Polygamoust sect, FITNA, Ahmadiyah

Saya gak tahu mesti ngomong apa… setelah baca artikel tentang
“The Polygamoust sect Children…”

Kadang-kala… memang mudah untuk siapa saja… mengatakan… bahwa dia yang paling benar… tapi ketika… dihadapkan pada kenyataan-kenyataan bisa jadi kebenaran itu akan menjadi semu… atau bahkan terpuruk.

Lihat saja si Gert Wildert, dengan film FITNAnya, mencoba.. membangkitkan rasa antipati terhadap Islam. Meskipun berhasil menuai krontroversi, saya tidak yakin tujuannya menjatuhkan Islam tercapai… di sisi lain,…tiba-tiba Tanpa ada rekayasa, tanpa ada paksaan…mereka-mereka.., anak-anak ini.., generasi bangsa… “penerus agamanya “Gert Wilder… mempertontonkan “pertunjukan satu babak” kesalahan beragamanya… (dalam artikel polygamust sect diatas)
Hmmm …..

Di indonesia…(yang sedang banyak diperbincangkan orang akhir-akhir ini)
“Ahmadiyah”… (katanya) aliran sesat… yang sesat siapa?.. Saya yakin… (maaf kalau saya salah) kesadaran mereka yang tersesat. Tersesat.. karena ada bagian dari Al-Qur’an dan Al Hadist yang tidak tepat pengamalannya. Seperti (katanya) Nabi Muhammad saw bukan Nabi akhir zaman, sehingga ada lagi Nabi terakhir.

Tapi apakah berhak kita membunuh mereka? Apakah berhak kita menindas mereka? karena ketersesatan itu?

Terus-terang… saya juga tidak terlalu tahu apa itu Ahmadiyah…, Tapi saya bisa merasakan bagaimana takutnya mereka.. ketika.. rumah, keluarga, pekerjaan mereka, pendidikan anak-anak mereka… diambil paksa… dan diintimidasi.

Untuk pertimbangan lain, kalau anda tidak keberatan… sekali-kali..cobalah “menjelajah” berita-berita di jalur Gaza… Bagaimana aroma peperangan ada disetiap sudut kota, bagaimana kesempatan untuk meluapkan nafsu (apakah itu nafsu marah, nafsu kekuasaan, nafsu syahwat, nafsu kekayaan, nafsu ingin membunuh dsb) terbuka, dimana saja, kapan saja oleh siapa saja. Sedemikian sehingga seringkali… orang malah tidak tahu lagi untuk apa tujuan peperangan itu dikobarkan.

Di kehidupan kita sehari-hari seringkali kita juga berbuat hal-hal serupa berusaha mencapai tujuan pribadi dengan menutup dengan kata-kata dan perbuatan yang sebaliknya.

Misalnya… Ketika saya marah pada putraku yang tidak ingin belajar…
saya suka… menangis menyadari kemarahan itu lebih karena saya tidak ingin mendapat cap sebagai orang tua yang gak becus urus anak, bukan karena cinta tulus ingin anak menjadi seorang muslimin yang pandai.

Islam, agama yang penuh cinta.. Islam sudah memberikan gambaran manusia-manusia apa saja yang ada di dunia ini, dari muslimin, munafik, kafir, dsb-dsbnya dengan segala ciri dan sifatnya… Jadi sampai akhir zamanpun masing-masing dari mereka (termasuk kita) pasti akan ada.

Saya berharap… saya dapat selalu belajar dari pengalaman-pengalaman itu… bahwa bukan hak saya menghakimi seseorang atas kepercayaan yang dia anut, bukan hak saya untuk menganiaya penganut paham agama tertentu. Bahwa kita tak ubahnya seperti si Gert Wilder, seperti para penganiaya penganut ajaran agama tertentu.., sebagai ibu yang punya tujuan pribadi, jika kita bersikap seperti itu.

Yang kita harus sadari adalah… menghukum harus berdasarkan kesalahan yang sudah dia lakukan, bukan karena kebencian atas orangnya atau malah bangsanya… dalam menghukumpun tetap teguh pada Al-Qur’an dan Al-Hadist.

Dari sebuah hadsits Sahih Rasulullah saw bersabda :
“Orang mukmim itu seperti lebah, yang makan dari sumber yang murni, menghasilkan yang murni, dan tidak merusak dahan kecilnya ketika hinggap di atasnya”

Sanggupkah kita?…

Saya yakin… jika kita serius… step by step… pasti bisa.. jangan pernah takut kalau salah.., pasti ada jalan keluarnya… jangan takut kalau tidak tahu… pasti ada yang akan memberi tahu.., Yang penting… tidak pasang “muka kencang” dan jalannya bablas aja.., kenapa??? yang mau ngasih jadi takut… , rambu-rambu juga kebablasan gak sempat dilihat lagi. (he he he)

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)”
QS An-Naaziaat (79) : 40 -41

“Maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat waktunya”
QS Al Fath : 18

Iklan

5 Komentar

  1. ketika pikiran orang lagi tersesat, harusnya jangan dibunuh ya. mbokya dicarikan jalan tembus. halaah

    Heh… gitulah… dan sedihnya… seringkali orang-orang yang punya “power” atau yang disegani… yang menjadi “penyemangat”.. tindakan kekerasan ini

  2. norie said

    Setuju Mbak.
    Islam itu agama damai. 🙂

    Ya.. Insya Allah Nabi sawpun tidak pernah sewenang-wenang pada orang-orang yang menyakitinya. Termasuk… seorang pengemis buta yang tinggal disudut pasar…, sepanjang hidupnya… setiap sore… nabi datang menemuinya, menghaluskan makanan untuknya dan menyuapinya… Padahal selama itu juga.. si pengemis buta… memaki-maki Nabi saw, tanpa tahu orang yang dimakinya… adalah… yang ada dihadapannya saat itu… Subhanallah.

  3. Landy said

    Subhanallah nice

    Alhamdulillah, semua yang baik hanya milik Allah semata

  4. bener,,,,, saya tidak setuju pada Ahmadiyah……

    Mungkin bukan Ahmadiyah atau golongan Ahmadiyahnya ya… Tapi… tidak setuju pada kekeliruan mereka menafsirkan Islam… (betul begitu kan???) Mudah-mudahan Allah akan membukakan pintu hidayahNYA…, sehingga.. insya Allah mereka akan menjadi manusia yang mulia… dunia dan akhirat… Amin

  5. TAPI SAYA LEBIH TIDAK SETUJU PADA TINDAKAN YANG REPRESIF TERHADAP AHMADIYAH

    Hmmm… Nabi saw… waktu memindahkan… berhala didalam Ka’bahpun… dengan cara yang sangat santun dan mengena.. pada semua golongan….

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.