masih penasaran

hanggadamai berkata
“Hmmm lalu… kenapa kedamaian itu… terasa jauh… ???
Saya sering kali penat dengan segala hiruk pikuk ini
najam berkata
Jazakallahu untuk sarannya…
Alhamdulillah sudah juga saya kirimkan ke Departemen Agama dan ke MUI… Dan Alhamdulillah belum ada tanggapan.