“OPRAH” VS “Asuransi Kesehatan”

Saat ini, ibu Oprah adalah salah hanya satu dari sekian banyak selebritis dunia. Tapi… ada satu hal yang berbeda darinya, yang membuat saya “kesengsem” sejak pertama kali melihat tayangannya, “Oprah show”, beberapa tahun yang lalu, komitmennya pada “kemashlahatan” orang banyak.

Subhanallah. Begitulah bila Allah sudah menghendaki…, DIA akan berikan “cahaya”NYA pada siapa saja. Tidak peduli siapa dia.
Tayangannya hari sabtu 22 maret 2008, bertemakan “Sicko”. Membuka wawasan penonton termasuk saya,… yang sampai “tersedu-sedu” teringat, perjuangan saya untuk “membantu” putri bungsu kami, tentang…..apakah itu “Asuransi Kesehatan”. Sama si…., sama-sama gak dicover perusahaan asuransi, untuk GDDnya. Padahal sejak putri bungsu lahir hingga sekarang, alhamdulillah, saya tetap bayar premi asuransinya. hmmm… (ini kesimpulan dari tayangan itu) Perusahaan Asuransi Kesehatan adalah salah satu”perusahaan pencari profit” dengan menggunakan kondisi-kondisi “lemah” nasabahnya. Kok gak sama ya..dengan yang ada di “wikipedia” (he he he) dan hak warganegara kita pasal 28 UUD 45 (saya percaya kalau para petinggi kita masih “mengamalkan”)

Saya sebenarnya sudah “bosan” dengan berbagai macam “kondisi minus” di negara kita ini. Kalau kata Kang Emha.. ini adalah panggung sandiwara yang sudah gak lucu lagi.

Lalu… sebagai muslimah, apa yang dapat kita lakukan???

Ya… saya ini”apa” dan “siapa”.  “Tangan” sayapun hanya sampai “urusan rumah” dan anak-anak …. belum bisa untuk saudara-saudara yang membutuhkan.

Saya selama ini si..”nrima” , tapi ternyata itu gak benar ya…. (kata oprah dan michele, tks yaaa informasinya) membiarkan “kedzaliman” merajalela. Terbukti dengan kasus “Menara Jamsostek” yang sudah entah kemana…

Mendengarku sering “ngomong gakkesampaian”… suamiku tercinta…bilang “mendidik anak-anak” untuk memiliki kembali “jiwa dan roh” Islam” adalah yang terutama. Mudah-mudahan generasi-generasi Indonesia berikutnya akan terlatih memiliki mentalitasi yang lebih baik (apa sekarang kita tidak cukup punya “mental” ya…, hmmm memang memalukan ya untuk saya mengakuinya, tapi itulah….. Ampuni saya ya Allah)

Yang kedua mengikhlaskan atas apa yang sudah kita ajarkan pada mereka, karena sungguh hanya Allah yang akan menunjukkan seberapa jauh pengharapan kita atas anak-anak dan seberapa jauh hasil pendidikan kita diterapkan.

Dan yang terakhir…, selalu mendoakan mereka, anak-anak kita, agar selalu berada dijalan yang lurus (ihdinaashshiraathalmustaqiim), agar keluarga kita jadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah, terhindar dari api neraka. Amin…

Ya… Jazakallahu kh kn. Sungguh engkau, suamiku adalah “penuntun” dan “pembimbingku” dalam “kuliah kehidupan”. Semoga Allah selalu menjagamu dalam ke istiqomahan.

{ PS : Di Indonesia sebenarnya juga banyak”Oprah””Oprah” lain… seperti ibu kembar… yang berjuang mendirikan sekolah untuk anak-anak tak mampu dibawah jalan tol jakarta (ibu.. mudah-mudah anda berdua selalu mendapat kemudahan Allah, karena terakhir.. saya membaca, ibu “terusir” dari bawah jalan tol, dan terusir lagi dari bantaran jalan kereta api…. ) Ibu Neno Warisman, Ibu Melly Budiman psi, Ibu Elly Risman dsb… Salut… dan semoga istiqomah untuk mereka}

Iklan

Komentar ditutup.