“Mobil Bergembok”

Ha ha ha ha…. Lucu juga ya… Indonesia ini…
Katanya harga barang tambang pada naik… termasuk besi… Walah kok malah pemakaiannya digalakkan. Bikin gembok sebanyak-banyaknya untuk…. celana bergembok dari kota wisata Malang, dan sekarang… mobil bergembok dari Jakarta. Ha ha ha ha

Pertama saya bingung juga… gimana caranya ya… ngembok mobil… walah… kok kebetulan saya “nemu” serangkaian foto dari : Okezone

Jadi para sahabat semua… terhitung 2 Mei, Kalau mau parkir… sebaiknya… lihat kiri-kanan, atas-bawah, depan-belakang, kenapa???? Karena….Dishub DKI Jakarta sudah menerapkan aturan baru bagi para pengemudi yang memarkir kendaraan nya di sembarang tempat atau dikenal dengan istilah Parkir Liar. Sangsi yang diberikan adalah dengan memasang gembok diban-ban mobil tersebut + pemberian Tilang.
Bila mobil anda tahu-tahu ada….
1. Gembok dengan tali baja di Ban mobil
2. surat TiLang dan tanda peringatan dari Dishub bahwa posisi parkir kendaraan tersebut telah melanggar ketentuan parkir, dikaca mobil..

Segera… anda bertindak… cari petugasnya… untuk menjernihkan masalah jika tidak….

1. setelah beberapa menit sejak ban mobil di-gembok dan sang pemilik kendaraan masih belum juga “mengurus” kendaraannya, maka mobil akan di-derek ke kantor Dishub (optional).
2. Surat TiLang, akan diberikan saat sang pemilik mobil hendak menebus mobilnya di kantor DisHub.

Satu lagi nih… katanya, Tidak ada bayar denda/tilang “di-tempat”. (Amin… semoga Allah memberi kemudahan para petugas untuk tetap istiqomah)

Berkaitan dengan gembok tersebut… sebenarnya apa sih… kendalanya… sampai para pelaku parkir liar ini… melakukan aksinya… hmmm ternyata
1. Tidak ada areal parkir yang memadai
(benar-benar tidak ada areal parkirnya… atau ada areal parkir tapi lebih sering ada tulisan (maaf
parkir sudah penuh! dipintu masuk areal tersebut)
2. Ada areal parkir… tapi mesti jalaannnn dulu…
He he he iya ya… kalau gak bawa apa-apa… kalau abis beli beras 1 karung…, ibu-ibu lagi….Ya…
Matur nuwun… kalau mesti jalan sambil nenteng………karung beras….
3. Tulisan dilarang parkirnya… udah gak ada…
(entah sudah luntur… termakan cuaca.. atau malah sekalian rambunya yang rahib,… “dibersihkan”
pemulung (*heh)
4. Ada Tukang Parkir Liar… yang seolah-olah Tukang parkir Resmi… memberikan tempat dan bantuan
untuk memarkirkan mobil… jadi terkesan ini tempat parkir resmi…
5. Untuk yang kerja kantoran… (*heh) pasti tahu tentang… biaya parkir… digedung-gedung
perkantoran tersebut…. sampai harus… merogoh kantongnya… dalaaaaammmm sekali.
Akhirnya… cari tempat parkiran dengan harga “terjangkau”…. ya?????

Ya… itu tadi bisa jadi hanya “alasan” para pelaksana parkir liar… tapi… saya berharap pihak DisHUb Jakarta… mengadakan :”peninjauan” dan “perbaikan” fasilitas parkir resmi dulu… sebelum keluar… peraturan ini…(Atau sudah ya?????)

Hmmm Kenapa??? Ada lagi “lobang” untuk para pencari uang “negosiasi”…. dan nambah bengkak biaya pengeluaran negara… dengan beli gembok….

Lihat juga di :…. Gembok ban dan parkir halal

3 Komentar

  1. rickisaputra said

    assalam..
    tq yah untuk link nya..

    soal peninjauan, saya setuju, sebelum diresmikan aturan ini..
    meski pihak dishub katanya sudah melakukan survei untuk hal ini..

    ada baik dan buruk nya juga penentuan keputusan ini..
    baiknya : terlepas dari ada atau tidak nya survei ttg penertiban ini, pemerintah akan lebih was-was dan mulai berusha mematuhi peraturan parkir ini.. kalau misalnya diadakan survei doeloe.. ini itu lah.. yah.. kebiasaan orang indonesia yang kreatif, pastilah mereka mencari2 alasan ini itu pula untuk menghalalkan parkir liar itu.. (ini terlepas dari sarana parkir yang memang belum memadai yah)..

    buruknya : biasa.. lagi2.. palingan dianggap peraturan yang kurang populis..😀 biasa, orang indonesia..

    best regard

    Waalaikumsalam….
    Maksi juga… uda klik lagi…

  2. Zulmasri said

    wah mesti siapkan gergaji mbak, tuk motong tuh gembok.

    Gitu ya… apa gak sebaiknya bawa ilmu… biar tahu tempat yang boleh di”parkirin” kendaraan….????

  3. semoga tidak ada yg bayar ditempat.

    (katanya) Benar-benar bayarnya di pengadilan…. (Insya Allah)

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.