“Autis di Oprah Winfrey Show”

aini.jpgSenin 30 maret 2008, jam 11.30 setelah melihat acara “Oprah Winfrey Show”

(Anda sempat menyaksikan???) Ini memang sudah siaran ulangan. Tapi saya tetap saja terkesan sambil sesekali tersenyum kelu dan meneteskan airmata melihatnya..

Cerita sesungguhnya… cerita tentang perjuangan para orang tua penyandang autis… (tipikal walau dari sisi manapun di seluruh dunia…) Cerita tentang tekanan emosi, tentang tekanan fisik, tentang tekanan finansial, tentang tekanan lingkungan, tentang keputus asaan… dan tentang “keberhasilan”

Tidak banyak keluarga-keluarga di dunia yang sanggup melaluinya dengan mulus…, perceraian orang tua dan anak autis yang akhirnya terabaikan adalah 2 hal, diantara banyak hal lain, yang membumbui perjuangan anak-anak ini.

Tahun-tahun awal saya menyadari adanya “karunia” Allah pada putri bungsupun tidak jauh berbeda. Waktu itu ketidak tahuan tentang autis menimbulkan banyak ketegangan dalam rumah. Terlebih ketika harus membayar biaya terapi dan pengobatan, keseimbangan arus keuangan keluarga sampai dititik minus yang sangat rendah.

Sempat saya pertanyakan pada Allah tentang “nasib buruk” saya sebagai seorang hamba Allah…. Hmmmmm……

Hingga…….“Nikmat Allah yang manakah yang kau dustakan?”… Adalah ayat surah Ar Rahmaan , yang diulang hingga 29 kali…, dimalam ramadhan 3 tahun yang lalu… dengan berurai airmata…. saya membacanya dan menyadari betapa kufurnya saya atas nikmat-nikmat Allah. Banyak… orang bernasib lebih… dari saya… dan mereka masih mempunyai syukur tak terhingga.

Apakah pantas bila saya… meragukan Kasih Allah padaku? …, Aini Allah berikan kepadaku untuk melatih sabarku (orang-orang yang sabar adalah kekasih Allah) untuk mengguruiku tentang arti cinta (alhamdulillah orang tuaku dulu cukup berada sehingga mampu membayar, 4 orang pembantu + 1 sopir + 1 tukang kebun, untuk meladeni dan “mencintai” kami 4 bersaudara, yang ternyata menyisakan “ketidak mengertian” kami akan cinta yang tulus) selalu berusaha dengan tekun dan diatas itu semua… Aini mengajarkan saya tentang “kepasrahan”… Pasrah yang total, karena saya (akhirnya), yakin bahwa hanya Allahlah satu-satu tempat ku bergantung untuk “kesembuhan” Aini.

(Mungkin) Itu sebabnya juga… saat ini makin banyak anak-anak autis, ya… orang perlu kembali belajar arti cinta tulus (“ketulusan” adalah barang langka didunia ya…..) mengajarkan sabar (tuntutan hidup menyebabkan orang selalu ingin tergesa-gesa) Tekun… dimana pola hidup serba instan adalah pola hidup modern. Yang penting dan terpenting membuat kita sadar ada “kekuatan terbesar” yang tidak dapat kita “kalahkan” atau “atur” dengan apapun. Allah swt.

Ya Allah, Engkau sungguh Maha Kasih……

Anak-anak kami adalah “cahaya kami”. Penerang yang Kau berikan agar kami belajar tetap berjalan dijalanMU

Ijinkan saya tetap merasakan kasih sayangMU,….. Juga orang tua-orang tua yang lain, …

Ampuni kami, bila kami kurang mensyukuri nikmat-nikmatMU.

Sungguh tanpa kehendakMU ya.. Allah……, kami bukan siapa, kami bukan apa, kami tak mampu melakukan apa-apa.

(Kepada seluruh orang tua penyandang autis…, there’s must be a window… as a exit door. Haqul Yakin. Insya Allah)

Iklan

1 Komentar

  1. deean said

    Memang,…Allah berikan anak2 special untuk kita agar banyak belajar.
    Mereka yg dianggap tidak sempurna, justru menyempurnakan kita sebagai manusia.
    Salam dari mama Farrel, autis, 6 th.

    Subhanallah… ini yang benar-benar juga saya syukuri… hanya dalam 7 tahun, Aini telah banyak membuat kami mau merubah diri… subhanallah… salam juga ya….

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.