Kesabaran itu Kunci Kesenangan

Kutipan Nasihat-nasihat dari seorang ibu… untuk muslimah….

Dengan tersenyum haru dan meneteskan air mata, Ummu Mu’ashirah, menasehati putrinya sebagaimana berikut :

Wahai putriku, engkau akan menghadapi sebuah kehidupan baru. Yaitu sebuah kehidupan yang tak ada tempat bagi bapakmu, ibumu dan saudara-saudarimu untuk mencampuri urusanmu. Dalam kehidupan barumu itu engkau akan menjadi teman setia bagi suamimu. Suamimu tidak akan rela ada orang lain yang ikut campur dalam urusanmu dangan suamimu, sedekat apapun hubungan darahnya denganmu. Maka jadilah Engkau seorang istri dan ibu baginya. Buatlah dia merasa bahwa engkau adalah segala-galanya dalam hidup dan dunianya. Ingatlah seorang suami adalah “bocah besar” yang cukup bahagia hanya dengan sedikit ungkapan kemanjaanmu padanya. Janganlah engkau membuatnya merasa bila pernikahannya denganmu merupakan sebab terpisahnya dirimu dari keluarga dan orangtuamu. Perasaan seperti ini juga dirasakan olehnya. Dia telah meninggalkan rumah kedua orangtuanya dan keluarganya demi kamu. Akan tetapi, perbedaan antara kamu dan dia adalah perbedaan antara laki-laki dan wanita. Seorang wanita selalu merindukan keluarga dan rumah dimana dia dilahirkan, tumbuh dan belajar didalamnya. Tapi dia harus membiasakan dirinya untuk hidup dalam suasana baru. Dia harus menyesuaikan diri dengan seorang laki-laki yang telah menjadi suami, pelindung dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru.

Wahai putriku, itulah kehidupan yang akan engkau hadapi dan bahtera keluarga yang akan kalian bangun berdua. Aku tidak mengharapkan engkau melupakan ibu, ayah, saudara-saudarimu karena merekapun tidak akan melupakanmu, wahai putri kesayanganku. Lagipula, bagaimana mungkin seorang ibu melupakan buah hatinya? Namun, aku memintamu untuk mencintai suamimu dan hiduplah dengan bahagia bersamanya.

di sunting dari La tahzan for Smart Muslimah… by Dr. ‘Aidh Abdullah Al-Qarni

Iklan

Komentar ditutup.