“Indonesia Negara Penghasil Minyak”

“Bapak…, katanya Indonesia adalah negara penghasil minyak bumi?”

“Iya Nduk… Benar.. Kilang-kilang minyak kita bertaburan di muka bumi Indonesia tercinta ini.”

“Wah… kalau gitu… dengan naiknya harga minyak mentah dunia… kita makin kaya ya pak… Hutang-hutang negara bisa lunas semua…. Asyikkkk!!!!”

“Tidak nduk tidak begitu….”

“Lo kenapa?…. Kan sekarang kita bisa dapat uang lebih banyak dengan harga minyak yang naik hampir 2 x lipat!”

“Memang… uang pendapatan dari hasil penjualan minyak makin banyak… Tapi… kita belum dapat mengolah minyak mentah itu…, Ya… untuk memenuhi kebutuhan akan minyak dalam kehidupan harian kita, kita harus beli lagi minyak mentah hasil bumi yang sudah kita jual”

“Dan harganya…. juga naik”… “Belum lagi jumlah hutang yang ikutan naik… karena bunga hutang.. kan bayarnya pake uang dollar… Dollarnya juga naik….”

“O… gitu ya.. pak.. jadi kita belum bisa mengolah minyak bumi kita sendiri ya…”

“Ya nak… Karena itu… generasimu harus lebih pintar dari generasi bapak… suatu saat nanti kita akan mampu mengolahnya…”

Itu tadi… sepotong percakapan almarhum bapak dengan saya…. Hmmm sekitar 30 tahun yang lalu….

Hari ini… (dengan sedihnya) saya menerangkan hal yang sama pada putraku… ketika ia bertanya… kenapa sekarang sulit mendapat minyak… Kenapa harga minyak melambung…..

Sungguh saya juga tidak paham… 30 tahun bukan waktu yang singkat…Tapi… dengan waktu selama itu ternyata… Indonesia tidak bergeming. Padahal begitu banyak generasi tahun 50-an, generasi tahun 60-an. generasi tahun 70 -an (yang mestinya sudah “berkarya” sekarang ini) adalah anak-anak bangsa yang sangat pintar, sangat dihargai tidak hanya oleh bangsa Indonesia… tapi juga bangsa lain.

Saya tidak ingin kelak… jika cucuku lahir… pertanyaan yang identik dengan itu… harus saya jawab dengan jawaban yang identik juga….

Seorang mukmin, senantiasa menghitung-hitung prestasinya di hari ini dengan kemampuannya di hari kemarin. Meningkatkah, sama, atau kian berkurang. Beruntunglah orang yang hari ini lebih baik dari kemarin. Merugilah orang yang sama hari ini dengan . Dan celakalah mereka yang hari ini lebih buruk dari kemarin.

Iklan

Komentar ditutup.