FITNA menurut “Manhaj Haraki”

Ada hal yang belum selesai dengan FITNA…

Saya ingin mengakhiri pembicaraan tentang FITNA dengan mengambil hikmah…dan… mengacu pada “Bagaimana Rasulullah, para sahabat serta orang-orang sholeh menghadapinya”…

Semoga dengan “Manhaj Haraki” by Syaikh Munir Muhammad al Ghadban…. ,buku yang banyak disarankan untuk dibaca..…, ada hal bermanfaat yang tertinggal (saya kutipkan 100% murni, tidak ada penambahan ataupun pengurangan)
=====================================================================

“Manhaj Haraki”

Strategi Pergerakan dan Perjuangan Politik dalam Sirah Nabi saw
Dikarang oleh Syaikh Munir Mujammad al Ghadban
Periode ke 2….
Karakteristik ke 17 : Usaha-usaha negatif yang Dilakukan Musuh dalam Menghadapi Da’wahAl-Allamah. al Mubarakfuri menyebutkan beberapa bentuknya diantaranya sebagai berikut:

1. Menghina, melecehkan, mendustakan dan menertawakan yang ditujukan utnuk mengalahkan kaum muslimin dan melemahkan kekuatan moral mereka. Misalnya, mereka menuduh Nabi Muhammas saw dengan beraneka tuduhan buruk dan sebagainya.

2. Merusak ajaran Islam dengan menyebarkan berbagai gambaran palsu dan menimbulkan keraguan, agar masyarakat awam tidak dapat lagi menerima da’wahnya.

3. Mempertentangkan Al-Qur’an dengan kisah-kisah orang terdahulu dan menyibukkan manusia dengan dongeng-dongeng itu An-Nadhr bin al-Harits pernah pergi ke Hijrah (luar negri) untuk mempelajari dongeng dongeng para raja Persia, kisah-kisah Rustum dan Isfandiar. Manakala Rasulullah saw , duduk disebuah majelis untuk mengingat Allah dan memperingatkan akan siksaNYA, an-Nadhr bin al Harits berteriak dibelakang Nabi Muhammad saw, “Demi Allah pembicaraan Muhammad tidaklah lebih baik dari pembicaraanku”. Kemudian mulailah ia menceritakan tentang raja Persia, Rustuim dan Isfandiar. Selanjutnya ia mengatakan “Dengan apa Muhammad akan menandingi pembicaraanku?”

4. Berbagai perundingan dan tawar menawar untuk mempertemukan Islam dan Jahiliyah di persimpangan jalan. Kaum musyrikin bersedia melepaskan sebagian prinsip mereka dengan harapan Nabi saw dapat melakukan hal yang sama

وَدُّوا لَوْ تُدْهِنُ فَيُدْهِنُونَ


“Mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak, lalu mereka bersikap lunak pula”..(Al-Qalam:9)

 

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

“Katakanlah… Wahai orang-orang kafir… ” (Al- Kafiruun :1)

Contoh-contoh ini kami sebutkan karena ia pasti akan terulang pada setiap generasi. Gerakan Islam perlu memahami usaha-usaha ini agar para da’inya tidak terjebak dalam jeratannya ketikamenghadapi teror mental berupa penghinaan, pelecehan, tuduhan fanatik, jumud, ekstremis, fundamentalis dan lain-lain. Dalam hal ini para da’i punya uswah pada diri Rasullullah saw yang mereka tuduh dengan tuduhan gila.

ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ

مَا أَنتَ بِنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُونٍ

Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, berkat nikmat Rabbmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila” (Al-Qalam 1-2)

Mereka menuduhnya pendusta, padahal sejarah manusia tidak pernah mereka mengenal kejujuran sebagaimana kejujuran Nabi saw, bahkan mereka sendiri pernah memberikan kesaksiannya.

Kami tidak pernah menyaksikan kamu berdusta (maa jarabnaa ‘alaika kadzibaa)
Media masa jahiliah abad sekarang menuduh para da’i Islam dengan tuduhan persekongkolan melakukan makar, tidak bermoral dan pembohong.

Hal lain yang akan dihadapi oleh para da’i ialah perusakan prinsip-prinsip Islam dengan cara memberikan gambaran yang terburuk kepada masyarakat. Terutama media massa sekarang, setiap harinya selalu menyuguhkan racun di sekitar din hanif ini. Paling banter mereka menyajikan Islam sebagai ajaran yang berlaku dimasa lalu dan sebagai gerakan nasionalisme Arab. tetapi saat ini, ia tidak boleh berlaku di era nasionalisme, sosialisme ilmiah, mordernisasi dan demokrasi. Di masa sekarang sudah tidak diperlukan lagi. Ungkapan-ungkapan seperti ini adalah cara lama yang pernah menuduh Al-Qur’an sebagai dongeng-dongeng orang-orang terdahulu.

Kaum Muslimin perlu waspada terhadap berbagai teror mental yang dilancarkan oleh musuh-musuh mereka siang dan malam, untuk merusak citra para da’i, da’wah dan agama Islam. Media masa seperti koran, radio, televis, majalah, buku, teater, cerita dan lain-lainnya terarah untuk memerangi Islam. Wahai para pemuda da’wah, kalian dan agama kalian menjadi sasaran. Hanya kesabaran dan kesadaran yang akan menggagalkan serangan tersebut.

================================================================================

“Bangsa yang baik adalah bangsa yang mau belajar dari sejarah”

Iklan

2 Komentar

  1. Landy said

    Terima kasih tulisannya 🙂

  2. […] 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 […]

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.