“Beda Cara Pandang”

Hidup memang penuh dengan warna…
Karena itu hidup jadi penuh makna…

Saya baru paham… kenapa orang suka “berkelompok” dengan teman yang sependapat…. Karena susah “nyambungnya”… kalau sama yang gak sependapat!!!!!

Kalau dipaksain… sama dengan cerita 3 orang buta yang pergi ke kebun binatang, mau lihat gajah. Karena… mereka buta, petugasnya… memberi kelonggaran untuk memegang.
si A : karena yang terpegang perutnya… akan bilang… gajah itu… seperti dinding… “lebar sekali”….
si B : karena yang terpegang ekornya… akan bilang… gajah itu seperti ular… kecil,panjang, dan ada rambutnya….
si C : karena yang terpegang kakinya… akan bilang… gajah itu… seperti tiang.. bulat dan tinggi…
Susah kan… nyambungnya… padahal yang diomongin sama GAJAH.

Untuk itulah… sebenarnya Islam lahir… memberikan kesatuan & kesamaan wawasan pada setiap kelompok manusia,… apakah dia guru, apakah dia murid..apakah dia tukang jalanan.. apakah dia preman apakah dia politikus… wanita… nenek-nenek dan lain sebagainya….

Sedikit orang yang paham tentang prinsip “Islam Rahmatan lil Alamin”… lebih sedikit lagi orang yang mau mengamalkannya. Ingin bukti????
Ini tentang kasus saya baru-baru ini…, cara pandang tentang pornografi, tentang sex, tentang tempat yang pantas untuk bicara.
Buat segolongan orang “berbaju bikini”… itu hal yang wajar gak perlu diributkan. sedang bila mengacu ke Islam… dari belahan bumi manapun.. pasti setuju itu… sudah melanggar batasan mempertontonkan aurat.
Buat segolongan orang bicara tentang sex… dengan cara yang memancing2 bahkan mendiskripsikan dengan jelas… itu… bukan apa-apa… bahkan “lucu… aja”. Buat Islam… jelas hukumnya… “haram”
Itu baru cara pandang… untuk menjalaninya… (ampuni saya Ya Allah… tidak ada maksudku untuk merasa lebih baik dari makhluk MU..yang lain. ) yang sudah Islampun.. masih banyak tidak mau menjalani syariat-syariatNYA.

Sudah FitrahNYA… kalau ada yang gak sesuai aturanNYA itu… “menyenangkan dan punya daya pikat luar biasa”. Ini sesuai dengan ikrar Iblis untuk selalu mengajak kearah kesesatan. (Iblis… sangat istiqomah.)

“Dan apabila engkau melihat mereka, tubuh mereka mengagumkanmu. Dan jika mereka bertutur kata, engkau mendengarkan tutur-katanya. Mereka seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa setiap teriakan ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimana mereka dapat berpaling (dari kebenaran)?”
QS Al Munafiqun (63) : 4

“Jadi Orang Baik itu membosankan”… Hmmm pasti kata-kata itu pernah anda dengar…

Saya jalani… untuk “berusaha” jadi orang baik. Ternyata… engga’ tuh… engga’ membosankan kok…karena penuh dengan……perjuangan, ketetapan hati, tidak pantang menyerah, belajar untuk tutup kuping dari “omongan-omongan yang menyesatkan” tidak jarang harus dengan pengorbanan dan air mata. Soooo…….Colorfulll……(Jadi ingat… apa yang selalu saya ucapakan untuk anak-anak saya,… ternyata saya juga sama… butuh ada yang ngomong seperti itu…untuk saya sendiri…. {seandainya saja… ada yang mau ngomong….})

Satu hal lagi… yang selalu saya sampaikan pada anak-anak saya (ini saya tulis… karena saya pengen ngomong untuk saya sendiri)
Sing jenenge “lakon” mesti menange keri… mesti nguyune keri…
(yang namanya peran utama… itu pasti akan menang diakhir film dan pasti akan tertawa paling akhir…)

“Maka pada hari itu, orang-orang beriman menertawakan orang-orang kafir”
QS Al Muthaffifin (83) : 34

Aku merangkak di jalanku menuju kehormatan
dan mereka yng berjuang telah mencapainya..
Dengan kerja keras,dan melakukan usaha-usaha yang tidak sedikit
Banyak yang mencoba meraihnya, dan kebanyakan
merasa bosan dan letih selama dalam perjalanan
Tetapi…
mereka yang berada di jalan yang benar dan sabar,
telah berhasil memeluk kehormatan
Jangan bayangkan bahwa kehormatan itu
adalah apel yang bisa kamu makan
kamu tidak akan menggapai kehormatan
sehingga kamu bisa mengalahkan kesulitan dengan kesabaranmu.

Disadur dari “Don’t be sad” DR Aidh bin Abdullah al-Qarni, MA

Iklan

1 Komentar

  1. oliveoile said

    Beda cara pandang seperti yang ibu contohkan, saya kira tergantung dari tingkat pemahaman seseorang.
    Ya.. Memang jalan menuju surga itu tidak mudah, tapi jalan ke neraka sangat simpel dan mudah.
    Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu dalam naungan cahaya dan kasih sayangNya. Amin.

    Amin … Amin ya Rabbil Alamin
    Jazakallu khairan katsiran

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.