Nabi Muhammad sebagai pemimpin panutan

Nabi Muhammad  saw…  sungguh luar biasa… Salah satu bagian hidupnya yang membuatku kagum adalah saat-saat dimana beliau menjadi seorang pemimpin. Beliau pemimpin bagi Islam, sekaligus sebagai pemimpin negara, sekaligus pemimpin rumah tangga, sekaligus pemimpin bagi dirinya sendiri. Subahnallah…

Pemimpin bagi diri sendiri.

Dari apa yang saya baca… beliau dapat mencontoh dengan baik… Al-Qur’an bukan sekedar bacaan ataupun pajangan. Tidak kurang istri beliau yang terkasih  Sayyidatinaa Aisyah ra menyatakan bahwa  suaminya, Pemimpin Agung itu, Kaana khuluquhulqur’an, ‘Pekerti beliau adalah Alquran’. Subhanallah….. Beliau adalah penghapal, pembelajar, pentelaah dan pelaksana Al-Qur’an, dalam kehidupan sehari-hari, dalam setiap detik kehidupan kenabiannya. Setiap tahun, dibulan Ramadhan… tanpa ragu sedikitpun…beliau sungguh-sungguh menjalani “ujian”… dengan Malaikat jibril sebagai penguji tunggal… (yang gak bisa disogok…) Beliau lulus dengan nilainya sangat memuaskan.

Pemimpin bagi Islam…,

Sebagai seorang pemimpin Islam… Nabi Muhammad berhasil memimpin dan memberikan perubahan dengan melalui titik awal dan titik berat ajaran yang dikembangkan oleh beliau ialah menanamkan Tauhid. Subhanallah…. Adapun Tauhid yang ditanamkan beliau adalah 1. beriman kepada Allahsebagai Yang Maha Esa 2. beriman kepada Rasullah saw 3. Beriman kepada hari akhir Dalam Al-Quran, hal ini disebutkan dengan predikat “Syaratun-thaiyibah” ; yaitu pohon yang baik. Hmmm kenapa begitu… ?? Sebatang pohon dikatakan baik, tumbuh dengan sempurna jika telah memenuhi syarat-syarat untuk hidup dan berarti bagi kehudpan ini. Setiap bagiannya memberikan manfaat, dipandang ia pohon yang indah, daun-daunnya yang rindang dapat dijadikan tempat berteduh di panas yang terik, menghasilkan buah yang  bisa dinikmati kelezatannya,  dan yang terpenting, dalam kondisi apapun sang pohon ini mampu berdiri tegak dan mantap (istiqamah), tidak bergoncang ditiup angin taufan sekalipun, sebab akarnya yang  telah tertancap jauh ke dalam bumi (iman yang kuat dan kokoh), mampu terus mempertahankan… cengkramannya dibumi. Subhanallah…..disamping itu sang  akarpun masih juga  berguna dengan menahan resapan air bumi.  Subhanallah….. Hmmm tidak disangkal lagi… bahwa dalam “PARTAI ISLAM” zaman Nabi Muhammad..   setiap orang yang bergabung dalam Islam… (setelah keluar dari “Partai Jahiliyah” sebagai satu-satunya partai saat itu) punya.. kecintaan yang luar biasa terhadap Islam. Bersedia melakukan apapun demi Islam. Tanpa mengharapkan “uang sidang”, “uang pelicin”, “promosi sebagai caleg”.. Hmmm ikhlas.. iklhas… itu yang terpatri dalam benak mereka. (Ya Allah… ijinkan aku untuk terus menerus meniru langkah beliau… )

Sebagai pemimpin negara

Kalau mau jujur… sebetulnya hingga saat ini belum ada pemimpin negara yang mampu bersaing dengan Nabi Muhammad saw. Tanpa berniat mempromosikan diri sebagai “calon pemimpin”…dan hanya berniat untuk menjalankan Syiar Islam Nabi menjalankan “Kampanye”… Cara yang beliau kerjakan pun  benar-benar terstuktur… sahabat sahabat yang menjadi tulang punggung beliau dalam perjuangan ini… mempunyai kharisma yang cukup besar dalam golongannya masing-masing. Sebut saja Abu Bakar ra. yang mewakili kalangan tua dan tokoh masyarakat. Kemudian Ali bin Abi Thalib ra.  mewakili kalangan muda terpelajar. Khadijah ra. mewakili kalangan wanita pengusaha.  Zaid bin Haritsah ra.  mewakili kalangan tenaga kerja (khadam). Bilal bin Rabah ra. mewakili kalangan mantan budak. Ibnu Shihab Ar-Rumi mewakili belahan dunia barat (Romawi). Salman Al-Farisi mewakili belahan dunia Timur (Persia). Utsman bin Affan ra. mewakili kalangan saudagar. Asma binti Abu Bakar ra. mewakili kalangan aktivis perempuan. Aisyah binti Abu Bakar ra. mewakili kalangan wanita terpelajar. Umar bin Khattab ra. mewakili kalangan elit dan pejabat publik. Usamah bin zaid ra. mewakili anak-anak belasan tahun (remaja lingkungan). Abdullah bin Umar ra. mewakili kalangan remaja terpelajar. Hasan bin Tsabit ra. mewakili kalangan pujangga seniman dan penyair.  Zaid bin Tsabit  ra. mewakili kalangan muda ahli bahasa. Mus’ab bin Umair ra. mewakili kalangan elit muda perkotaan. Abdullah bin Ummi Maktum  ra. mewakili kalangan tunanetra. Rafi’ bin Khudaij  ra. mewakili olahragawan cabang memanah. Samrah bin Jundab mewakili olahragawan cabang gulat. Rufaidah ra. mewakili kalangan dokter dan perawat (tenaga medis). Al-Habbab ibnu Mundzir ra. mewakili kalangan militer dan ahli strategi perang. Nuaim bin Mas’ud ra. mewakili kalangan ahli rekayasa dan menejemen konflik. Ummu Aiman ra. mewakili wanita pekerja dan Ibu Rumah Tangga. Abdullah ibnu Mas’ud ra. mewakili kalangan Qurra’ (Qari Al-Qur’an) Dengan mendasarkan nama-nama diatas, cukuplah kiranya fakta bahwa nabi adalah pemimpin yang disegani, dicintai, dihargai, dipuja, oleh semua lapisan rakyatnya. Lalu beliau telah mampu merangkul begitu banyak golongan.. dan mereka medaulat Nabi sebagai pemimpin… sikapnya tidak berubah… beliau tetap saja sebagai pribadi yang sangat bersahaja dan patut ditiru simak kisah yang berkaitan dengan seorang penyapu masjid dibawah ini.. Kharqaa’, perempuan berkulit hitam itu entah dari mana asalnya. Orang hanya tahu bahwa ia seorang perempuan tua yang sehari-hari menyapu mesjid dan membuang sampah. Seperti galibnya tukang sapu, tak banyak orang yang memperhatikannya. Sampai suatu hari ketika Nabi Muhammad SAW tiba-tiba bertanya kepada para sahabatnya, “Aku kok sudah lama tidak melihat Kharqaa’; kemana gerangan perempuan itu?” Seperti kaget beberapa sahabat menjawab: “Lho, Kharqaa’ sudah sebulan yang lalu meninggal, ya Rasulullah.” Boleh jadi para sahabat menganggap kematian Kharqaa’ tidak begitu penting hingga perlu memberitahukannya ’ kepada Rasulullah SAW. Tapi ternyata Rasulullah SAW dengan nada menyesali, bersabda: “Mengapa kalian tidak memberitahukannya kepadaku? Tunjukkan aku dimana dia dikuburkan?”. Orang-orang pun menunjukkan kuburnya dan sang pemimpin agung pun bersembahyang di atasnya, mendoakan perempuan tukang sapu itu. Simak juga kisahnya yang gagah berani saat memimpin… Perang..Uhud. Simak kemampuannya dalam mengadakan hubungan inetrnasional dengan berkirim surat yang bertujuan utnuk “memproklamirkan Islam” kepada para raja dan gubenur dari negara lain. Dalam hubungan dalam negeripun… Nabi dengan sangat piawai.. meletakkan kaum-kaum yang ada di mekah dalam posisi yang sama. untuk menghindari adanya paham minoritas ataupun mayoritas yang lebih utama. Dalam hari-hari kepemimpinannya beliau apa adanya…, dekat dengan siapa saja, rakyatnya, juga musuhnya.  Tidak ada batas pagar penghalang, pengawal yang berwajah kaku, pun aturan protokoler.

Saat itu berkembang ajaran Islam yang integral dan terpadu (syamil mutakamil). Tidak hanya dipahami dalam tataran normatif-konseptual, tetapi juga dipraktekkan pada tataran implementatif-operasional

Ketika kemudian praktek kenegaraan yang dijabarkan oleh nabi, yaitu “Membangun negara Madinah dan pemerintahannya” ditinggalkan Nabi, meninggal dunia,  Praktek ini tetap dilanjutkan oleh penerus beliau 4 (empat) khalifah yang terkenal (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali) yang dikenal dengan panggilan Khulafaurrasyidin Ahmadiyyin (Pemimpin yang cerdas dan mendapat petunjuk).

Sebagai Pemimpin dalam Rumah Tangga

Sebagai seorang pemimpin dalam rumah tangganya, Nabi yang memiliki 13 orang istri.. dan dikarunia 4 orang putri + 3 putra (yang kesemuanya meninggal usia belia, bahkan ada yang baru dilahirkan)  mampu bersikap sebagai seorang ayah dan suami yang baik. Jika kita menyimak kisah tentang kecemburuan Aisyah ra pada Siti Khadijah ra. yang jauh lebih tua dan telah meninggal. Kemudian ada pula cerita tentang Bagaimana cara Nabi Muhammad mendidik istri-istrinya… ketika ada perselisihan diantara mereka… Atau Bagaimana cara Rasulullah mendidik putrinya Fatimah… Kita pasti tahu… bahwa kehidupan berkeluarga Nabi Muhammad juga tidak mudah… Subhanallah… Nabi berhasil memcontohkan semua itu dengan baik. Keluarganya sakinah, mawadah dan warahmah. Demikianlah… ketika membaca atau mendengar tentang Nabi Muhammad saw.. kekaguman ini jadi tak terkira… (Nabi Muhammad ada di peringkat pertama dari 100 orang yang paling berpengaruh didunia). Subhnallah… Jika kita menyadari hal ini.., selayaknya.. kita memberlakukan beliau lebih dari idola-idola ataupun panutan yang pernah ada didunia ini… meniru…,semua apa yang beliau lakukan. Beliau adalah kiblat ilmu, kiblat fashion, kiblat cara pandang, kiblat lifestyle, kiblat apaaaaaa aja… Karena seperti halnya Nabi Muhammad saw, kita juga punya diri yang harus kita pimpin, kita juga punya keluarga yang harus kita pimpin, kita juga punya kelompok-kelopmpok kecil ataupun masyarakat yang menunggu kepemimpinan kita… lalu..

Pertanyaannya adalah :

MAUKAH KITA MEMIMPIN SEPERTI HAL NABI MUHAMMAD,  MULAI SAAT INI????

Auzdubillaahi minnasyaithoonirrajiim

Bismilllaahirrahmaanirrahiiim….

Laa haula wala quwata illa billah..

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.  Dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang berbuat baik”                                                                                       QS An kabut : 69

3 Komentar

  1. Nabi Muhammad suri tauladan bagi kita :)

    Hmmm ya… he’s the best… terbaik dari yang terbaik…

  2. Tauladan Pemimpin bagi semua manusia…

    Insya Allah… ia yang terbaik yang pernah ada

  3. yodama said

    A

    llohumma shalli ‘ala Muhammad

    Jg ada kisah yg bgs, dimana ‘Umar pernah menangis menyaksikan beliau tidur beralas tikar kulit kasar yg dijalin rerumputan, alas yg membuat punggungnya berbekas bilur.
    “Sungguh Ya Rasulallah, Kisra & Qaishar bertelekan di atas bantal & permadani suteranya, pelayan pun hilir mudik menyediakan keperluannya, sementara kedudukanmu di sisi Alloh jauh lebih mulia…”, keluh ‘Umar.
    Ini salah satu keluhan yg krg ia suka, tp dg senyum termanis yg pernah disaksikan dunia, ia jelaskan pd sahabat yg selalu b’semangat ini,
    “Apakah engkau tdk ridha mereka mendapat dunia sedang kita menyimpan akhirat wahai Ibnul Khaththab?”

    Ia memang penguasa yg kekuasaannya tak kalah dg Kisra & Qaishar, tentu ia layak sejajar dg mereka dlm fasilitas. Tp yg ia kuasai tak cm wilayah, rakyat, dan tentara. Yg ia taklukkan adalah hati, tuk diseru bersama & berpadu, mengesakan Alloh, Ilah Yang Satu.

    Subhanallah… bandingkan sebagian dari kita yang tidur dikamar luas… segala ada disana… (termasuk AC, tempat tidur yang “mendul-mendul”=springbed, karpet, selimut tebal… dsb) tapi… masiiihhhh saja terus mengeluh….. (Ya Allah jauhkan aku dari sifat yang tak pernah bersyukur)

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.