Affair dengan “The Other Woman”

Dari Oprah Winfrey Show… 2 April 2008

Walaupun kalau boleh jujur… bicara.. soal hal yang satu ini, pasti ujung-ujungnya.. sebagai istri…… kesal dan sakit hati… (ya… manusiawi…)

Saya di postingan kali ini…tidak akan bicara dengan konteks perasaan, karena itu akan jadi hal yang terlalu panjang bila diketengahkan.. (setiap wanita punya perasaan yang berbeda satu sama lain, sedang didunia ini ada sangat banyak wanita…… hmmm )

Lalu… kalau saya bicara dari sudut si… “the Other Woman”?

Hmmmm…. (boleh gak si… kalau saya makin sakit hati)… para wanita ini “berbicara” (diacara ini)… bagaimana mereka menjalani kehidupan perselingkuhannya, tanpa “mau tahu” istri dan anak-anak pasangannya…. wow….

Eh… tapi… nanti dulu…. menurut seorang psikolog yang hadir disitu.. ternyata :

1. Para “The Other Woman” ini sebenarnya patut dikasihani, karena para suami lebih memilih istri-istri mereka… ketimbang WIL… (red : Wanita Idaman Laki-laki) Kenapa? (menurut sang ahli tersebut) kalau para pria memilih WIL, pasti mereka sejak awal sudah “meninggalkan” istri-istrinya. Jadi… mereka ini cuma “permainan sesaat” para laki-laki.

2. Para “The Other Woman” tidak punya kekuatan hukum sama sekali, sehingga bila ditinggalkan, tekanan finansial, tekanan psikologi, tekanan status sosial akan lebih besar…. mendera mereka dibandingkan istri sah.

3. “The Other Woman” adalah orang-orang yang secara emosional tidak stabil karena selalu dalam posisi “terancam” sewaktu-waktu dapat ditinggalkan begitu saja.

Oke… saya sekarang coba bicara dengan dasar Islam…

1. Adab pergaulan dalam Islam ada batasan yang jelas…. dijelaskan tentang batasan aurat laki-laki dan perempuan (The Muslim Man’s dress code + Aurat silang janita) , diminta untuk saling menjaga aurat , diharuskan menghindari zina, tidak boleh berdua-duan dengan yang bukan muhrimnya…… (Adab-adab pergaulan laki-laki dan perempuan)

Kalau sudah begini… jelas ya.. yang namanya selingkuh dengan “The Other Woman” melanggar semua ketentuan Allah tersebut.

2. Nabi Muhammad saw mencontohkan, bagaimana baiknya beliau kepada istri-istrinya, bagaimana halus budi bahasa beliau sehingga tidak pernah menyakiti makhluk yang lain… dan bagaimana jujurnya beliau selama hidupnya… bahkan orang-orang Quraisy menjadi saksi kejujuran beliau.

Hmmm disemua “pengakuan” yang dilontarkan… tidak ada satupun laki-laki yang mengaku pada istrinya… ketika ia menghabiskan waktu bersama “The Other Woman”… (ha ha ha… bisa terbayang kan… kalau ada suami yang bilang: “mah… hari ini saya mau nge-date dengan si…. dihotel anu….. gak usah ditunggu pulangnya, saya juga mau makan malam sama dia… ha ha ha ha….. yakin… batal deh acaranya…. ha ha ha)

3. Kalau menyimak kesimpulan dari sang ahli…, jelas laki-laki yang berselingkuh adalah laki-laki yang tidak punya “martabat kelaki-lakian” kenapa? karena… dia tidak mau bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukannya. Hmmmm its like a “man’s toy”

Padahal… Islam adalah agama yang sangat menjujung tinggi nilai pertanggungjawaban…. “Bukankah dari setiap kamu akan KAMI mintai pertanggungjawaban atas apa-apa yang dia pimpim?”

Jadi bagaimana dong????

Bagaimana nasib para peselingkuh menurut Islam…..

Saya yakin Islam adalah Agama yang sangat Luar Biasa… pasti hal-hal seperti ini sudah dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya…

Ada jalan keluar dengan melewati tingkatan-tingkatan yang sudah diatur untuk menghindari perselingkuhan… seperti yang sudah saya tuliskan diatas yaitu :

1. Dengan adanya adab pergaulan.

2. Menahan diri… dengan berpuasa (ini yang Nabi saw sarankan pada seorang pemuda yang sudah ingin menikah tapi merasa belum mampu menafkahi)

3. Kalau toh memang sudah melewati 1 dan 2 tapi belum juga ada “jawaban”… Allah menganjurkan untuk bersabar dan sholat… insya Allah ada jalan keluar yang terbaik.

4. Diatas semua itu… Islam mengijinkan adanya polygami…, (akhirnya…. sampai juga ya… ke issue poligami ini…) saya tidak ingin memperdebatkan kenapa Allah mengijinkan poligami… karena untuk saya ada kalanya apa yang Allah bolehkan atau perintahkan… tidak akan pernah dapat dicari dalil akalnya… Itu hanya rahasia Allah dengan hak preogratifnya.

Nabi Muhammad sendiri… diberi Allah perkawinan poligami. Bagaimana sesungguhnya… kehidupan perkawinan beliau… ini yang perlu dikaji dan dijadikan contoh… (ketika cita-cita muslimin dan muslimah kaffah jadi cita-cita kita.)

(di kutip dari Manhaj Haraki jilid 2, by Syaikh Munir Muhammad al-Ghadban…. hal 25)

Sesungguhnya, masalah ini adalah tanggung jawab besar yang mesti dilaksanakan para da’i, khususnya para pemimpin, agar pelaksanaan pernikahan dikalangan umat ini dijadikan program sosialnya yang diprioritaskan dan agar soal ‘kufu’ yang ditinjau dari segi agama dan akhlak menjadi kenyataan, bukan sekedar ditinjau dari segi kecantikan dan kedudukan dan kegadisan. Juga agar penikahan ini dilaksanakan dengan menilik kemashlahatan umum bagi Islam, buka sekedar untuk melampiaskan hasrat semata. Begitu pula.. soal pernikahan itu harus dipandang sebagai salah satu sarana da’wah yang sangat penting, bukan sebahai penghalang.

bisa… anda baca selengkapnya dibuku itu….

Wahai… para muslimah…,(siapapun anda, istri syah atau istri simpanan, Wil… atau pacar gelap… siapapun….) saya ingin mengajak… untuk benar-benar kaffah kepada Islam, Janganlah kita mem-iman-i sebagian ayatNYA dan meng-ingkari_ sebagian ayat yang lain. Poligami hanya 1 % dari isi Al-Qur’an kenapa harus ditakutkan dan dihebohkan. (Apakah kita harus memperturutkan cinta menyakitkan pada MakhlukNYA.. sedangkan Allah memberi kita Cinta yang tiada batasan) Percayalah sahabat… Allah Maha Kasih dan Sayang, Allah Tahu apa yang terbaik untuk kita, Allah akan menjawab kepatuhan dan pengorbanan atas setiap apa yang kita lakukan dengan “pelukan lembutNYA”. Allah juga tidak akan mungkin memberi kita kehidupan keluarga poligami (Na udzu billa min dzalik) bila DIA tahu… kita tidak akan mampu menanggungnya. Haqqul Yakin.

Mari sahabat-sahabat muslimah… kita berjalan tegak dimuka bumi, dengan lapang dada… dengan selalu berusaha mempermudah orang-orang disekeliling kita untuk beribadah (yang sesuai dengan tuntunan Islam) kepada Allah karena dengan demikian Allah juga akan memberikan kemudahan bagi kita untuk mendekat padaNYA. Amin….. Ya Rabbil Alamin…

Kebenaran datang dari Allah, kekhilafan milik saya semata yang masih dangkal ilmu. Ya Allah…. ampuni saya

Iklan

17 Komentar

  1. kakanda said

    Selingkuh ? Ngga deh, selain dosa besar juga ngga bertanggungjawab. Tapi jalan ini tidak terlalu banyak rintangan lho, kata orang

    Mau jalan taqwa ? ujiannya banyak seperti ditulisdisini

    Hidup memang pilihan, beruntunglah suami bunda Yanti, punya istri yang “pengertian”

    Yanti :
    Hmmm saya berharap anda “tidak menilai saya terlalu tinggi”… karena ketika Perjalanan hidup membawa kita pada pilihan keputusan… Saya berharap…, saya memohon pada Allah azza wa jalla… bukan jalannya orang-orang yang dimurkai Allahlah yang kita ambil… siapa yang sanggup menjamin… keimanan kita selalu top? Jadi… ingatkan saya disaat saya lalai… dan mudah-mudahan Allah juga memberi saya kesempatan untuk mengingatkan anda….
    Jazakumullah khairan katsiran untuk tulisan anda…

  2. djunaedird said

    Selingkuh terjadi karena pihak suami/istri tak mau berbagi. Mau menangnya sendiri. ūüėõ
    Untuk menghibur diri, the other (man/woman) bisa jadi pilihan ūüėÄ
    Tapi alhamdulillah, hingga saat ini saya belum pernah melakukan (lagi) :mrgreen:
    Lagi ‚Ěď
    Maksud saya, saat pacaran dulu (memang) sering bercabang-cabang ini hati ditambatkan.

    Yanti :…
    Ya… begitulah ketika… hukum-hukum Allah tidak ditegakkan, akan banyak yang terdzalimi…
    seperti e-mail dari Riyadh dalam postingan saya beberapa hari yang lalu…
    Hmmm…..

  3. alin said

    Ayat tentang poligami memang sering diributkan, ayat lainnya tentang lelaki muslim dan 40 bidadari sering jadi bahan olok-olok tanpa melihat isi dari Al Quran keseluruhannya. Secara pribadi yang namanya poligami saya belum bisa menerima, yah balik ke ego masing-masing.

    Yanti :
    Sahabatku… ketika api cemburu membakar “Aisyah binti Abu Bakar Ash shidiq ra”. Beliau… berdiri…bersandar pada sebatang pohon…, pohonpun… hangus… Siapa yang pernah bilang… kita kaum muslimah… rela menerima… hukum poligami?…. Masalahnya adalah… kerelaan pada Allah swt harus lebih besar dibandingkan kerelaan kita pada sesama makhluk. Dan poligami adalah salah satu dari ketentuanNYA yang harus kita relakan…ya…. Its not easy… really… dan sungguh disaat-saat seperti itulah seorang muslimah… sangat membutuhkan bantuan sesama muslimah yang lain… agar dapat selalu tegak berjalan dibumi Allah. Agar tidak setapakpun bergeser dijalanNYA.
    Maafkan kata-kata saya bila menyakiti….
    Insya Allah pemahaman akan tumbuh…. tumbuh terus… hingga kesempurnaan. Insya Allah.
    Saya mendoakan… agar Allah selalu menaikkan derajatmu sahabat sehingga tidak akan ada lagi keraguan

  4. kakanda said

    Hampir 99,99% wanita, tidak rela di poligami, dan itu fitrahnya, (karenanya tidak diperlukan izin istri untuk menikah lagi). Bagaimana cemburunya Aisyah ra pada Khadijah ra, bagaimana cemburunya Aisyah ra, Hafsah ra pada Maria ra, bagaimana … (lihat timeline disini )semuanya dibingkai dalam kerangka iman
    Benar kata bunda Yanti:

    “kerelaan pada Allah swt harus lebih besar dibandingkan kerelaan kita pada sesama makhluk. Dan poligami adalah salah satu dari ketentuanNYA yang harus kita relakan‚Ķ”

    Landasan cinta sejati adalah kepada ALlah, makhlukNYA yang kita cintai, juga karena ALlah. Kuncinya mari sama mendekat pada ALlah.

  5. Rina said

    Assalamualaikum…
    Mbak, jadi intinya gimana? Anda setuju dengan poligami atau tidak?
    Dulu saya adalah salah satu orang yang tidak mempunyai pendapat tentang poligami. Karena saya merasa ilmu saya belum mencukupi untuk itu.
    Namun beberapa hari ini saya diberi pengertian oleh teman saya mengenai poligami. Dan untuk saat ini saya bisa menerima adanya aturan poligami, meskipun mungkin saya belum pernah merasakan. Tapi saya punya cita2 saya tidak akan melarang suami saya bila dia akan berpoligami.

    Yanti:
    Waalaykumsalam…. ukhtifillah
    Hmmm… insya Allah saya setuju….
    apapun alasannya Allah tidak akan pernah… bermaksud “menganiaya hambaNYA”….

  6. setuju, tidak berarti mau?

  7. yanti said

    Ha ha ha… anda senang “bermain kata” ya…

    Seperti sudah saya sampaikan tidak ada seorang perempuanpun yang jujur ikhlas mau dilibatkan dalam perkawinan poligami (termasuk saya tentunya…)

    Lalu… apakah itu penting???

    Karena sebetulnya… itu hanya satu dari sekian macam ujian yang Allah berikan… (bisa jadi ujian itu kematian, kekayaan, tidak punya anak, punya anak banyak, cacat badan, cacat mental, bangkrut dsbnya)… Tidak semua orang suka ujian (seperti UAN yang sekarang sedang diributkan).. tapi… bila kita ingin “naik level” kita harus ujian… (Setiap orang ujiannya berbeda… tergantung “specialisasi” yang dia miliki.)

    Jadi sekali lagi…, saya tidak ingin berbicara tentang “perasaan” . saya hanya ingin berbicara bagaimana seharusnya… seorang muslimah dan masyarakat islam menghadapi “ujian poligami”…. dan bagaimana hasil dari ujian itu… Wallahu alam….

    Hanya kepada Allah kita berlindung dari hal yang menyesatkan dan Hanya kepada Allah kita mohon pertolongan untuk selalu dijagaNYA, dituntunNYA menuju Ridho Allah.

  8. Jems said

    Secara emosi, saya juga bisa membayangkan bagaimana perasaan si Istri bila Suaminya berselingkuh. Sakit memang. Tapi, kalo kondisinya dibalik bagaimana Bu? Maksud saya, Kalo yang selingkuh itu Istri. Bagaimana y kira2 perasaan Suami? Lagu “Mr. Brightside” mungkin bisa menggambarkan kondisi ini kali ya.. Secara, lelaki itu kan pride-nya tinggi. Selain itu, secara fisiologis juga beda kan antara lelaki dan perempuan. Wong kalo perempuan cerai aja ada masa iddahnya to?
    Saya sepakat dengan Ibu kalo zina itu dilarang. Tapi kebanyakan artikel yang saya temui, membahas kalo yg selingkuh itu si Suami. Jarang saya temui artikel yg membahas peselingkuhan pihak Istri.
    Maaf Bu kalo komentar saya rada ngawur, saya masih ijo, blom banyak pengalaman. Hehehehe.. Nice post Bu. Makasih..

    Yanti :
    Kalau… yang selingkuh perempuan…

    (maaf ini hanya berdasarkan apa yang saya tahu… mudah-mudahan kalau ada yang tidak tepat, pembaca yang lebih tahu… bisa mengoreksi… untuk kebaikan kita semua)

    Allah meletakkan perempuan ditempat yang terhormat. dan Allah tidak pernah membedakan laki-laki dan perempuan
    (see in “seandainya aku laki-laki“)
    Karena itu aturan-aturan untuk pezina… sama. Laki-laki atau perempuan mendapatkan hukuman yang sama (see in :”Celana Bergembok dari Kota Batu“)

    Sungguh Islam adalah agama yang adil. Yang Benar datangnya dari Allah, sedang kesalahan, karena kekurang tahuan saya akan Ilmu Allah.

    Mudah-mudahan kita tidak pernah digolongkan sebagai kaum yang dimurkai Allah… Amin

  9. ade putra said

    ass

    Luar biasa Ukhti,,,,,,,

    wass

  10. yanti said

    Alhamdulillah Jazakallahu kh kn. semoga pujian anda akan menjadi doa yang diijabah Allah… karena tidak ada satupun yang menjamin keimanan seseorang selalu diatas…

    Syukron… sudah mau mampir….

  11. ajidedim said

    mmm rame juga nih…masalahnya kembali pada keikhlasan sosiologis, keutuhan memahami Islam yang dapat dijalankan secara sosiologis…perasaan itu kan muncul karena adanya sistem sosial yang membentuk sejak awal setiap orang sebagai individu dan berinteraksi dengan nilai-nilai sosial saat ini…yang bukan murni 100% Islam, tapi telah banyak nilai lain yang masuk, masalahnya nilai-nilai sosial saat ini kan banyak terkontaminasi koneksitas gender versi barat. dari sinilah sistem sosial memang memunculkan perasaan ingin memiliki suami satu, semua “hanya untukku”, ya deket-deket antroposentrisme wanita gitulah (hehehe)….nah ini yang sulit karena sistem pendidikan kita juga telah terkontaminasi dengan hal tersebut, sedangkan qur’an terpojokkan dalam terma kewajiban saja akhirnya…
    salam kenal, thanks
    http://ajidedim.wordpress.com

    salam kenal (lagi) ya pak…

    jika tidak berpegang pada aturanNYA
    jika hukum Islam bukan yang kita kerjakan
    Jika adat istiadat selain Islam yang menjadi adat kebiasaan

    Jazakallahu sudah kembali bersilahturahmi….

  12. Farihik said

    kalo Aturan Islam tidak dilakukan oleh orang Islam
    kalo Aturan hanya dibuat untuk memberi puas pada mayoritas
    kalo Aturan hanya untuk yang lebih banyak….
    hiiii takhut akhu melanjutkannya…

    Enak cuma sebentar,….
    adzabnya tiada terdengar,…
    kini esok atau kapanpun kita sadar,…

    enake se-klentheng
    susahe ketiga-rendheng (orang jawa)…

    Kok menggadaikan kebahagiaan sejati
    untuk kenikmatan tiada arti….

    wal- ‘Iyadzu billah

    Ya Allah jadikanlah kami kaum yang berani… berani untuk membawa kebenaranMU dimuka bumi

  13. Bayrak said

    do you know any information about this subject in other languages?

  14. nenyok said

    salam
    Kalau perselingkuhan emosional gimana Mba ??, apa dosanya identik dengan selingkuh secara fisik katakanlah kalau berselingkuh fisik bisa dipastikan melakukan perzinahan kan? trims.

    Hmmm jika kita berbicara dari kacamata Islam… yang namanya zina itu…. banyak macam dan bertingkat-tingkat… dari zina mata (yang suka “jelalatan” ya…. hayo!!!) Yang suka zina pikiran… (hayo… buat yang suka mikir yang “ngeres”…) sampai zina tangan… zina bersetubuh….

    Hukumannya… Allah Maha Adil… untuk zina yang belum sampai “bertemunya… dua organ reproduksi”… (Ya Allah lindungilah saya dan sahabat-sahabat terkasih ini) Allah memang akan mengazab… (sesuai… dengan “laporan anggota tubuh tersebut dihadapanNYA, di Yaumil Akhir jadi bukan sekarang…. itu sebabnya banyak manusia..yang “tenang-tenang” saja… merasa.. tidak apa-apa jika… “sedikit main-main”…..hmmm siapa yang tahu… buku “catatan amalan kita….. hmmmm)… untuk “meringankan” dan insya Allah “menghapus”… azab tersebut… dengan segera melakukan Tauban Nashuha… (Tobat yang sebenar-benarnya tobat… gak mau ngulangi lagi)

    Sedangkan untuk yang sudah berzina hingga bertemu dua organ reproduksi… jika ia masih bujangan hukumannya cambuk 100 X, tapi jika sudah menikah… dirajam sampai mati… (Ya Allah jangan pernah… kami membiarkan… hal ini terjadi….) itu hukum dunia…, hukum akhirat…. Wallahu alam… saya tidak tahu….

    Mudah-mudahan… apa yang saya sampaikan tidak menyalahi aturanNYA… karena sungguh hanya Allah tempat bermuaranya segala kebenaran

  15. Assalamu’alaikum

    Bunda, tulisan ini aku copy-print, buat obrolan di malem hari dengan istri.
    boleh khan?

    Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh…
    Silahkan saja… hanya… kalau boleh pesan… niatkan pembicaraan ini dengan ikhlas…
    (maklum… ini adalah “topik sensitif” untuk para perempuan)

  16. rhainy said

    ehm….kalo udah soal poligami…pasti deh jadi rame… hehehe…
    apa kabar anak2 mbak yanti??

    He he he… iya… lebih rame dari kejuaraan Thomas dan Uber kemarin ya…
    Alhamdulillah anak-anak sehat… lagi gencar-gencarnya.. persiapan untuk ujian akhir semester
    Sebenarnya… lagi pengen posting tentang anak-anak juga tuh… tapi… kameranya… ngadat… gak mau kirim foto-fotoku ke CPU… ya… jadinya ditunda dulu..
    Jazakillah untuk perhatiannya…
    “keluarga” anda sehat semua???? Alhamdulillah

  17. neila said

    Yanti,

    thank juga atas salamnya.

    Mengenai autism, saya banyak belajar dari puterakembara. Saya lihat sudah ada link ke bu Diyah Puspita segala. Beliau-beliau berpengalaman dan lebih punya folder mengenai pedagog atau terapis yang kampiyun.. Sedangkan saya baru belajar melalui riset saja.

    Cerita-ceritanya menarik dan inspiring. Sukses yah..

    Terima kasih kembali.. senang menerima kedatangan anda..
    Ya.. saya juga suka buka “putra kembara”. Bagus-bagus isinya… banyak yang bisa dijadikan contoh penyelesaian masalah.
    Oya.. kemarin saya ke “BRT” yang dicempaka mas, alhamdulillah ibu Ages,.. seorang pedagog dan pengajar disana mau berbicara dengan kami (saya bersama imam kesana). Dan Alhamdulillah.. banyak yang saya dapatkan dari beliau.. terima kasih ibu Ages..

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.