“Pencekalan Jeng Dewi”

Saya ini bukan orang pintar… Nilai sekolahku juga pas-pasan. Ilmu agamaku juga.. seadanya… Ngapalin ayat-ayat di Al-Qur’an saya juga… kok gak maju-maju… Ngaji apalagi… tiap kali baca ayat-ayat suci Al-Qur’an saya masih harus sering lihat petunjuk “membaca”.

Jadi… saya juga… agak bingung…, waktu dengar… Mbak…Dewi Persik, Mbak…Inul dan kawan-kawannya jago membaca dan hapal Al-Qur’an….. (katanya) juga akhlaqnya terpuji… Eh… yg mengeluarkan statment itu… “bukan orang sembarang” lo……..

Wah… wah.. wah… kok bisa ya??? (lama-lama ini jadi kalimat favorit saya…. ha ha ha)

Ya sudah… saya gak mau usil lagi dengan statment dan ucapan tentang “pencekalan”, tentang “beribadah dengan cara bergoyang” tentang dsb-dsbnya. Nanti saya tambah… gak ngerti.

Saya cuman tahu…, bahwa… untuk jadi muslimah seutuhnya…, saya mesti harus “total” (kaffah) pada Islam. Saya gak bolehmenerima sebagian dan menolak bagian yang lain dari Al-Qur’an. Saya harus jujur pada hal-hal yang saya tidak tahu dan belum tahu… (Kata suamiku tercinta… jangan sekali-kali bilang tahu.. hanya untuk “gengsi” atau kepentingan pribadi) Saya harus banyak belajar lagi, terutama tentang hukum-hukum Islam, biar nanti….saya bisa selamat lewat jembatan “Shiratal Mustaqim”. Saya juga harus mau diberi tahu… biarpun yang ngasih tahu anak kecil (hmmm saya memang sering… “ngeyel”). Yang paling penting kata suamiku…. jangan suka su-udzon dan ngerasa paling benar…. Karena Allah dengan hak preogratifnya… tidak sungkan-sungkan membolak balik hati manusia. Yang terakhir… selalu mencoba bersikap akhlaqtul karimah… dalam menyampaikan kebenaran Allah.

Ya Allah jagalah kami, untuk selalu dapat menjaga ketika kami sudah Engkau beri secercah cahaya. Jangan pernah kegelapan kembali menyelimuti kami. Dan dengan KekuasanMU ya Allah, kami mohon agar Engkau sudi… memberi kami.. CahayaMu pada mulut kami, pada pendengaran kami, pada pengelihatan kami, dari arah depan, dari arah belakang, dari atas kami, dari bawah, dari samping kiri, dari samping kanan, dalam darah yang mengalir keseluruh tubuh kami. dalam tulang-tulang yang menopang tubuh kami. Dan besarkanlah cahaya itu, sehingga menyelimuti tubuh kami. Kabulkanlah ya Allah, Wahai dzat yang Maha Agung… Amin

PS : Maaf ya… mbak-mbak,….. saya mesti jujur pada diri sendiri untuk kasus ini. Mudah-mudahan Allah juga akan segera menurunkan “pemberitahuan” pada mbak-mbak sekalian, saya dan anda-anda semua … tentang kebenaran yang paling benar… Amin…

Iklan

Komentar ditutup.