Belajar Bersaudara Dengan Anak Autis (Sharing di Hari Autis Sedunia)

Ini putraku… laki-laki satu-satunya… kalau bapaknya lagi tugas nun jauh disana….

Hmmm I am proud of Him.

Ya… sebagai anak gitu deh… ada masanya… dia seperti malaikat… begitu penuh perhatian, ringan tangan… pagi sebelum subuh sudah bangun…sayang sekali sama adik dan kakaknya… Ada masanya juga.. sampai saya harus… “puter akal” untuk “menundukkan dia” ha ha ha ha

Ada yang putraku tunjukkan sejak Aini lahir ditengah kami… Ceritanya gini….

Putraku yang satu ini…, sejak kecil.. tidak pernah “bisa diam”… naik turun apa saja…, lari sana lari sini… betul-betul “menghabiskan energi” (alhamdulillahnya… waktu itu saya jadi skinny…, gak usah diet atau program khusus… saking “heboh”nya ngurusin dia) Untuk soal makan… ha ha ha.. sejak bangun tidur sampai tidur malam…saya gak pernah lepas dari peralatan makan…

Jadwalnya…minum susu pagi (putraku dapat ASI sampai 2 tahun, jadi gak terbiasa minum pakai botol susu, gantinya… pake gelas dan sendok…) dari jam 6 an bisa baru habis jam 8… (dikulum dimulut… gak mau ditelan ) ya.. keburu waktu sarapan… sampai… jam 10 an (sama de…dikulum juga) uda waktunya “snack”.. trus… gak terasa sampai jam 12 an… lagi-lagi waktu makan siang…, jam 2 an udah susu lagi… jam 4 waktu snack dan jam 6… waktu makan malam…. ha ha ha ha… tuh kan….
Begitulah sehari-hari…. tiada hari libur… Alhamdulillahnya biar gitu putraku jaaaarrrraaaang sakit (kata “orang pintar” ini karena 2 tahun minum ASI… jadi daya imunnya dalam tubuh maksimal….)

Sikapnya yang gak bisa diam… betul-betul gak “boleh meleng…” ke dokter berkali-kali karena “terjun bebas”… sampai dokternya bilang… “bu gak usah kesini lagi… kasih aja… “…..” untuk obat memar… dan “….” kalau luka” (kasian kali ya… dokternya ngeliat si ibu ini berkali-kali kebingunan anaknya babak belur…. he he he) Gigi depannya pun sampai… “habis”…. patah…. akibat “terjun bebas”….

Nah… ketika Aini sudah hadir… Aini ternyata… sangat “pelan” 180 derajat deh.. ama abangnya… Begitulah kekuasaan Allah… selalu menciptakan dengan Penuh Rencana… Aini dan putraku… “saling menyesuaikan”…
Dalam bermain… Aini berusaha “secepat” mungkin seperti abangnya… sedang abangnya… selalu berusaha “melambat”… mengikuti alur Aini..
Subhanallah… Begitulah mereka saling melengkapi.

Di luar itu semua saya selalu terharu… dengan kasih sayang spontan yang mereka perlihatkan… seperti… berdua nonton VCD… dengan berpelukan…
Aini… suka mengingatkan abangnya kalau belum-belum juga ganti baju sepulang sekolah… “Abang.. ganti baju gak??? ih jorok. ih bau.. ganti baju gak???”

Suatu saat ketika putraku saya beri tahu Aini akan Terapi lagi…, yang dikatakannya adalah ” Kenapa bu??? kan Adik sudah sembuh????”
I’am crying at that time… Saya terharu dengan “penerimaannya… bahwa Aini sudah “normal”… berarti dia tidak melihat Aini berbeda… sama seperti halnya adik-adik temannya.

Kadang kala memang dia marah sekali…, karena main PS diganggu Aini… Dia bilang … “Ibu Aini kenapa si??? kan aku sudah berusaha baik??? Kenapa Aini masih “jambak-in aku????” Heh… Maaf sayang….
Yang bisa saya katakan hanyalah… “Nak, abang kan tahu adik itu “berbeda”… jadi memang agak susah ngasih tahunya… beda dengan adik-adik temanmu… sabar ya le… Tapi… Abang tahu tidak… sebenarnya abang itu lebih hebat dibandingkan teman-temannya… Kenapa??? Karena Allah berikan pada abang seorang adik yang istimewa… pasti abang sebagai kakak juga istimewa… karena abang pasti tahu bagaimana menjaga dan memberi tahu Aini.”… (saya selalu menekankan sebagai anak laki-laki… putraku… adalah kekasih Allah, sedikit dimuliakan derajatnya dari pada kami para perempuan… untuk menjadi pemimpin…jadi dia belajar bagaimana “menjaga” dan “mengarahkan” kami 3 perempuan dirumah)

Ya… Alhamdulillah… makin hari dia makin “mengerti”… so that’s why I am proud of him….

“Ya Allah berikanlah kekuatan bagi kami untuk selalu “belajar” menjadi makhlukMu yang mulia… Amin”

Iklan

Komentar ditutup.