Aini + Putraku di Rumah Sakit

Kamis… Aini mulai batuk pilek…. hmmm obat tradisional dulu….
Sabtu… agak demam … “Ramuan bawang merah beraksi”
Hmmm ada yang gak biasanya… panasnya gak stabil… naik turun…
Senin… Aini saya antar ke dokter…
Dokter minta cek laboratorium… karena sudah hari ke 3 panasnya… (suhu pagi itu 39 C)

Masya Allah… Aini positif Typhus…

Saya merasa bersalah… Aini suka sekali bersih-bersih… sapu + pengki, Pel bertangkai atau lap untuk ngelap-ngelap…gak pernah absen dibawa… Gak boleh liat kotor sedikit… Aini langsung “beraksi”… kalau peralatan itu disimpan… wah… bisa “sewot”.

Seneng si… punya putri yang rajin, tapi Aini… sambil bebersih suka banget masuk-in jari ke mulut…, sudah segala cara saya lakukan supaya hilang kebiasaannya… yah… belum juga berhasil. Jadi sambil bebersih… tangannya juga keluar masuk mulut. heh… Kadang-kala memang saya kecolongan… gak sempat melarang “moment” itu dan mencuci tangannya dengan cairan desinfektan. (Maafkan ibu nak… hik hik… akhirnya… Aini mesti menanggung dengan “nginap di RS”)

Jadi gitu… hari Senin… Aini mulai pindah tempat tidur. Dari tempat tidur dikamarnya dirumah kami ke kamar 412 disebuah rumah sakit.

Alhamdulillah putri sulung libur (dalam rangka ruangan sekolah untuk UN SMA) jadi… berdua dengan putraku… mereka menjalani kehidupan berdua dirumah, plus ngurus laundry kami di RS. Terima kasih Allah…, Engkau berikan seorang putri cantik yang selalu menjadi tangan kananku disaat genting. She’s great… I’am proud of her.

Hmmm… orang tua penyandang autis…, pasti tahu… “bagaimana” bila putra/i mereka dirawat…
Allah sungguh Maha Perencana…. Laa haula walaa quwata illa billah
(ini cerita ibu Dyah ketika Ikhsan ambil darah)

Rabu… saya kok kangen ya… sama putraku…
Hmmm putri sulung gak keberatan kami bertukar tugas, saya jemput putra tengah…, si sulung jaga Aini.

Lo lo lo… Gitu ngeliat saya dari jauh…, kok putraku nangis????
“IBU… badanku panas…, kakiku dingin semua…, aku juga pusing!!!!” Walah iya… bener-bener panas.
Ya Allah….What should I do???????? Saya gak mungkin ngerawat Aini dan putraku bebarengan… mereka kan di tempat yang berbeda…… (heh… kebayang… cerita dari Ibu Tika Bisono….Ya Allah…)

Its not a good decision… But I don’t have any choice.
Saya minta dokter yang merawat Aini..,untuk mengijinkan putraku dirawat juga.
Akhirnya… merekapun… satu kamar… (lagi) dengan tempat tidur berbeda. Laa haula walaa quwata illa billah. Sedangkan putri sulungku… karena sekolah sudah mulai berjalan… dan harus mempersiapkan diri untuk acara sekolahan (nginap hari sabtu-minggu).. milih untuk pulang dan tidur sendiri di rumah.

Memang putraku ini sulit makannya (Lagi lagi… saya merasa bersalah) jadi susu, vitamin dan suplemen tambahan selalu ada dalam menu utamanya. 3 Hari… saya gak bisa perhatikan… hik hik hik
Yang kedua… (typically boys) kurang suka sama yang namanya bebersih….
Ya sudah… Laa haula walaa quwata illa billah

Jum’at Aini sudah boleh pulang. Tapi… (lagi-lagi) saya minta untuk gak pulang dulu… siapa yang merawat??? Saya masih harus di RS.menemani putraku…. Alhamdulillah dokternya mengijinkan Aini pulangnya ditunda sehari lagi… bareng putraku.

Ya… Sabtu ini kami sudah dirumah lagi (bertiga… karena putri sulung masih..menunaikan tugas sekolahnya)… Eh… tapi ceritanya belum selesai…. Rumah… Rumah… persis “Kapal Titanic” (waktu mau tenggelam maksudnya he he he)… Laa haula walaa quwata illa billah…
Setelah… menidurkan 2 pasien kecilku…. “jalankan mesin cuci”… “nyalakan kompor”… Rapikan ini… Rapikan itu… hmmmmmmm Laa haula walaa quwata illa billah.

Life must Go on…
Seberat apapun… kita tetap harus melangkah… Insya Allah akan ada “Cahaya Allah”

PS : Jazakumullah khairan katsiran… disaat beban bertubi-tubi.. datangnya… saya merasa bersyukur… membaca komentar-komentar di sini… So.. Sweet… Simpati, saran dan Doa-doa yang dilantunkan… Jazakumullahu khairan katsiran… sema itu membuat saya terus tegak… melangkah… menghapuskan lelah… menghapuskan sedih… menghapuskan ketidak berdayaan…. Jazakumullahu KhairanKatsiran….

Juga… Untuk suamiku… yang selalu mendampingi dengan telpon dan SMS… Jazakallahhu khairan katsiran… jarak tidak membuat keluarga kita terpisah dalam kondisi apapun.

Iklan

1 Komentar

  1. fafaahmad said

    Subhanallah, mungkin saya tidak kuat jika dalam posisi ibu, semoga diberi kekuatan dan kesabaran ya bu, Insyaallah.

    Alhamdulillah…
    Jazakallahu khairan katsiran untuk doanya.
    Sungguh Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk hambaNYA… saya yakin… seandainya saya mengerjakan “tugas-tugas”andapun… belum tentu saya mampu… Semoga Anda juga selalu diberi kekuatan untuk dapat terus… berjuang menjadi… Ikhsan Kamil

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.