Jeng Dewi.. dan Pak Walikota

“Dewi Persik” di cekal manggung oleh Pak Walikota di Tangerang.. Lalu… ada “bla-bla” dari sisi kiri dan kanan…

Begitulah “dunia”….

Apa yang “tidak layak” bisa jadi layak. Apa yang “tidak populer” bisa jadi “populer” dan sebaliknya…

Terus-terang……Saya, gak ngerti tentang politik, yang (katanya) dijadikan acuan sang walikota untuk menurunkan “pecekalan”. Yang saya tahu… menurut aturan “hijab” memang jeng dewi sudah “melanggar” batasan-batasan (maaf ya.. mbak dewi ini jelas kok hukumnya, ada di Al-Qur-an… anda muslimah kan? seperti saya….)

Yang saya tahu…, tindakan walikota tersebut sesuai dengan tanggungjawabnya sebagai seorang pemimpin (maaf lagi ya mbak dewi karena ini lagi-lagi jelas hukum dan dasarnya)

Yang saya tahu lagi…, sebagai orang tua (kata mbak dewi sendiri kan) orang tua mbak dewi, ikhlas dan ridho pada apa yang mbak dewi kerjakan, adalah sesuatu yang salah… (lagi-lagi maaf, saya gak bermaksud “sok tahu”… hanya mengingatkan…)

Yang saya tahu… “pemahaman” akan ilmu Allah memang bertahap datangnya… jadi… saya berharap… 1. Para pemimpin sudah harus dapat mengambil “sikap” pada orang/ tayangan/ lembaga yang jelas-jelas “tidak beradab” seperti apa yang sudah dilakukan oleh bapak walikota Tangerang…(tentunya… bapak ikhlas kan pak… bukan krn politik (kata orang)) 2.Mudah-mudahan orang-orang yang punya kesempatan untuk jadi “panutan” segera dibukakan pintu pemahaman yang sebenar-benarnya dengan jalan yang singkat…. (insya Allah)

Iklan

1 Komentar

  1. Asep said

    iya mbak saya setuju sekali, memang sudah saatnya para pemimpin benar-benar menjadi pemimpin dengan melilndungi rakyatnya dari segala macam kerusakan terutama akhlak..

    saya sangat setuju klo dewi persik dan sebagian artis lain yg setipe di cekal karena bisa merusak generasi indonesia..

    ya kadang jengkel juga pada mereka yg selalu berlindung di balik kata-kata seni, trus diwaktu lain bicara soal agama sementara apa yg dicontohkan sangat jauh dari agama

    Ya… Masalahnya… untuk “berani” berkata seperti itu, seorang pemimpin juga harus “berani” menunjukkan dirinya…sebagai orang yang gak setengah-setengah… menjalani dan memahami apa yang diyakininya… Ini kan gak gampang…

    Hmmm… pemahaman orang tentang Islam sangat bervariasi…, banyak faktor yang ikut menjadikan penentu… Mungkin… tugas kita adalah… terus-menerus… memberikan… sosialisasi… “bagaimana Islam itu sesungguhnya”… seperti yang dalam hidup kenabiannya Nabi Muhammad saw contoh kan.
    Hasil Akhir… Wallahhu alam…

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.