Aini

{ini adalah cahaya kami di rumah, Aini si putri bungsu}

http://dsusetyo.wordpress.com/2008/03/02/puisi-dari-aini/

Aini Jadi DokterAku adalah anugrah Allah
Ditakdirkan untuk memenuhi perintahNYA
Sebagai utusanNYA dibumi

Aku ingin jadi professor, ilmuwan, pengusaha, ustadzah, pemimpin atau sang ibu.
Aku lahir dengan kekuatan dan potensi yang tinggi

Jika Ayah bunda sulit membentukku jangan sesali kekuranganku

Aku hanya butuh restumu, perhatiannmu, waktumu kasihsayangmu dan kesempatan ini.
Sehingga kekuatan yang ada dalam diriku ini akan tumbuh dan berkembang (disadur dari “putra kembara“)

… Doa dari ayah

tentu anakku sayang, bapak, ibu dan kakak2mu akan bersama2 membantumu meraih cita-citamu,

engkau adalah anak yang luar biasa, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu yang tidak dimiliki anak yang lain

engkau tidak hanya anak bagi kami, tapi juga teman, penghibur bahkan GURU kami untuk lebih mengenal arti hidup dan menjalaninya dengan penuh syukur, sabar dan ikhlas

Doa dan ridha kami senantiasa mengiringi setiap langkah kehidupanmu nak, tataplah masa depan dengan senyum, optimis dan berani, melangkahlah dengan pasti!]

Curahan hati ibu

My love,my sweet daughter, Aini
Rasanya gak ada kata-kata yang pas mengungkapkan betapa
Ibu mencintaimu, sangat mencintaimu.
Mungkin malah agak lebih besar cinta ibu padamu dibanding kakak-kakakmu
Bukan ibu pilih kasih.
Ibu hanya tahu, kau lebih butuh ibu dibanding saudaramu yang lain.
Anakku aini cantik,
Sudah hampir 7 tahun kita “berjuang” bersama untuk membawamu keluar dari lingkaran GDD.
Ibu tidak akan lupakan itu, detik demi detik yang sudah kita lalui.
Suatu hari nanti ketika “kemenangan” sudah ditangan kita.
Engkau sudah “menjadi muslimah” anakku !
Akan ada “bukti” pada orang-orang yang tidak menganggap arti perjuangan kita.
Akan ada “cerita penyemangat” bagi keluarga yang memiliki anak-anak “berkebutuhan khusus” sepertimu.
Anakku cintaku,..
Ibu percaya kau akan jadi wanita sholihah (ps wanita sholihah=khairunnisa)
Ibu percaya kau akan jadi “pohon yang rimbun” (ps pohon yang rimbun = ainiyah., nama panjangmu)
Yang tegar berdiri… dan yang akan selalu menaungi setiap apa yang berteduh dibawah mu
Ibu percaya kau tidak akan jadi wanita yang mengantungkan hidupnya pada makhluk yang lain.
Ya Allah jadikan kami rela dengan setiap rintangan yang ada didepan.
Ya Allah berilah kasihMU pada orang-orang yang memandang hina kami
Ya Allah sinarilah kami dengan cahayaMu agar kami tidak pernah putus mencari ridhoMU

batasan2.jpg

Iklan

4 Komentar

  1. Assalamu’alaykum

    Syukron udah mampir ke blog ana,
    Afwan sebelumnya, apa kita pernah bertemu?

  2. yanti said

    Wss wr wb.
    Maaf dengan ingatan saya yang sungguh sangat terbatas. Saya belum dapat mengingat “sosok” anda dalam ingatan saya. Maaf, mungkin memang kita penah bertemu, tapi sebenarnya itu bukan masalah…. karena Allah mempertemukan kita “kembali” untuk saling mengingatkan akan “KebesarNYA”. saat ini. Alhamdulillah.

  3. Oh ya, mba maaf belum bisa banyak komen atas tulisan2 mba, belum pegang kompiuter masalahnya

    Cuma ngingetin, sebaiknya kalo nulis salam jgn disingkat, bukankah itu jg merupakan do’a buat sodaranya?
    Seberapa beratkah utk menekan tuts-tuts pd keyboard untuk menyempurnakan tulisan salam, seberapa membuang waktukah utk menambah beberapa karakter lagi?
    Lebih indah rasanya kalo penulisan salam, shalawat, maupun pujian ditulis dgn lengkap…

    Mulai sekarang mari kita perbaiki kebiasaan kita dalam melakukan hal ini.

  4. yanti said

    Assalammualaykum Warrahmatullahi Wa Barakatu.

    Hmmm terima kasih ya.. musafir kecil, untuk mengingatkan. Ini juga hal-hal yang kelihatannya kecil, tetapi… akan memberikan perubahan banyak untuk saya yang sedang belajar.

    Jazakallahu Khairan Katsiran.

    Wassalammualaykum Warrahmatullahi Wa Barakatu

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.