Oprah dan Islam

Satu lagi dari Oprah yang makin bikin saya “terpesona”

(saya sunting dari : “Deskriminasi Islam dalam Oprah Show

Dalam episode yang ditayangkan siang itu, fokus pembicaraan adalah tentang diskriminasi rasialis terhadap umat Islam. Ceritanya, selama 30 hari penuh, seorang lelaki dari AS yang apriori terhadap Islam diajak tinggal bersama sebuah keluarga Muslim dan bahkan disuruh `menyamar’ sebagai seorang Muslim, lengkap dengan janggut dan pakaian gamis panjang seperti yang dipakai oleh orang-orang Arab. Salah satu misinya adalah mengenali kehidupan seorang Muslim yang sebenarnya dan merasakan sendiri , bagaimana rasanya menjadi seorang Muslim yang sering menerima diskriminasi oleh orang lain di AS.

Singkat kata, ia merasakan betul bagaimana pahitnya menjadi seorang Muslim yang dicurigai hanya lantaran janggut dan baju gamis, padahal semua tuduhan itu sama sekali tanpa bukti. Ia telah berkeliling kota dengan penampilan seperti itu, dan respon instan yang diberikan orang-orang terhadapnya sangat menyakitkan. Bahkan sebagian besar warga AS yang diajaknya bicara secara terang-terangan menolak untuk tidak mendiskriminasikan umat Islam karena mereka yakin betul bahwa semua Muslim adalah teroris.

Di sisi lain, 30 hari yang dihabiskannya bersama sebuah keluarga Muslim benar-benar Menunjukkan sebaliknya. Ia merasa bahwa keluarga itu sangat harmonis, dan meskipun banyak kebiasaan yang tidak dipahaminya, namun iamengakui bahwa banyak masalah bisa terpecahkan dengan ajaran Islam.

Salah satu bagian yang paling menarik adalah ketika lelaki itu duduk dan mengobrol bersama istri sang tuan rumah berdua di sebuah ruangan. Kemudian sang tuan rumah datang dan mengatakan bahwa dalam Islam dijelaskan bahwa ketika dua orang lawan jenis yang bukan muhrim dan bukan suami istri berada dalam satu ruangan, maka akan ada pihak ketiga bersama mereka, yaitu syetan. Hal pertama yang dipikirkan oleh sang lelaki non-Muslim tersebut adalah bahwa prinsip ini benar-benar gila.

Tapi di hadapan Oprah dan semua penonton di studio saat itu, akhirnya ia mengakui bahwa prinsip hubungan antar lawan jenis dalam Islam seperti demikian itu sepertinya benar-benar bisa mengakhiri banyak masalah yang terjadi dalam pergaulan di AS yang serba bebas. Pencabulan, perzinaan, penyimpangan seksual, perselingkuhan, sampai penyebaran HIV / AIDS pun bisa dicegah dengan cara ini, lebih efektif daripada cara apa pun.

….dan saya pun terpana dengan mulut terbuka lebar mendengar pengakuannya. …

Saya tidak pernah menyangka seorang non-Muslim akan dengan begitu beraninya mengakui kebenaran Islam di hadapan begitu banyak kamera televisi. Dan walaupun saya mengakui keberanian Oprah dalam mengangkat tema-tema yang kontroversial, saya tetap terpana melihat bagaimana ia berani menggiring acara /talk show/ tersebut dengan cara yang amat objektif.

Oprah telah membuka jalan bagi syiar Islam, yaitu dengan membuktikan bahwa keteladanan akan menghancurkan semua asumsi yang salah. Kalau mereka tidak mau percaya pada kata-kata, maka buktikanlah dengan perbuatan! Buktikanlah bahwa umat Islam bukan teroris!

Dan kita memang mampu memberikan solusi, asalkan kita terus berpegang pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Tidak ada petunjuk yang lebih jernih daripada keduanya. Sesungguhnya kebenaran adalah kebenaran. Tidak peduli ras mana pun, bangsa apa pun, atau bagaimana pun keadaannya, kebenaran akan selalu diterima sebagai kebenaran. Kalau mereka menolak, mungkin karena mereka belum melihat buktinya.

Tugas kita sekarang adalah memberi pembuktian!

Ya… seandainya… kita bisa dengan luwes menunjukkan dengan akhlaq kharimah… dalam kehidupan sehari-hari, dalam berbinis, dalam berinteraksi dengan lingkungan, dalam bernegara dalam apapun juga… Insya Allah… tidak satupun yang dapat mengecam Islam tanpa merasa “kagol”.

Seperti halnya cerita tentang Nabi saw yang dinyatakan sebagai penipu… dengan mengada-adakan Al-Qur’an… sedang kaum Quraisy sendiri mengakui bahwa Nabi saw adalah orang yang paling jujur yang ada didunia. (Benar-benar kagol… ucapan kaum quraisy dibantah oleh mereka sendiri….. hmmm that’s.. excelent)

Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dari hal yang terkecil dan dari saat ini juga kita perbaiki ke-Islam-an kita masing-masing. Ayo…. siap takut??? (hmmm saya ngikuti… semboyannya ustadz Aa’ Gym)

Iklan

4 Komentar

  1. Ass. wr. wb.

    Terharu membaca artikelnya. Sangat bagus!

    Alhamdulillah… sungguh segala pujian itu hanya Allah yang berhak…
    Saya juga udah “ngintip” ke Rumah Islami… kayaknya… saya akan sering “ngutip” tulisan disitu… boleh kan?.. Bagus-bagus banget.

    By the way… makasi ya… udah mampir…

  2. jookut said

    Yup, Islam is perfect and we need to apply Islam in our daily life.

    “Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudallil muttaqiin” QS Al Baqarah. (2) : 1
    There’s no doubt in Al-Qur’an.. Dirrection for muttaqin

  3. Max said

    Allahu akbar!!!

    Allahu Akbar… Laa illaaha illallaah

  4. yodama said

    Gak nyangka, ternyata di Oprah pernah mbahas itu tho. 😯 pasti seru tuh.

    Sepakat bu dgn, “Sesungguhnya kebenaran tetaplah kebenaran”. Sebagaimana jg dg berlian tetaplah berlian sekalipun didapatkan dr tempat yg jorok dan berlumpur.

    Barangkali emang perlu ada pembuktian thdp orang2 negaranya Obama itu kali ya. Konon, setelah peristiwa 9/11 banyak warga USA yg malah cari info ttg Islam, Apa itu Islam? Justru peristiwa itu malah menjadikan syi’ar Islam makin berkembang.

    Yah.. Allah Maha Adil… ketika Islam di hinakan… secepat itu… Cahaya Illahi akan makin kuat memancar… Insya Allah…

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.