Muslimah dengan Pribadi Utama

Hmmm sekali-kali bole ya… saya bicara tentang “kesempurnaan”
Sempurnanya seorang muslimah.

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya,”Abie ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?”

Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum.

Anakku…
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan
hati yang ada di baliknya. Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi
dilihat dari sejauh mana ia menutup bentuk tubuhnya. Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya
kebaikan yang ia berikan, tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu. Akhwat sejati bukan di lihat dari
seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahlian berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
“Lantas apa lagi ya abi?” sahut putrinya.

Ketahuilah putriku….
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia
berani mempertahankan kehormatannya. Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi,
dilihat dari kekhawatirannya dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dari besarnya ujian yang ia jalani tetapi ,
dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah….
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana
ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

Setelah itu sang anak kembali bertanya, “Siapa kah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, ABI?”

Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,”pelajarilah mereka!”
Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rasulullah”.

Saya cuplik dari:“Muslimah TOP Banget”

Saya… suka “pesimis” kalo… baca-baca tentang… muslimah-muslimah panutan. Karena… saya ini benar-benar jadi muslimah karena turun temurun dan “modal nekat”…. Darimana saya akan memulai meraih cita-cita saya jadi muslimah seperti itu…? (kadung… “mbulet”… sifat-sifat “salah jalan” saya) Apa yang yang bisa saya jadikan buku panduan untuk jalan…?

Wah.. alhamdulillah… saya ketemu seorang guru… yang dengan senang hati… membimbing saya… Oya… disini… saya juga mau berbagi dengan anda…

Oke.. “session I”
1. coba gak tinggal sholat 5 waktu…
Bikin catatan ya… tentang ini…, (pake buku kotak-kotak anak TK juga boleh kok) seperti ini contohnyahari1

Oya… jangan lupa untuk mencantumkan jam dan tanggal dibawah kolom yang sudah kita beri tanda “cross”, untuk menyatakan kita sudah sholat…
Kalau ini sudah dilakukan 6 minggu tanpa ada “bolong”…. (kalau sedang berhalangan tidak dimasukkan dalam “catatan ya…”) Insya Allah siap untuk tahap berikutnya…

Satu lagi…. di kolom keterangan… tolong dituliskan buku-buku/bacaan Islami yang dibaca bersamaan dengan proses “belajar sholat” tadi.
Misalnya : “catatan harian seorang istri” karya Asma Nadia

Oke… tunggu… ya… kelanjutannya. Semoga sukses…

Seterus….

Iklan

Komentar ditutup.