“Seorang Guru dan Seorang Buruh”

Hari ini di Indonesia ada Hari Guru… tapi berdekatan juga dengan Hari Buruh…
Keduanya diperingati… dengan demo… disini dan demo disana

Guru dan Buruh…
Guru yang jadi Buruh…
Buruh bekerja sebagai Guru…

Hmmm dibolak-balik… tapi hasilnya…..beda ya artinya….
Bisakah???? Bisa saja… Banyak yang jadi guru tapi ngerasa jadi buruh… (guru adalah pendidik sedang buruh adalah pekerja… jadi kalau guru jadi buruh… dia cuma bekerja… tidak memberikan nilai mendidik pada anak muridnya) Sedangkan Buruh bekerja sebagai Guru… (seringkali… justru.. dari para buruh ini… timbul nilai-nilai mendidik… seperti… diperusahaan Kontraktor… pegawai baru akan diajarkan oleh pegawai lama… tentang cara-cara mendirikan tembok… jadi buruh-buruh… yang notabene pemuda-pemuda desa, datang kekota .. mau kerja srabutan apa saja… akhirnya… bisa jadi… kuli bangunan…)

Satu lagi…Kalau ingat dua kata tersebut (guru dan buruh) ada persamaannya….disisi yang sedih… Keduanya… guru dan buruh… sama-sama belum mendapat “tempat yang layak”

Sekali lagi… ini semua “bermuara” pada ketidak ikhlasan dan kedzhaliman…
(*heh….)

Sulit memang jadi guru juga sulit jadi buruh… bila mereka tidak ikhlas… karena memang posisi mereka “dibawah”… dibutuhkan tapi dicuekin… diinginkan selalu ada.tapi gak dihargai…. diharapkan mau melayani tapi.. gak diperhatikan kepentingannya (*heh). Lalu… kata ikhlas… bisa bikin mereka tambah nelangsa…. (ya… ini manusiawi… sayapun akan berpikiran yang sama jika diposisi tersebut)

Tapi… dengan mereka tidak ikhlas…
Memang sepertinya gak adil… kalau menuntut mereka lebih baik “service”nya sebagai guru…, disisi lain mereka tidak dipenuhi kebutuhannya… tapi… itulah… ada korban dari sikap mereka… murid-muridnya
Banyak murid-murid yang tidak tahu menahu…”lingkaran ke-nelangsaan” itu, jadi korban… mereka mendapatkan pengajaran “seadanya”… tanpa persiapan seorang guru… tanpa ada jiwa ingin mendidik tanpa mendapat bimbingan untuk meraih dan berjuang menjadi anak bangsa…..
So… nasib bangsapun jadi taruhan…..

demikian buruh… ketika mereka terus… bersikap seperti ini…, sikap tidak profesional.. muncul… akhirnya… kualitas… produksi bangsapun… menurun… sekali lagi… nasib bangsapun dipertaruhkan.

“Wahai para petinggi”…. saya pun menyadari sulitnya… situasi Indonesia… terkini… Modal produksi harus semakin banyak… padahal pangsa pasar menurun… Untuk berinovasi…, jelas harus ada lagi investasi… modal (lagi)… dan ini semua belum pasti akan meningkatkan keuntungan… (*heh)
ya… mestinya.. para petinggi juga harus belajar ikhlas… Ikhlas…jika sekarang keuntungan tidak sebanyak dulu… ikhlas.. jika memang yang sedikit itu masih harus dibagi dengan para buruhnya… ikhlas.. dengan sulitnya perjuangan dunia usaha di Indonesia terkini… (*heh) sulit lagi ya….
Oya… sebaiknya harus waspada juga dengan kata “dzholim”… karena ini benar-benar… murni… ungkapan perasaan… Siapa saja dapat merasa teraniaya… walaupun sebenarnya… yang menganiaya tidak sengaja… atau… memang sudah sampai dibatas kemapuannya untuk bisa memberi….
contohnya… seorang pengusaha… ketika harus menaikkan gaji buruhnya… per orang 100 rb rupiah… harus menyediakan dana samapi 1 milyard karena jumlah buruh diperusahaannya yang sangat banyak…

Hmmm pengusaha tersebut… sudah cukup “payah” harus memberikan kenaikan gaji sebesar itu… tapi buruhnya… tetap merasa didzholimi dan belum dipenuhi haknya… karena 100 rb tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang naik hingga 250 rb rupiah perbulan..

Ya… jika menelaah tulisan diatas… sepertinya…. bila tidak ada satupun yang mengalah… (guru dan buruh Vs Pengusaha ataupun pembayar gaji) terkesan….apa bedanya kita semua dengan dua orang anak kecil yang sedang berebut… sebuah mainan... Gak ada yang mau ngalah… sampe sudah babak belur… jotoh-jotosan… dan akhirnya… mainan pun rusak… (akibat ditarik-tarik… pada lepas semua bagian-bagiannya) (*heh) Seandainya… saja kedua anak ini mau berkomunikasi…mencapai kesepakatan dengan setuju menggunakan mainan secara bergantian… setiap… yah… mungkin 15 menit… tentu beda hasil akhirnya…..

Bila sudah seperti ini…tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang… semua rugi…

Jadi.. saya pikir… jalan keluarnya adalah… mencari cara “berkomunikasi” yang baik... ,(he he he apa perlu pakai tenaga ahli terapi wicara ya… kayak Aini… he he he) berbicara secara orang dewasa… yang siap berkorban untuk yang lain… Kalau yang satunya masih… “keras”… ya… biarkan saja dulu… nanti bicara lagi…. (*heh… terlalu banyak ya… permohonanku ini…. ) Emang…si… kadang kala susah banget kalau… mau diskusi.dalam suasana yang “hinggar binggar”…. apalagi kalau beda cara pandang…Tapi… percayalah (Haqul Yakin) kalau kita sungguh-sungguh… ada landasan hukumnya (Al-Qur’an dan Hadist) dan minta pertolongan Allah untuk mengatasinya….pasti Allah juga akan bantu…
Pengalaman saya si… orang-orang yang “ngotot” dengan pendapatnya akhirnya… akan mengalami sendiri…, merasakan sendiri dan akhirnya dapat terbuka pintu hatinya…bahwa apa yang di”kekeh”kan itu perlu diperbaiki…. Hmmm dengan caranya Allah selalu tahu bagaimana “memberitahu” makhluknya….

Ya Allah Maha Tahu…, Maha Penghitung…, Maha Adil…, Maha … Maha …Maha…
Tidak ada satupun kesia-siaan didunia ini….

“Berdoalah kepada KU, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. QS Al Mu’min (40) : 60

“Sambil (mengucapkan), “Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu”. QS Ar-Rad (13) : 24
`

2 Komentar

  1. desmeli said

    Ibarat benda guru dan buruh adalah mesin, jika tak ada ke2nya mau jadi apa bangsa ini…generasi2 berikutnya terancam kebodohan(*meskipun sekarang sdh nampak gejalanya*) dan perindustrian bisa mengalami pailit jika buruh tidak ada..yah berharap semoga nasib mereka lebih diperhatikan lagi oleh pemerintahūüėÄ

    Amin… Jazakillah… sudah mau mampir lagi….

  2. Untuk yang berminat gabung tukar ide dan pikiran tentang bahasa inggris, pengajaran bahasa inggris disekolah, serta teknologi dan metode terbaru dalam belajar dan mengajar bahasa Inggris, silahkan kunjung blog saya http://www.myenglish01.wordpress.com

    Isi website ditulis dalam bahasa inggris, jadi sebagai seorang guru bahasa inggris, anda juga diharapkan untuk memiliki kemampuan yang memadai dalam memahami teks berbahasa inggris. Saran, komentar, serta informasi terbaru dapat diakses dan anda juga dapat memberikan kontribusi dalam pengajaran bahasa inggris

    Herri Mulyono

    Waalaikumsalam…
    Selamat datang sahabat…
    Wah… terima kasih… informasinya… kebetulan bahasa Inggrisku.. pas-pasan…. (he he he… sambil tersipu-sipu malu)…
    Jazakallahu khairan katsiran

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.