Untuk Stacy si putri kecil yang mencintai Rico Ceper
Mei 20, 2008 oleh yanti
Pedih… hati saya melihat senyum dan kata-kata manis yang kau umbar…
hmmmm….Stacy… umurmu masih sangat-sangat muda… sebaya dengan putri sulungku…
Duniamu “mestinya” sama dengan dunia putri sulungku…
Giat mencari ilmu…
Bersahabat dengan banyak kawan…
Tertawa… terbahak-bahak karena hal-hal kecil….
Kadangkala… sedih dan gelisah ketika… menatap masa depan… dan lari kepelukan ibu…
Bermanja-manja… dan bertukar rahasia dengan ibu…
Sering… bersitegang dengan saudara… tapi sebentar kemudian…sudah makan 1 piring…dengan sudara
Apa nak yang membuatmu begitu “bersikeras” seperti ini???
Apa nak yang membuatmu tak ingin kembali kerumah????
O-alah nak… menurut Ibu… laki-laki seperti Rico Ceper… bukan laki-laki idaman.
Dia biarkan… kau maju sendiri….
Dia biarkan kau… tersaruk-saruk sendiri…
Menghadapi media, menghadapi orangtuamu.., menghadapi… kemelut hidupmu…
Bila mendampingipun… wajahnya… tidak terlihat… penuh kasih kepadamu.
Jika benar dia mencintaimu seperti apa yang kau ucapkan…
Pasti ia… rela “mati” menghadap ke kedua orang tuamu.
Biarpun… pintu dibanting didepan hidungnya
Biarpun… mukanya kena “jotos” ayahmu…
Biarpun… harus “merangkak” minta restu kedua orang tuamu untuk “memilikimu”
Dengan situasi… pelik seperti sekarang ini.
Tapi… tidak ada satupun yang ia lakukan
Rico masih lebih memilih dirinya dibandingkan penderitaanmu…
Ini menunjukkan dia tidak punya cukup cinta untukmu
Maafkan sayang…. saya hanya ingin berkata jujur….dan membuka mata hatimu
Wahai Stacy… putri cantik…
Ada yang lebih berharga dari apa yang kau lakukan sekarang….
Memperjuangkan dan menjaga martabatmu sebagai seorang perempuan…
Yang tercabik-cabik dengan “penyerahanmu” pada seorang Rico Ceper
Sudahlah… biarkan yang sudah berlalu… tetap berlalu
Mintalah ampun dan tobat pada kedua orang tuamu…. dan juga pada TUHAN
Pulanglah pada orang tuamu… pada hangatnya kamar tidurmu… yang selama ini selalu jadi tempat “persembunyian” kecil mu, pada rengekan manja adik-adikmu.
Percayalah…Jika Rico memang Jodohmu…
Jika memang takdir bahagiamu dengan Rico…
Pasti ia akan datang mengetuk pintu rumahmu… suatu saat nanti
Memohon dan mengharapkanmu kembali kepelukannya.
Wahai orang tua Stacy…. wahai sahabat…
saya tahu apa yang engkau rasakan… sayapun berputri seusia Stacy cantik
tapi…boleh kah saya meminta… urusan ini jangan lagi diperpanjang..
walaupun kau tidak menyetujui putrimu memilih Rico..
Tapi masa depan putrimu kaupertaruhkan…
dengan mengumbar tulisan di HP…
dengan memperkarakan kasus secara hukum.
Bila kau mau lebih jujur… dan membuang egomu… kau pasti menyadari dan mendengar
Stacy… sedang “menjerit” memintamu untuk mencintainya…
Lihatlah matanya…
Lihatlah senyumnya…
Senyum-an manis… putri muda Stacy… harapan bangsa….
putri kecil yang baru mau beranjak dewasa
Yang sedang mengambil jalan salah dalam perjalanan hidupnya
Rengkuhlah… tubuhnya… dalam pelukan kasih…
Lupakan semua kesalahannya…
Mintalah agar dia pulang dengan bisikan lembut ditelinganya
Bantulah agar ia tegak… berdiri kembali… melihat kedunia nyata.
Tidak ada yang mampu melakukan hal ini (melurukan perjalanan salah seorang anak)
dengan lebih baik daripada seorang ayah dan seorang ibu yang ikhlas dan tulus mencintai anaknya
PS : Untuk Stacy-stacy yang lain… pls sayang… pulanglah….



Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh…..
Jazakallah atas apa yang telah anda tulis… Saya sangat menghargai.. keterbukaan anda..
Sahabat seperti anda (yang mau bilang apa adanya)… yang akan membuat saya selalu mawas diri dan berusaha untuk memperbaiki diri… sekali lagi jazakallah
Maaf kalau kesannya saya “menghakimi” Rico…
Dan benar kata anda saya tidak tahu banyak tentang Rico…
Saya hanya mengatakan dari fakta di media dan instuisi seorang ibu…
(Ps… dalam tulisan ini saya juga “menghakimi” stacy , “menghakimi” orang tua stacy…
eh… sepertinya kata-kata menghakimi jadi berkesan negatif ya… mungkin lebih tepat jika saya berterus-terang tentang apa yang sebaiknya tidak dilakukan…
Pendapat yang menjadikan saya berfikiran demikian adalah…
Tapi ini sudah breaking Islam’s law…
1. Islam tidak mengenal adanya “berdua-dua”an… (benar atau tidak terjadi “tindakan perkosaan”…
Rico dan stacy… pada banyak hal… telah mengakui “berdua-dua”an…
Dan… malah stacy… yang begitu giat… meminta izin untuk berpacaran (didepan publik sedang rico tidak mengucapkan permohonan itu… sangka baik sajalah… dia sudah melakukan itu didepan orang tua stacy… ya…
2. Berdasarkan pertimbangan akal…, Rico berumur jauh lebih dewasa dari Stacy… (semestinya) dengan kedewasaannya… ia dapat bersikap “mengontrol” diri sendiri dan diri stacy… untuk tidak “terjebak” dalam kondisi seperti ini… Hmmm bisa jadi Stacy juga model gadis yang sangat keras kepala serta sulit berkompromi kalau lagi ada maunya… Tapi… tetap… tanggungjawab Rico (dalam hal ini) jauh lebih besar dari Stacy…. hmmm kalau ini sesuai dengan hukum manusia… dinegara manapun (tentang usia anak-anak dibawah umur.) Maaf ya… point 2 menjurus negatif pada Rico. Maaf Rico…
Seandainya… sejak awal Rico sebagai “yang lebih dewasa” sudah mulai menjaga jarak…. pasti (insya Allah) kasus ini tidak akan jadi ramai…
3. Nabi Muhammad saw… pernah suatu ketika “dilamar” oleh seorang wanita…., ketika beliau tidak berkenan dengan lamaran itu…, Nabi hanya diam… (hmmm memang ini cocok untuk menghadapi lamararan perempuan..yang tidak berkenan… karena… jujur… perempuan memang kadang kala jadi makhluk aneh… kalau soal cinta…, (jadi ingat film “Fatal Attraction”) dan bisa jadi serba salah jika menolak pernyataan cinta seorang perempuan dengan “manis”
Hingga akhirnya… wanita tersebut… di”minta” oleh… salah seorang sahabat yang ada pada saat peristiwa lamaran tersebut.
Ini adalah salah satu contoh dari nabi saw bagi para laki-laki… ketika… dalam kondisi “harus” menolak
Sedangkan bila memang “mau”… hmmmm langkah sudah jelas… silahkan Rico… menghadap kedua orang tua…, (ya… namanya juga orang tua… galak… kalau tahu anaknya yang masih amat sangat belia mau dinikahi laki-laki “dewasa”… tapi kalau Rico mau sabar… mau dengan jalan yang “sesuai dengan tuntunanNYA… dan membuktikan kesungguhannya dalam kurun waktu tertentu, seperti yang di”syarat”kan ibunda stacy… sampai stacy selesai sekolah… Haqul Yakin… orang tua juga luluh… kok… Insya Allah) Maaf Rico… maaf… saya berharap engkau adalah orang yang lapang dada…
4. Dan jika.. (maaf ya… ini tambah lebih “galak” lagi kali ya… isi tulisan yang ke-4 ini) Rico cukup paham akan apa yang dihadapi Stacy… Dia tulus mencintai Stacy…(*heh sepertinya sangka buruk ya… tapi fakta) Dia pasti kukuh meminta Stacy… untuk”berada” dalam lindungannya… No wartawan, no media, no publikasi.Bawa Stacy… kembali kerumah orang tuanya… (*heh saya tahu ini pasti sulit….jika benar stacy adalah tipe gadis yang sangat sulit dikompromikan jika sudah punya mau…
atau mungkin… cari tempat pertemuan diluar rumah, hanya ada mereka ber 4. (Stacy, Rico, Ayahanda Stacy dan ibunda Stacy) + 1 orang penengah yang dapat dipercaya…. Bicara dan selesaikan… bagaimanapun kondisi pertemuan ini…, Rico harus mau diposisi.. yang “mengalah”… meminta maaf… minta diberi kesempatan untuk menunjukkan bahwa ia benar-benar “serius” dengan stacy…
(Sekali lagi maaf… hanya ini jalan keluar jika… kubu stacy dan kubu orangtuanya… makin meruncing)
5. Maaf saya tidak membenci Rico… saya tahu….. Rico juga punya sisi baik… ini dibuktikan dengan selalu berkata… bahwa hubungannya dengan kedua orang tua Stacy… makin membaik… dan Rico juga memahami tindakan-tindakan orangtua Stacy… (padahal… gugatan ke pengadilan belum di cabut oleh orang tua itu)
Point yang ingin saya sampaikan adalah… Rico seharusnya melakukan lebih lagi… untuk membuktikan “kesungguhannya”… jika memang Rico berniat untuk serius… dikemudian hari. Maaf juga… kalau sepertinya menuntut “terlalu banyak” pada Rico… karena… kalau mau jujur… kunci penyelesaian ada ditanganmu Rico… maaf.. maaf)
Amin…. mudah-mudahan memang demikian adanya… Rico dapat memenuhi… permintaan perlindungan dari Stacy… dengan tepat… Ya Allah kabulkan doa kami…
Ya Allah… jangan pernah sejengkalpun… kami, para orang tua, para pemuda, dan para pemudi… bergeser dari jalurMu… Ya Allah ijinkan… para sahabat mengingatkan kami disaat hati mulai terbersit.. pikiran buruk… dan biarkan kami ikhlas…, terbuka menerima peringatan tersebut. Sungguh kami tak ingin menerima azabMU. Sungguh kami hanya berharap pada RidhoMU.
Salam kembali sahabat…
Hmmm sepertinya… anda adalah… gambaran dari pahlawan muslimah…
Saya sungguh beruntung dan berbahagia… mendapat uluran tanganmu…
Insya Allah kita akan terus maju dan maju….
sampai… entah kapan… badan berpisah dengn raga… Insya Allah.
*heh… semoga ini tidak dialami oleh semua sahabat… dan keluargaku … ya Allah..
Ya… itu cinta menurut penafsiran stacy….
Hmm… cinta memang sulit… (biar profesor dan genius sekalipun…
Cinta abadi dan “benar” hanya cinta kepada sang Khalik..
bukan cinta terhadap makhluk
Hmmm… ya… mudah-mudahan Allah segera memberikan Hidayahnya…, pada Stacy, pada Rico maupun pada keuaraga Stacy… Amin Ya Rabbil Alamin
Amin Ya Rabbil Alamin
Ya… saya juga melihat sisi yang ini… karena agak aneh juga… kalau orang tua tega… membeberkan “aib” putrinya… dengan mempertontonkan tulisan SMS dan laporan dokter tentang visum untuk kegadisan Stacy….
Alhamdulillah.. kalau anda tahu tentang Rico…, mudah-mudahan anda dapat mengingatkan Rico… tentang kebaikannya segera mengambil sikap…, sikap tidak memperpanjang persoalan, sikap tidak memberi kesempatan bagi media untuk meliput dan menyebar luaskan berita, dan sikap untuk lebih mengalah dan merendah.. diantara 2 kubu yang saling bermusuhan tersebut. Selebihnya… memnag sebaiknya Rico berpasrah…Mudah-mudahan anda juga dapat menyampaikan permintaan maaf saya.., karena sudah “menyudutkan” dia…, dengan aturan-aturan baku dari agama yang dia dan saya juga anut….
Alhamdulillah kalau bisa “membatasi informasi hanya yang perlu saja”…
Kalau saya…, saya tetap suka “memilih menjelajah…” tanpa sepengetahuan anak-anak… ya… biar bisa “pasang kuda-kuda” dan tahu apa yang terbaru yang paling disukai anak-anak… jadinya… mereka selalu berpikiran dan merasa nyaman untuk berkonsultasi denganku.
Amin… Amin Ya Rabbil Alamiin