Jika saya boleh jujur… untukku supporting group kucari…yaitu ketika
Ada masanya.. dimana.. segalanya… begitu runyam…
Aku.. buuutttuuuhhhh dibantu.. hingga kerunyaman berlalu
Ada masanya.., dimana dada ini … begitu sesak…
Aku ingin.. aku berharap…. ada yang mendengarkan..sampai.. aku menjadi lega
Ada masanya… aku ingin menata serpihan diri…
Aku ingin… aku berharap….ada seseorang yang mau “mengantikanku”.. menjaga anakku…hingga aku mejadi utuh lagi
Ada masanya… aku begitu tak berdaya..
Aku ingin.. aku berharap…ada yang mau memapahku.. hingga aku dapat tegak berdiri lagi diatas kedua kakiku..
Ada masanya… ketika masalah financial menjadi masalah besar
Aku ingin… aku berharap.. ada yang mau mengulurkan tangan.. membantuku keluar dari belenggu ini.
Kalimat-kalimat diatas ini pasti serriiinngg diucapkan (dalam hati) waktu… seseorang dalam situasi yang tak tertahankan.. dan… pertolongan seolah hanya sebuah fatamorgana di belahan dunia yang lain…
Yah…Jika… saya boleh bilang… jujur..
Di acara talk show.. kemarin.. ada sisi yang menggigit hatiku.
Yang pertama adalah…
Yah.. yang hadir disana.. pasti lah orang-orang yang punya kelebihan. Kelebihan kemauan sehingga dapat hadir.. Kelebihan percaya diri.. sehingga “berani” datang. Kelebihan semangat.. karena tahu.. ada yang bisa didapat dengan datang kesana.. Kelebihan dan kelebihan yang lain…
Saya diam… terdiam… membayangkan… ibu-ibu yang lain.. yang punya anak-anak berkebutuhan khusus juga… Mereka yang dari situasi yang lebih sulit.. misalnya.. anak-anak mereka.. masih.. sangat bergantung pada ibundanya… tantrum.. flapping… hiperaktif .. dsbnya… atau bahkan yang berekonomi lemah… Jika mereka mendengar dan sangat ingin hadir… apakah mereka punya waktu? Punya tenaga? Punya keberanian untuk melangkah hadir… kesana… sebuah hotel mewah dipusat kota Jakarta???
Nyuuut… dada ini jadi sakit.. dengan rasa itu…
Padahal.. mereka sungguh-sungguh ibu istimewa.. yang tidak hanya mengasuh anak berkebutuhan khusus.. tapi juga sekaligus sebagai.. pembantu rumah tangga, baby sister, terapis, sopir pribadi.., bahkan.. pencari dana untuk pengobatan.. sekaligus.. sebagai “penjembatan” hubungan antara seluruh anggota keluarga..
Saya akan bilang… “Merekalah… sesungguh-sungguhnya ibu-ibu yang Istimewa dan kuat”
Yang kedua… adalah
Budaya Indonesia sebetulnya… sangat mendorong manusia untuk bersikap berpura-pura (bu.. Ages saya nyontek ya… ucapan ibu)… Suka sekali menutupi apa-apa yang tidak baik.. hanya menyajikan yang baik-baik… bahkan kalau bisa memoles yang tidak baik menjadi baik.. HANYA AGAR.. TIDAK DINILAI MEMPUNYAI MARTABAT YANG RENDAH….
Padahal.. dibalik itu,.. sebuah bencana besar.. bisa terjadi..
Yah… sebuah masalah ketika diabaikan dapat menghilang.. jika masalah ini tidak berkaitan dengan hal-hal yang lain atau dengan pribadi yang lain.. Tetapi sebuah masalah yang diabaikan.. justru dapat menjadi sebuah awal dari bencana.. jika ternyata.. bersinggungan dengan masalah atau individu lain.
(Wah… apa an sihhh??? Kok mbulet???)
Contoh.. ketika hati seorang ibu.. yang “MENOLAK” kekurangan anaknya yang berkebutuhan khusus… diabaikan.. dengan cara.. melakukan banyak hal yang bertentangan.. misalnya dengan tidak mau “memunculkan” sang anak…. Apa yang terjadi… ini akan menjadi booommmm waktu… jika ternyata makin membuat anak makin terpuruk.. jika ternyata ini mengakibatkan.. hubungan antara anggota keluarga menjadi buruk..
Tetapi… jika penolakan ini hanya sebatas dihati… bisa jadi hilang… karena akhirnya tertutupi oleh kesibukannya mengobati sang anak… atau jika ini menimbulkan masalah besar paling-paling hanya akan mengakibatkan sang ibu sakiiitttt (nyontek lagi nih… ucapannya mas Reza Gunawan)
Dua sisi yang saya tuliskan diatas… sebetulnya dapat diminimalisasi… jika dan hanya jika… paragraph pertama.. dapat terpenuhi….
Walah… Saya menulis itu… buka untuk meminta-minta… Insya Allah bukan…(yuuup… ini yang saya rasakan ketika saya mengucapkan ini didepan beberapa orang… pandangan yang… “IIIHHHH ELO… get uup dongg… selesaikan jangan menyek-menyek gitu……) Jika ini saya ucapkan 5 tahunan yang lalu… jujur saya akan katakan memang itu yang saya minta… tapi sekarang… alhamdulillah… dengan makin pintar dan besarnya aini… dengan makin besar dan dewasanya anak-anakku yang lain… yang sudah dengan tulus ikhlas… banyak meringankan beban ibundanya… mengerjakan pekerjaan rumah, mengurus diri sendiri.. dsbnya saya berani bilangg… Insya Allah saya sudah melewati membutuhkan pertolongan malah… saya justru ingin menjadi bagian dari yang memberikan saat ini. Saya hanya ingin mengetuk… hati ini… juga hati para sahabat… bahwa… begitu banyak kesempatan untuk beramal.. kepada keluarga-keluarga yang mempunyai anak-anak berkebutuhan khusus… juga kepada sahabat-sahabat kita yang membutuhkan… dengan demikian … kita tidak akan memperbesar budaya menutupi-nutupi… karena ini akan memancing masalah yang lain… Yah.. jika ada telah ada supporting group… pasti “TERIAKAN MINTA TOLONG” akan dengan mudah dikeluarkan… banyak masalah yang dapat teratasi segera… tanpa menunggu jeda… tanpa menunggu persoalan akan menjadi BOOM WAKTU… Insya Allah… Kita pun bisa sangat berarti bagi sesama,,
Bukankah.. dalam berbagi … dalam memberi… tidak ada batasan khusus tentang apa yang akan atau dapat kita berikan??… seulas senyum.. tulus… dapat meringankan.. hati yang bergemuruh… Elusan tangan lembut di punggung… dapat menembus hingga kedalam hati yang paaallliiinggg dalam… sebungkus.. nasi.. dengan lauk seadanya.. dapat menghilangkan rasa lapar… seteguk air.. dapat meredakan haus yang menyengat.. uluran tangan .. dengan membantu mengangkat jemuran tetangga… disaat hujan gerimis.. dapat mengurangi bebannya.. harus mencuci lagi… uang yang tak lebih dari 50.000 rupiah dapat memperpanjang kesempatan belajar seorang anak selama sebulan… dsb-dsbnya…
Karena itu… saya sangat berharap… segera akan ada gerakan nyata dari para insan-insan mulia. untuk membentuk supporting group… yang akan mendukung mereka-mereka yang membutuhkan… siapapun mereka… apakah.. dhuafa.., apakah anak berkebutuhan khusus,.. apakah korban kecelakan.. apakah.. penderita rawat inap… dalan setiap situasi..dengan ikhlas.. dengan tulus… dengan membawa Rahmat Allah… dengan cara-cara yang bisa kita lakukan… walaupun hanya hal yang sangat kecil dan remeh…
Sebaik-baiknya… manusia adalah yang berguna bagi manusia yang lain….
(Mas Farhan… saya berdoa… saya berharap… saya mendukung… agar supporting group ini.. akan segera terwujud… Amin Ya Rabbil Alamin)

Landy berkata
Ya Allah… berilah kemudahan sahabat ini…
Ya Allah… selalu kobarkan semangatnya
Ya Allah… jadikan tiap langkahnya… bertabur harum surgawi
Ya Allah… Kabulkan… harapannya…
Ya Allah… Ijinkan… sang putra.. untuk mewujudkan cita dan cinta bunda…
Amiin
Landy berkata
YA Allah… kabulkan doa sahabat ini….
Sebagaimana engkau janjikan… akan selalu mengabulkan doa-doa orang yang terdzholimi
LareOsing berkata
Jazakallahu khairan katsiran untuk kembali mengingatkan ku… memang betul.. aku pun yakin
setiap manusia berusaha untuk menjadi mulia… terutama untuk selalu berjalan diatas jalanNYA.. dan berusaha untuk ikhlas.. pada setiap amalan. Dan Saya yakin… para orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus (dari banyak orang yang saya ajak bicara) mereka tetap akan … begitu berusaha… terus menerus… tidak putus asa… dalam setiap keadaan.. yang mereka hadapi. Insya Allah… Insya Allah… (I am proud of them… ) bahkan tanpa bantuan.. tanpa supporting group… tanpa apapun…
Jika saya menulis… tentang supporting group… (saya yakin… sama seperti saya… kami semua.. dengan segala tempaan yang ada.. tentu telah menjadi manusia-manusia yang berharga diri tinggi dan hanya .. (sekali lagi) hanya begantung padaNYA).. itu karena.. saya ingin agar.. dapat memancing… masyarakat umum.. dan kaum Muslim pada khususnya… agar lebih peka.. terhadap lingkungan.. agar lebih punya rasa.. “saling”…
Allah menciptakan.. apapun yang ada didunia ini… tidak lah berdiri sendiri… tetapi bagian dari irama kehidupan dunia… tidak ada satupun yang dapat berhasil.. jika ia mengabaikan setitik kecil kesatuan dunia… Yah begitulah… sehingga jika supporting group dapat terlaksana… Subhanallah… saya yakin kita semua akan mendapat banyak manfaat… tidak terkecuali… apakah ia yang memberi ataukan ia yang menerima…
Hmmm sekali lagi… bahwa.. ada ataupun tidak supporting group… tidak akan pernah menyurutkan langkah-langkah kami… meskipun tertatih-tatih… kami tidak akan pernah mau berhenti.. apalagi sampai mundur… insya Allah.. insya Allah.. (Hanya Allah yang tahu… )
achoey berkata
Alhamdulillah… lama sekali ya….
Senang sekali menyadari… engkau masih mau datang ke sini