“Pemaksaan Anak”

Makan malam…., 2 Mei 2008

Malam ini… kebetulan menu yang ada diatas meja… ayam bakar + lalapan dan sambal…
Hmmm anak-anak… sangat suka menu ini….
Karena satu dan lain hal… saya tidak mendapat banyak daun selada sebagai bahan lalapan… lagian saya pikir….toh masih ada teman-teman selada (timun, daun kol dan daun kemangi….)

WElah…. ternyata… hari ini daun selada jadi “bintang”…. (he he he… emang seringkali kami “bersaing” sama keluarga kelinci… suka daun-daunan”….) Dipiring Aini… daun selada sudah habis…, hmmm enak aja dia ambil daun kemangi (sama hijaunya… kali ya…) Otomatis… saya ambil lagi.tu dau kemangi dari piring Aini… sambil bilang itu… “dek…daun yang ini gak enak nak… ini bukan daun yang tadi… ..”

Ya… protes deh Aini sekeras-kerasnya… mungkin yang ada dipikirannya.. cuman… Kenapa??? Aku gak boleh makan yang aku suka. Aku tetap minta daun itu…… Dan… saya tetap bersikeras…. harus-harus harus… wa wa wa wa….

My Imam… langsung negur saya… “Bu… biarin aja… nanti kan dia tahu sendiri, kalau sudah tahu rasanya gak sama…, gak usah diribut-in… apalagi… ini bukan hal “berbahaya”….”
Hmmm bener juga… waktu sudah masuk mulut… digigit, dirasa dan…. langsung deh dikeluarin lagi……
Gak itu saja….Aini kasih semua… daun kemangi yang ada di piringnya… dipindah ke piringku… Terus… melanjutkan makannya tanpa daun-daunan lagi… (daun selada… sudah gak bersisa diatas meja….)

Yang kedua… habis makan… gak tau ada angin apa… putraku… ambil roti tawar (padahal saya beli untuk sarapan besok pagi) dilipat… dan dimakan gitu aja…. (Otomatis lagi… nih…) saya komentar… Bang kasih… selai aja… ada coklat tu… atau mau selai strawberri, ada juga lo….. Putraku… diam aja… dan terus makan… kayaknya nikmat banget…

Ha ha ha… (Walah… si bapak… ketawa sampe ngakak)… Ibu ini…kok gak nyadar-nyadar si… seneng banget… ngatur-ngatur… Mbok biarin aja…. si abang… kan dia emang lagi pengen ngerasain makan roti tawar… yang “murni”….Tuh… liat wajahnya…. bahagiakan…..????? Biarpun makan roti tawar tanpa apa-apa.

Hmmm saya baru ngeh… Iya… emang seringkali jadi ibu…,jadi orang tua… saya sering banget… meninjau kondisi anak-anakku dari “kacamataku”… Hmmm padahal yang baik dan yang saya suka… belum tentu adalah yang baik dan mereka suka…

Tugasku sebagi ibu mereka hanya “memfasilitasi” mereka dari yang masih bayi merah… menjadi manusia ikhsan yang mulia….. Untuk itu mereka perlu belajar…, perlu jatuh…, perlu berlari…, perlu berkeringat…, perlu terus berjuang…. ikut dalam “sekolah Kehidupan”.
Kalau saya terussss denga kebiasaan saya seperti itu…,anak-anak gak pernah tahu artinya “memilih”, gak pernah tahu “apa itu tanggungjawab”… gak pernah tahu nikmatnya mendapatkan “sesuatu dengan perjuangan keras”….. “gak pernah menghargai… hal-hal sederhana”

Memang si…(kadang kala) yang jadi alasanku adalah… “kasian” “Masak si… anakku harus begitu” “saya bisa menahan mereka supaya tidak perlu mengalami hal-hal yang tidak nyaman seperti itu” dsb-dsbnya… Padahal ini bisa jadi bumerang untuk anak-anak. Lihat saja… anak-anak orang berada… biasanya… tidak “setangguh” anak-anak dengan keterbatasan… ya.. orang tuanya dapat memberikan segala fasilitas apapun yang mereka minta…. mereka mampu untuk itu…, sedang orang tua dengan ekonomi terbatas… seringkali hanya dapat mengelus dada ketika mendengar permintaan anaknya… (pahit memang… tapi..ternyata Allah punya maksud tertentu dengan hal ini ya)

Ini juga… yang suamiku minta… untuk diterapkan dalam hal pemberian uang saku… Suamiku minta anak-anak dikurangi uang sakunya… sedikit… dari kebutuhan standratnya… dengan demikian…, mereka akan berjuang untuk memperoleh kekurangan dari uang saku tersebut… Dan sukar dipercaya… anak-anak sangat kreatif… Putraku… pernah “berjualan” stiker…, dia beli stiker yang satu lembar besar dan dijualnya dalam bentuk potongan kecil… (ha ha ha berhenti karena dimarahi guru…. jualannya jadi… laku.. dan bikin teman-temannya… heboh dikelas….. ha ha ha) Gak papa… ini namanya belajar strategi berdagang…. sekarang… putraku… punya “usaha” yang lain lo….Kalau putri sulung…. dengan ajaib… dia belajar untuk “menyesuaikan pengeluarannya dengan pemasukan”… Sekarang tiap bulan… dia masih punya uang sisa untuk ditabung… walaupun uang sakunya sudah minimun…..

Oya bagaimanapun juga… dalam menentukan sikap-sikap seperti ini…, kita harus berhati-hati dengan pengamatan dan pengarahan berdasarkan Aqidah dan hukum fiqih yang benar… jangan sampai… akhirnya… malah menjadikan anak mendewakan materi….menghalalkan segala cara untuk bisa mencapai tujuan Ya… itu kali ya… gunanya… kita harus sering ngobrol sama… muslimat dan punya pengetahuan di bidang tersebut. Atau paling tidak dengan orang-orang tua… (ada kan disekeliling kita??? nenek di rumah tetangga…, kakek-kakek dikereta api… atau pada saat pertemuan keluarga besar… masih ada kan… saudara orang tua kita…, yang sering kali cuman duduk disudut ruangan… tanpa ada yang mau menemani….. he he he… pengalaman jadi orang tua yang dicuekin…… ha ha ha)

Ya… saya memang banyak belajar dari anak-anak… bagaimana memperlakukan diri saya dan diri manusia-manusia lain disekelilingku….. Jazakumullah anak-anakku… Kehadiran kalian… membuat ibu berkesempatan untuk melangkah maju… mencari RidhoNYA.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”
QS Al Baqarah (2) : 216

Iklan

1 Komentar

  1. mbak ini memang ibu yang sangat sayang kepada anaknya…

    Walah… ati-ati dibaca anakku…bisa-bisa mereke ngakak… wong katanya kalau saya udah marah dan ngomel… seperti… “nenek lampir”…(nenek lampir itu… tokoh antagonis… di serial radio.. “misteri gunung merapi… zaman… dulu banget…..) he he he…
    By the way… jazakallahu khairan katsiran untuk pujiaannya… Sungguh hanya Allahlah yang berhak dipuji

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.