“Quantum Ikhlas”

Kata teman-teman… Sebagai manusia saya “terlalu” mengedepankan logika..
(he he he… semua yang terlalu pasti gak baik. betul kan????)

Jadi yang namanya “tidak nyata”… saya sulit menerimanya. Terutama kata “IKHLAS”… hmm kata-kata itu buat saya sesuatu yang sangat sulit saya pahami. Bagaimana orang harus ikhlas.. ketika harga diri diinjak-injak???? Bagaimana bisa ikhlas.. jika kemalangan dan kesulitan bertubi-tubi menghampiri??? Bagaimana bisa ikhlas… ketika uang tinggal se-puluh ribu.., gak cukup untuk makan serumah hari ini??

Suami saya tercinta (setelah kehabisan akal “mengajari” saya… he he he) membelikan buku ini sebagai hadiah. Alhamdulillah… cara pak Erbe Sentanu ini memang sangat “nalar”… untuk memasuki konsep-konsep IKHLAS…

Hmmm memang Allah selalu punya cara untuk “mengarahkan” umat manusia pada jalanNYA. Saya bersyukur… akhirnya saya mengenal, menerima dan mencoba terus mengamalkan kata IKHLAS dalam hidup saya.

Mudah-mudahan Andapun selalu diberiNYA kemudahan. Dan kita tidak termasuk golongan orang yang tidak mensyukuri nikmat-nikmatNYA.

see more in “QUANTUM IKHLAS”

Iklan

2 Komentar

  1. Erri Soeraadiningrat said

    Puji syukur kepada Allah SWT yang telah menuntun Mas Erbe Sentanu memaparkan dengan mudah arti dari perjalanan mencari keberadaan “Ikhlas” dalam hati kita, sehingga kita dapat dengan mudah pula memerdekakan hati kita menuju lapangan kehidupan yang penuh dengan liku-liku dan belokan-belokan jalan-jalan kecil yang sering kali harus kita tempuh dengan penuh perasaan yang galau…

    Kini kita akan lebih punya percaya diri mendekatkan isi hati kita
    dengan segala niat-niat yang kita cetuskan untuk di lakoni…
    karena dengan lebih mengenal diri kita maka kita akan lebih mengenal Tuhan kita…begitulah petuah Rasulullah SAW dalam membekali langkah kita menjalani kehidupan di dunia ini…

    percayalah Allah SWT tidak pernah memalingkan rahmat-Nya dari kita…hanya kitalah yang selalu khilaf pada-NYA.

    terima kasih mas Erbe Sentanu. salut buat anda dan bukunya yang bermanfaat.

    Ya… Alhamdulillah… Terima kasih juga ya… mas Erbe…

  2. djaelani said

    Setuju..!!!

    Tujuan manusia hidup, adalah Makrifatullah (mengenal allah).
    Perasaan Ikhlas akan timbul jika kita sadar bahwa kita adalah Mahluk. Mahluk yang hanya bisa memasrahakan dirinya kepada Tuhan. Mengenal Tuhannya dengan baik…!!!

    Perasaan itu akan membuat kita lebih ringan, tanpa beban dan menjadikan hidup kita lebih indah, lebih produktif, dan lebih dekat kepada-Nya..

    Welcome to a different Perspektive about life ūüėÄ

    salam kenal..

    Salam kenal kembali…. Hmmm anda orang yang bijaksana ya….
    senang diberi kesempatan untuk mengenal anda

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.