“Tekad Baja”

diambil dari “Don’t be Sad” by DR Aidh bin Abdullah al-Qarni, MA

Seorang remaja muslim berangkat ke London untuk belajar. Ia tinggal disebuah keluarga Inggris supaya bisa memicu kemampuan bahasanya. Ia seorang yang sangat taat kepada ajaran agamanya dan selalu bangun pagi untuk melaksanakan sholat shubuh. Ia berwudhu, menuju tempat sholat, bersujud kepada Tuhannya, mensucikan dan memuji namaNYA, seorang wanita tua di rumah itu selalu tertarik memperhatikan kebiasaan “anehnya”. Ia bertanya kepadanya setelah beberapa hari, “Agamaku menyuruhku untuk melakukan ini”.

“Tidakkah kau bisa menangguhkan ibadahmu samapi kau benar-benar telah beristirahat?” Ia kembali menjawab,” Tetapi Tuhanku tidak menerima shalatku jika aku menangguhkannya melewati waktu yang telah ditentukan”. Nenek itu menggeleng-gelengkan kepala dan berkata ,” Sebuah Tekad yang bisa menghancurkan baja”.

“Laki-laki yang tidak dikalahkan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan sholat”
QS An Nur (24) : 37

Perbuatan seperti itu memancar dari keteguhan iman, yang dilhamkan kepada tukang-tukang sihir Fir’aun. Mereka mendapat inspirasi untuk menyakini Allah, Tuhan Pemilik Semesta alam. Pada saat Nabi Musa dan Fir’aun saling berhadapan satu sama lain mereka berkata kepada Fir’aun :

“Kami tidak sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat) yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami, maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan”
QS Thaha (20) : 72

Itu adalah tantangan kepada Fir’aun yang tidak dihiraukan pada saat itu, Misi mereka tiba-tiba menjadi keinginan untuk menyampaikan risalah Islam yang benar dan kuat kepada orang atheis yang sombong.

Habib bin Zaid r.a menemui musailamah untuk mengajaknya masuk Islam. Musailamah malah menyiksanya dengan membacok tangan kaki Habib satu persatu. Selama kejadian itu, Habib sangat menderita tetapi ia justru tidak sedikitpun menangis, berteriak atau bergetar hingga akhirnya ia menemui Tuhannya sebagai seorang yang syahid.

“Dan orang-orang yang mati syahid di sisi Tuhan mereka bagi mereka pahala dan cahaya mereka”
QS Al Hadid (57) : 19

Begitulah.. janji-janji Allah… pada hamba-hambaNYA…
Di dunia nyatapun… saat kita ingin meraih sesuatu harus mempunyai “tekad baja” untuk melewati semua rintangan yang ada disepanjang jalan… bila tidak….tidak akan mungkin kita dapatkan apa yang kita mau… hmmm semakin tinggi “cita-cita” yang digantungkan semakin keras… usaha yang harus kita keluarkan untuk meraihnya…

Hanya kepada Allahlah kita berharap dan Allah adalah Dzat yang tidak pernah mengingkari janji….

Iklan

Komentar ditutup.