“Kartu Kredit”

Wah… wah… wah…
“kena deh saya”

Saya punya kartu kredit… (suami si… saya cuman kartu tambahan)
la… dengan “kebodohan” saya, saya baru saya tahu kalo…ada sebagian ulama yang berpendapat hukumnya kartu kredit jatuh di “riba” Walah… walah….

Apakah hanya saya yang tidak tahu… ya…????
Kalau manusia yang lain sudah pada tahu… kok dinegara yang mayoritasnya muslim ini penawaran application Credit Card… dimana-mana… di supermarket, di kantor-kantor, di mal.. dan untuk kondisi tertentu… ada iming-iming hadiah…lagi… (misalnya program member get member, bonus bla-bla)

Selain sudah jadi “gaya hidup masa kini”. Ada tempat-tempat tertentu yang tidak memberikan “pelayanan” kalau tidak bisa menunjukkan kartu ajaib tersebut. misalnya… Ruang tunggu VIP di bandara, hotel-hotel diluar negeri… transaksi… di dunia mayapun…maunya pake “kartu itu”

Bisa terbayang kan… kalau semua “koneksi” diputuskan.

Saya dengar juga ada… yang namanya “Credit Card Syariah” yang baru saja diluncurkan oleh sebuah instansi bank.di Indonesia…… seperti halnya negara tetangga kita (Malaysia) yang (konon) sudah lebih dahulu menggunakannya.

Hmmm saya harus banyak belajar dulu… tentang ini.. buka yuk klik disini, disini
disini
Kalau sudah baca… “wajib” beri komentar dibawah ini ya….

Ya Allah… biarkan kami belajar dari ketidak tahuan ini, membuat sebuah trobosan-trobosan baru demi menjaga “CahayaMU”

Iklan

11 Komentar

  1. ajidedim said

    good enlightenment process…

    Jazakallahu khairan katsiran…

  2. studiosatu said

    Tentang ribanya bisa di jelasin lebih jauh dong..

    btw kunjungan balik ye… ūüôā

  3. qpulsa said

    wah jdi gimana donk kalau gitu pusing kan…
    http://qpula.wordpress.com

  4. n0vri said

    menurut pendapat saya, kartu kredit bisa jadi riba, bisa juga bukan, tergantung transaksi yang kita lakukan.

    Jika kita gunakan sebagai alat pembayaran dan selalu dilunasi ketika jatuh tempo, maka menurut saya itu tidak riba. Kita berhutang sekian hari kepada Bank dan kemudian kita bayar lunas pada saat jatuh tempo dan Bank tidak mengenakan bunga apapun. Jadi tidak ada bunga, tidak ada riba.

    Tetapi jika kita bertransaksi kemudia tagihan atas transaksi itu tidak kita bayar sekaligus (misalnya hanya membayar minimum payment), kemudia Bank mengenakan bunga atas transaksi itu, maka itu memang riba.

    CMIIW.

  5. yanti said

    Menanggapi sahabat novri, dan studio satu…

    Saya juga masih belajar dan meraba-raba tentang postingan yang satu ini… kalau gak keberatan… baca deh…. penjelasan yang lain di https://maaini.wordpress.com/2008/04/09/kartu-kredit-riba/

    khusus untuk Qpulse…
    Emang kadang kala “dunia” melenakan dan menipu…

    Sehingga dalam situasi seperti ini, pertanyaannya adalah : (sama kalau kita sedang menuju kota yang kita belum pernah datangi) “maukah saya… untuk kembali melewati jalan sesuai peta bila ternyata saya salah ambil jalur ke kota A?”

    Hmmmmm

  6. mo_cab said

    Halloo…
    Mending jgn pake kartu kreditlah….syukur2 anda bisa melunasinya jatuh tempo. Awal2 kita biasanya rajin, tp lama2 tahu dengan kemudahan berhutang dengn CC, suatu saat kita tidak mampu melunasinya dgn sekaligus, akhirnya bayar minimu tiap bulan. Makin gede hutang anda, bunganya makin gede. Karena bunga bukan dihitung dari sisa yg harus anda bayar, tp dari total tagihannya

    So be smart with plastic money. Saya lebih senang belanja dengan debit card karena kita membeli barang sesuai dengan kemampuan keuangan kita.

    iya pak…, kecuali “darurat”… misalnya… mesti bayar operasi segera… udah cari pinjaman gak dapat-dapat… begitu ya pak?
    Terima kasih… sudah berkomentar disini….

  7. wanchee said

    waduh…repot dong

    Hmm iya si… memang repot…

    Coba deh mas… enak mana beefstick.. sama telur goreng???
    Mestinya beefstick ya… (he he he emang tergantung selera si… tapi pada umumnya)
    Buatnya… repotan beefstick…, bahannya… mahalan beefstick…, prosesnya… lamaan beefstick….
    So… begitulah… jika kita mau bersabar.., mau menahan diri…, mau bekerja keras… kita akan dapatkan yang lebih enak… dari yang “biasa-biasa…”
    Dan… hidup ini penuh dengan pilihan… kita mau apa saja silahkan… tapi… kita gak boleh iri atau marah kalau orang lain dapat “lebih” dengan usaha yang “lebih”…. OK????
    (Sedihnya… kita baru tahu… kita dapat “lebih”,.. “pas”… atau… “kurang”… di padang Mahsyar… disaat kita gak mungkin bisa “kembali”.. atau berusaha menjadi lebih baik ya… so… Laa haula walaa quwata)

  8. wox said

    hmmf… bertebaranlah di muka bumi aja kata Allah, baik online maupun offline, ūüėÄ CC bagian dari perekonomian saat ini so? menurutku c bloeh2 aja… Islam juga harus maju dalam bidang jaringan ekonomi bisnis international, salah satunya memanfaatkan kartu kredit, yo jane koyo utang tp yo piye maneh, yang syariah belum pada support je… kita cuma bisa teriak halal haram tapi gak pernah ada solusi…!! gak bisa berbuat apa2 untuk kemajuan Islam itu sendiri, sedih.. hukz…
    semoga islam semakin maju…

    Hik hik… memang… mudah-mudahan kita belum termasuk warga akhir zaman (yang banyaknya seperti buih dilautan…, tapi… gak ada gunanya…. dan dijadikan obyek untuk segelintir manusia) Laa haulaa walaa quwata illa billah

  9. Untuk menghindar dari era kartu kredit memang akan sulit di zaman sekarang ini apalg bagi mereka yang memiliki kepentingan di dunia internet, yg otomatis kartu kredit menjadi media transaksi.
    Meski sudah ada pembayaran menggunakan PayPal namun tetap saja dlm proses registrasinya kita akan membutuhkan account kartu kredit. Serba susah juga ya.
    Kartu kredit syariah mungkin bisa menjadi alternatif namun itu pun masih menjadi bahan perdebatan beberapa org tentang ‘kesyariahannya’ sehingga agak kurang berkembang di negara2 mayoritas muslim. Semoga saja para ahli ekonomi Islam bisa mencari solusi yang tepat dan sesuai syariah bagi umat khususnya kartu kredit ini.

    Iya mas… saya juga ngerasain..hal yang sama kalau berhubungan dengan transaksi keuangan di dunia Maya… (hik hik hik)

  10. juraganwalet said

    emang negara kita yang mayoritas muslim, engga hidup dari pinjaman LN? kan pake riba! emangnya jalan yg kita pake, dibangun engga pake pinjaman? masa kita mau ketinggalan jaman, atau mau dijajah lagi kali?????????????

    Lalu… sampai kapan… kita akan terlibat??????

  11. Mahardika said

    Pusing dengan Kartu Kredit Anda?
    Kami solusi tepat bagi masalah anda.
    -Stop Bunga
    -Diskon
    -Bayar Sesuai Kemampuan.
    -Proses Hukum dan Legal.

    Walah… gitu ya mas…
    Gimana… kalau jangan sampai pusing….. kita gak pake kartu kredit aja yah….
    Boleh kan?????

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.