“Menjadi….Orang tua”

Berbakti kepada orang tua… wajib hukumnya…

Hmm bila seseorang… memasuki usia Uzur…. tingkah lakunya… cenderung kembali lagi seperti anak-anak….. Bahkan kadangkala… lebih… lebih dan lebih dari anak-anak. (Na udzu billa mindzalik)

Contohnya… Bapak kita… Bapak KH Aburahmaan Wahid
Hmmm Bapak kita yang satu lagi bikin sensasi… dengan datang ke negara Israel…,(katanya) mau menghadiri peringatan penjajahan atas bangsa Palestina oleh Israel. Duh… Coba…
Akhirnya… anak-anaknya…. (generasi muda…) dan teman-temannya (generasi tua)… pada pusing kepala. Berusaha mencegah dan memberi pendapat… Walah… tetap aja gak bergeming…. “ke-keh” mau pergi….

Sebagai anak-anak… kita mesti apa????
Kalau gak nuruti… katanya bukan anak yang berbakti… Ya kan???
Sangsinya… (Walah… melawan… “perintahNYA” … ) siapa si… yang berani????

“Tuhanmu telah menetapkan, jangan menyembah kecuali kepada-Nya, dan berbaktilah kepada ibu-bapak.” (QS. Al-Israa’: 23)

Hmmm Kalau masih urusan intern si… misalnya…sibapak suka banget “ngomong gak kebeneran” atau… “mencampuri urusan Dalam Negeri Rumah Tangga anak”… atau apalah… tapi dampaknya… hanya kepada sang anak….mungkin gak pa pa ya… Tapi… kalau sudah begini… Yang terkena imbas… dari perbuatannya….. banyak banget…dan mendunia…

Menyakiti hati Muslimat… La..wong jelas-jelas… ada perselisihan pendapat (menurut Islam) Israel… mengambil alih negara Palestinan dan menjajah

So… gimana dong????

Ada beberapa doa yang biasanya… diajarkan untuk mendoakan ke dua orangtua :

1.Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]

2. Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:14]

3. Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]

Allah mengajarkan kita untuk selalu minta maaf atas kesalahan orang tua.., baik terhadap kita.. maupun terhadap orang lain. Allah mengajarkan kita untuk menyayangi mereka… sebagaimana mereka mendidikku diwaktu aku masih kecil.

Nah… ini yang penting… orang tua mendidik kita diwaktu kecil,… menjaga kita…, mengajarkan kita hal yang baik dan buruk..,mengurusi kita, memenuhi kebutuhan kita… membimbing kita… mengobati kita dikala kita sakit…. Jadi… ini tidak berarti… semua keinginan orang tua harus kita kabulkan…
Contohnya… kalau orang tua sakit… ya mesti diobatin… mesti dijagain biar gak tambah sakit, dirawat… apa-apa yang jadi pantangannya menurut dokter ya… jangan diberikan…. Kalau gak suka obatnya… ya mesti dibujuk-bujuk supaya beliau mau minum obat…

Dan… ini yang bagus juga… manusia punya yang namanya “memori”… (ingatan)… (katanya) bagaimana kita memberlakukan anak-anak kita disaat mereka kecil… akan terekam dan disimpan didalam memori otak… sehingga… ketika Anak-anak ini punya anak sendiri. Memori ini otomatis akan keluar dan mempengaruhi tingkah laku dalam mendidik anak-anak. Demikian juga… ketika kita “menjaga” orang tua…. sikap mereka kepada kita (anak-anak mereka) sewaktu kecil… akan mempengaruhi sikap kita juga kepada mereka.

So… Baik-baiklah jadi orang tua ya… (Insya Allah) Dan baik-baiklah sebagai anak… (Insya Allah)

Inilah satu lagi Keindahan Islam… Hmmm Islam is the best

Emm tapi bagaimana kalau dari kedua sisi itu ada yang berbuat salah… (Ayolah.. Gus DUR… jangan bikin polah lagi… kasin dong kami…anak-anakmu… Sudah banyak sekali persoalan yang kami hadapi… jangan ditambahi lagi … tolong ya Gus… ya? ya? Ya? Yaaaaaa???????)

“Setiap Manusia pasti pernah salah, namun sebaik-baik orang yang bersalah adalah orang yang suka bertaubat.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Hakim dari Anas. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Jami’ No. 4391)

Jika Allah saja berkenan untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya, meskipun itu dosa besar (misal: kisah pembunuh 100 orang) jika seorang hamba benar-benar bertaubat. Maka lebih sepatutnya hal tersebut kita lakukan, terlebih lagi terhadap orang tua kita sendiri, atau anak kita sendiri.

Yang benar datangnya dari Allah… Yang salah… dari kekurangan saya sebagai makhluk. Mudah-mudahan sahabat mau memaafkan dan memberikan masukan agar kesalahan ini tidak terulang kembali

1 Komentar

  1. kita wajib banyak mendoakan ortu kita🙂

    Ya Insya Allah… ini adalah kewajiban kita

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.