‘Progress Aini”

Hari ini genap 6 Bulan…Aini, si putri bungsu, gak sekolah di sekolah umum lagi.

Sejak itu… Aini, belajar dirumah (Homeschoolling).

Oya pelajaran “berharga” yang saya dapatkan disini adalah…
Anak-anak special needs (termasuk Autis didalamnya) seharusnya tidak boleh berhenti.. Terapi.. Heh… ini memang bukan pilihan yang menyenangkan… apalagi… kalau kepikir… biaya terapi… yang (Alhamdulillah) berkisar antara 50 rb s/d 200 rb per jam… (bandingkan bila sekolah umum… bisa untuk SPP sebulan ya… se-jam terapi mereka…)

Kenapa…??? karena pemahaman dan kebiasaan mereka (untuk menikmati) hidup sendiri-an…. akan menyulitkan guru-guru disekolah biasa.
Guru kelas di sekolah biasa harus konsentrasi pada 20 murid (mininal dalam 1 kelas ya) sulit untuk terusssss….. pay attention ke satu anak.

Memang… ada syarat-syarat yang harus di miliki seorang anak (termasuk anak-anak Special Needs) untuk bisa bersekolah yaitu :

1. Kesadaran akan diri sendiri yang di tunjukkan dengan keberhasilan bina diri (dapat mengontrol diri… untuk emosi, BAB dan BAK.)
2. Gerakan motorik Kasar…. sudah mulai terkontrol dan terarah
3. Gerakan motorik halus.. sudah mulai terkontrol dan terarah
4. Dapat berkomunikasi

Nah… guna Terapi adalah… menjembatani ketidak mampuan guru kelas “menghadapi” 20 anak bersamaan dan kekurangan anak untuk syarat-syarat belajar diatas. Bila ini masih “sulit” biasanya menggunakan jasa “guru pendamping” akan sangat membantu.

Saya… memang gak paham soal itu (baru aja lo… “ngeh”nya) akhirnya… Aini sempat 2 tahun lebih tidak Terapi. Ya… ada yang hilang dari apa yang sudah pernah dia kuasai ketika masih terapi 2 tahunan yang lalu) Maafkan Ibu dan bapak ya… nak.

Oya… dulu saya sempat.. “sombong”… bahwa saya akan bisa “mengurus” dan “mengajari” aini… (karena pertimbangan biaya) tapi ternyata tidak semudah itu… harus ada istiqomah, tekad baja, disiplin, tidak gampang terlena oleh “rayuan” anak (yang biasanya jadi hambatan untuk orangtua untuk meng-“handle” sendiri)

Akhirnya… karena pemahaman itu.. alhamdulillah …sekarang ini bulan ke 3 Aini terapi lagi… Jadwal Terapinya hari senin, selasa, kamis, sabtu dan minggu masing-masing 90 menit setiap kali pertemuan.

Hari Rabu dan Jum’at…. Aini berenang… dari jam 7.30 s/d jam 9.00
Diluar itu… saya dan Aini punya waktu khusus “bermain” berdua (minimal 1 jam sehari…) program saya… “main masak-masakan”, “main bersihkan rumah” “nonton CD” (Aini suka sekali dgn “DIVA”, “Barney” “Snow White” “Cinderella”) “main cuci baju” “main cuci piring” “main setrika baju” “sekali sekali melihat dunia luar…, jalan deh berdua keliling kompleks,.. atau jalan ke mall.. atau pasar atau main di paly-ground” dsb… dan makin hari… She’s great on it!!!!! Sungguh saya bangga pada apa yang sudah Aini capai.. Alhamdulillah… syukur tidak terkira pada Allah swt.

Rencana saya… Insya Allah… bulan juli nanti.. Aini akan kembali sekolah umum (Insya Allah Aini tetap terapinya… juga berenang)

Kalau ada yang tanya berapa biaya untuk pendidikan Aini…, saya hanya bisa bilang… Allah itu sungguh Maha Tahu… Maha Perencana… Maha Pemberi.. Maha Penolong… Tidak mungkin DIA yang mengamanahkan Aini… tidak akan memberikan jalan untuk kebutuhan Aini. Itu saja… Sungguh kami bukan orang berada… tapi ya itu tadi Haqul Yakin…
(Doa-in ya… Aini bisa seperti layaknya… anak-anak yang lain…. Jazakumullah khairan katsiran)

Oya… ini saya tampilkan “karya terbaru Aini…” Melatih perkembangan motorik halus”….Hasil Karya Aini tanggal 14 April 2008

Iklan

4 Komentar

  1. yudhistira31 said

    Mbak…di RA Istiqlal juga ada temen Rahma yang autis, memang benar-benar diperlukan kesabaran dan usaha yang luar biasa dari sang bunda…kegiatan setiap harinya juga terapi dan sekolah.
    Semangat ya mbak…saya ikut mendoakan semoga aini ditambahkan kemampuannya ya..

    Jazakillah khairan katsiran…

  2. dsusetyo said

    Alhamdulillah, wa syukurillah. Pelan-pelan ‘si pohon yang rimbun’ mulai terlatih ya motorik halusnya. Masya Allahu, Subhanallah.

    Terima kasih adek atas kesabaran dan keuletanmu. You’re such a great mother [and wife ūüėČ ]
    **tear drops from my eyes**, insya Allah kita segera akan bersama lagi, nak. Doa bapak senantiasa mengiringi setiap langkahmu.

    Ya suamiku…, semua itu juga karena kegigihanmu untuk selalu berjuang keras… mencari rezeki untuk kami. Semoga Allah akan mengantikan jerih payahmu dengan taburan pahala…. Jazakallahu khairan katsiran
    Aini sad… “Makasi bapak…. Aini saaayyyyaaaang bapak”
    NB… Hari hari tanpa air mata… insya Allah akan datang juga ya…mas..

  3. emma said

    Semangat,..Maaini…
    Allah maha membantu segala kebutuhan kita,..
    princess Aini, cepat besar, bertambah pintar, menjadi anak solekhah, & bertaqwa..

    Jazakillah sahabat…
    Doa-doamu bikin hati ini jadi begitu ringan…
    Saya “meguru” ya… (kan mbak emma… udah lewat masa-masa ini…, jadi bisa bagi-bagi…. )

  4. liande said

    aww, Aini cepat sehat ya Tante tunggu main air lagi……..
    maaf gak bisa nengokin ya Say.. kan kita sama2 sakit
    sun sayang dr Tante ceriwis buat Mama yg sabar ya sekalian
    istirahat di rs ya……………..love always

    Iya.. tante… Jazakillah kh kn….
    La… emang tante sukanya ajak kompakan si…
    Iya… insya Allah

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.