“Barney”

saya sangat suka dengan “Raksasa Unggu” itu…

Hampir tiap hari putri kecilku ingin melihatnya.. (dan ini memang saya masukkan dalam program belajarnya… untuk melatih pemahaman dan “rasa nyambung”nya)

Berdua… kami melihat gerak-gerik si… Barney di TV.
Badannya yang tambun.. tidak menghalangi gerakan lincahnya menari… (he he he putriku suka meniru-niru gerakkannya, dan memintaku untuk menari bersamanya… he he he)
Wajahnya… yang sangat menggemaskan… bikin putriku betah menontonnya.

Dalam satu edisinya “Manners”
saya melihat… ucapan-ucapan sederhana… yang diajarkan Barney…. “tolong”, “terima kasih” “bolehkah saya” “maaf”……
Wah… kayaknya.. saya kena lagi deh….

Karena saya sering lupa untuk mengucapkan kata-kata itu… ketika berbicara dengan putra-putriku…, dengan tukang becak, tukang parkir, pembantu, penjual sayur… dsnya… Tapi… sepertinya jadi otomatis… terucap ketika saya bertemu.. dengan ibu/ bapak pejabat, atasan suami dikantor,… mertua…pokoknya yang saya “hormati” deh…
Apa ya… saya ngerasa… mereka-mereka itu… tidak perlu saya beri ucapan terima kasih… karena “sudah selayaknya” mereka melaksanakan yang saya mau. Sedangkan untuk “level” yang lain ada perasaan “waduh… beruntung banget saya diberi perhatian seperti itu…, jadi seharusnya saya mengucapkan kata-kata itu untuk beliau-beliau.

“kata Barney”… bila hal itu kita kerjakan… menunjukkan… “how care.. we are to the other people….”.ya.. iya iya… dengan kita berucap seperti itu… menyadari… kalau mereka-mereka itu “exsist”… bukan “pelengkap” dalam hidup kita. Dan ini “Islam banget”… karena Islam sangat menghargai tiap-tiap amalan makhluknya… walaupun hanya sebesar partikel atom dibelah satu milyard”

Saya suka “ngomel” kalau anak-anak pulang sekolah gak langsung ganti baju dan meletakkan tas, sepatu, baju kotornya… ditempat-tempat yang sudah ditentukan. hmmm mestinya… saya juga harus terima kalau anak-anak saya protes.. karena setelah itu saya tidak berterima-kasih kepada mereka…
(Yang sudah selayaknya mereka dapatkan) Karena mereka sudah “meringankan” beban saya “tidak mengomel” dan “rumah tetap sedap dipandang mata” artinya… mereka care terhadap saya, care terhadap rumah.

Hmmm (mulai lagi nih… mimpinya…) Seandainya ada “Barney-Barney” yang dapat “menyampaikan pesan” kepada bapak-bapak dan ibu-ibu diluaran sana… bahwa… rajin mengamalkan kata-kata “ajaib” itu akan ada saling “care”… akan ada banyak kemudahan untuk semuanya…

Gak lagi ada antrian minyak tanah, gak akan ada lapindo, gak lagi ada antrian beras, gak ada BLBI, gak ada “Kasus Jamsostek” gak ada inflasi tinggi seperti sekarang……seperti kata Barney

I love You
You Love me
We are happy family………..

Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki mapun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan KAMI berikan kepadanya kehidupan yang baikdan sesungguhnya akan KAMI beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”
QS An Nahl (16) : 97

Iklan

Komentar ditutup.