Sikap Saudara Autis…. (Sharing di Hari Autis Sedunia)

Saya selalu merasa putri sulungku seperti bidadari yang diturunkan Allah untuk meringankan bebanku…

Kadang kala… dia memang.. suka kelihatan “gak ada kompromi”… tapi secara keseluruhan dia adalah tangan kananku.., selalu ada disaat saya kelabakan.. karena ada “sesuatu” yang mendesak… sedangkan saya dengan keterbatasan saya sebagai orang tua tunggal.. kesulitan untuk menyelesaikan sendiri…

Suatu hari… ketika si bapak sedang ada di rumah… saya pergi meninggalkan mereka, ada keperluan….Anak-anak bersitegang untuk melihat acara TV (kami selalu biasakan… “booking” acara TV.. untuk menghindari rebutan… ) ya.. namanya juga anak-anak….. si-putra… berusaha mendapatkan jatah lebih… dengan masih memilih menonton.. padahal jatahnya sudah habis.., putri sulung jadi…kesal… dan.. protes keras… akhirnya… dengan perundingan yang “alot”… sang bapak.. bisa juga memberi kesempatan bagi putri sulung menonton acara TV.

Aini dan putri sulung ku… menonton acara TV berdua.., sedang si-bapak dan putraku… mencari kesibukan, di ruangan lain.

Gak lama… putri sulung pergi ke kamar mandi dengan Aini, rupanya aini ngompol (alhamdulillah itu dulu… sekarang Aini sudah dapat mengontro BAB dan BAK dengan baik) di-seka-nya adiknya,… digantikan baju… dan dibersihkannya bekas-bekas ompolnya diruangan TV, tanpa meminta tolong pada si-bapak. ataupun mnegeluh…dan ini memakan waktu cukup lama… sampai-sampai jatah nontonnya habis

Si Bapak… bercerita pada saya… ketika saya pulang dengan mata berkaca-kaca… terharu dan senang… melihat putri sulungnya mau mendahulukan kepentingan Aini dengan mengorbankan kesenangannya.

Pernah juga.. karena putraku harus dirawat dirumah sakit.., saya harus menemani putraku.. Putri sulung… dengan ringan… menyanggupi menjaga Aini… dan ini berlangsung 8 hari….!!!! mereka hanya ber dua dirumah.. (alhamdulillah waktu itu liburan sekolah). Saya pulang kerumah… (jam 5.30 pagi..)setelah memandikan dan menyuapi sang putra… sampai rumah… saya masak dan mengurus aini hingga jam 8.. terus… kembali lagi ke Rumah sakit…menemani si-putra yang terbaring disana. Siang jam.. 2 an saya pulang, memandikan Aini, menyiapkan makan malam… menjelang jam 5 an..
saya tinggalkan mereka berdua hingga besok pagi.

Begitulah… kenapa saya sungguh beruntung… memilikinya menjadi putri sulungku.

Dulu… memang…Putri sulung suka merasa terganggu, ketika ingin bermain dengan kawan-kawannya, Aini marah..dan menjambak kawan-kawan kakaknya, kadang kala Aini juga suka berteriak dan menangis….. Biasanya kalau sudah begitu… saya alihkan perhatian Aini, saya “ciptakan” permainan berdua (Aini dan saya) yang membuatnya lupa… Sekarang tidak lagi… putri sulungku… selalu bahagia punya “satelit” (ha ha ha… Aini selalu “mengekor kakaknya” kalau sang putri sulung ada dirumah) Alhamdulillah

Ya.. Allah..ketika syukur… ini begitu.. “penuh dalam dada” Air mata pun mengalir… dengan deras… Ya Allah Jangan pernah ENGKAU jadikan lagi…kami makhluk yang kufur nikmatMU… Amin

Iklan

2 Komentar

  1. emma said

    Maaini, you are super n wonder woman
    bravo…

    Saya sungguh malu membaca komentar anda sahabat.. karena perjuangan ini sangat tidak mulus… sangat bergejolak… adalakanya… saya “tidak dapat menahan diri”… terjebak dalam keputusaan, kemarahan, kesedihan yang mendalam, juga kekecewaan yang sampai ke sudut -sudut hati.

    Kalau teringat itu semua… seringkali… saya menangis dalam syukur..bahwa Allah masih menjaga kami ber-lima. Saya tidak tahu… apa yang terjadi jika satu detik saja… segala nafsu itu… tidak terkendali…..

    Saya tuliskan semua ini… semoga dapat menjadi pelajaran yang bermanfaat untuk semua orang…

    Jazakillah sahabat… saya selalu mengharapkan, engkau mau menjadi..pengingatku di saat saya lengah.

  2. djunaedird said

    Karena anak merupakan amanah (bukan titipan) dari Allah, bagaimanapun ia mestinya tetap menjadi perhatian kita.
    Ketabahan dan keteguhan dalam iman, sering meringankan beban itu. ūüėõ

    Amin… Saling mengingatkan… juga salah satu “senjata” keberhasilan menunaikan amanah Allah…
    So… jangan sungkan untuk selalu menegur saya ya…
    Jazakallahu khairan katsiran

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.