“Indonesiaku…+ BBM + Penghematan + Support pada Presiden “

Bulan juni… Bapak Presiden SBY rencananya akan menaikkan harga bahan bakar minyak…

Semalam… disalah satu TV swasta ada siaran ulangan dari Abang Wimar Wimtoelar… Bahas masalah ini… ada kutipannya di prespektif

Dengar pembicaraan mereka…, saya kok pengen juga ngomong (he he he… untung masih “nyadar”… jadi gak langsung datang dan nyelonong kesana… he he he kebiasaan payah…….ya… siapa si… saya….) disini aja ya…

Gini…
Kalau kita mau merenung sejenak… sebenarnya… Indonesia sekarang ini seperti apa si…. Hutang… banyak (kini ‘tinggal’ USD 125.258 juta atau sekitar Rp1250 triliun lebih.) … Warga negara banyak (ke 4 didunia = 238,452,952 jiwa.. by Fact book 2004)… hasil bumi Indonesia belum banyak yang tersentuh dan digunakan untuk kepentingan warga negara.. Luas daerah Indonesia yang terbentang dari ujung keujung + banyak laut atau air diantaranya…membuat sulit menjaga dan mengawasinya… Eh… ketambahan lagi… dengan tahun-tahun terakhir ini… bencana alam… dari yang benar-benar alam… (tsunami, longsor, banjir, gempa bumi dsb) sampai… yang krn manusia…, (pesawat jatuh, kelaparan, penyakit… dsbnya) datangnya… “gemeruduk…”

Saya terus… mikir… keluargaku sendiri… (menurutku… keluarga adalah prototipe kecil dari keluarga “negara Indonesia”)… Ini juga masukkan dari Oprah Show… tentang debt Credit. hmmmm jadi teringat ketika… balance keuangan keluargaku sampai batas minus… dan makin turun… aja minusnya… Saya dan suami harus putar akal untuk memikirkan jalan keluarnya…. Hasilnya…

1. Pertama adalah “pengetatan pengeluaran….”
Kalau mau beli apaaa aja… mikirnya… lama… nimbangnya lama….
Apakah barang-barang yang akan saya beli memang perlu….

2. Mengadakan penghematan
Semuanya… sepakat untuk “hidup seadanya”….
Gak ada… jalan-jalan…, gak ada makan diluar… (kecuali ambil nasi terus makan diteras… he he)
Berusaha untuk memaksimalkan barang yang ada sampai…benar-benar gak bisa dipakai lagi. Baru…
mempertimbangkan untuk beli lagi…Gak ada pembantu… uangnya… bisa untuk bayar kebutuhan lain

3. Menguangkan barang-barang yang punya nilai jual… dengan mempertimbangkan… keperluan barang
dalam kehidupan sehari-hari misalnya… jual mobil… , ganti dengan motor… karena lebih irit
pemeliharaannya.

4. Upaya bayar hutang dulu…. sebelum… memikirkan untuk membeli barang…

5. Mencari alternatif untuk pemasukkan tambahan.

6. Terus-terusan “mengawasi” pengeluaran dan pemasukkan dengan ketat.

7. Terakhir dan terpenting…. selalu bikin Komunikasi yang Lancar denganNYA.

Ya… kurang lebih begitu
Emang si… gak mudah… penuh airmata… penuh sakit (hati dan fisik)… penuh dengan “menahan”
Alhamdulillah… ini terlewati dengan baik… dan Himahnya… Kami jadi lebih “teratur” dalam mengelola keuangan…, kami lebih menghargai dan menjaga rezeki yang diberikanNYA.

Mungkin Indonesia memang mesti begitu seperti kata bapak Faisal Basri… yang datang sebagai pembicara diacara ini BBM memang harus naik kalau tidak… konsekuensi yang harus ditanggung adalah… jalan-jalan tidak dapat diperbaiki, tidak ada pembangunan, tidak ada sekolahan yang dapat diperbaiki.. walaupun sudah mau ambruk…, dsb-dsbnya

Hmmm

Ada sebetulnya yang tetap harus dicermati oleh pemerintah (maaf ya… ini lagi keluar… sok tahunya) uang hasil kenaikan harga BBM yang bisa sampai 30% (yang katanya juga merupakan bagian dari 800 trilyun dana pemerintah untuk subsidi rakyat miskin.., penanggulangan bencana dsb) harus dikelola dengan baik… kalau tidak… keadaan makin parah saja…. Kenapa???? Berarti “pengorbanan” rakyat tidak diimbangi dengan pewujudan “janji hidup lebih baik” (Hati-hati dengan janji….)

Jadi kalau memang harus hemat… ya… hematnya rata… Presiden,… Mentri…, DPR, MPR…,Gubernur… dsb… dsbnya sampai rakyat kecil… semua…. ikutan berhemat karena

1. Lebih cepat tercapai kalau semuanya “nyadar” dan rela berhemat (Ya.. Pak Anggota DPR yang kemarin kena “snapshot”… jangan tidur waktu sidang soal rakyat… biar cepet kelar… ada KepPres dan gak kebanyakan keluar “uang sidang”)

2. Tidak ada kecemburuan sosial…. (*heh*… kebayang kan kalau orang sedang “kelaparan” didepannya ada pesta meriah… “makanan berlimpah”… dibuang-buang pula… (kebiasaan org Indonesia kalau lagi ada pesta… ngambil makanan sampai piringnya… penuh…. dan gak diabisin krn gak ternyata perutnya gak muat makan sebanyak itu…. *heh*) Yang bisa memicu… kekerasan…

Gitu juga… dengan kecemburuan sosial ini…, siapa yang ngelarang pake mobil mewah…, kalau memang dia mampu beli…. cuman jangan mentang-mentang punya mobil mewah… terus… lewat jalan kecil… gak sabaranan… gak mau antri… “tat-tit-tat-tit” ngebeeel melulu…. suruh yang didepan pada minggir Atau… pake perhiasan emas… sampai… anggota tubuhnya tertutup semua (he he he… kayak Toko Emas berjalan…) Mbok ya… ingat… itu mas-mas tukang sol sepatu keliling .., untuk dapat 50 rb sehari aja… sudah “rekoso”….

Sama-sama lah… saling menahan diri… dan bersikap sesuai tempatnya….

Coba semua orang kaya dan pejabat di Indonesia bersikap seperti Nabi Muhammad saw… (Beliau sama sekali gak jadi OKB…(Orang Kaya Baru) biarpun… dari yang sangat tidak punya… menikah dgn Khadijah ra.. Janda kaya di Jazirah Arab… dan kembali menjadi tak berpunya… ketika pergi Hijrah…) Mungkin… rakyat kita… juga legawa ya….

Oya satu lagi… Bangsa Indonesia sekarang punya sikap (tidak terpuji) baru… gak konsisten… (eh.. ini bukan berarti saya bela-in para pemimpin ini lo…. kalau mereka salah… kita harus berani bilang salah tetapi kalau mereka melakukan kebaikan, kita juga harus… berani jujur… mengatakan kebaikan itu… jangan karena dendam… kebaikan itupun hilang…..) Setiap Presiden… yang mengalami “masa sulit”… kita kompak… untuk memusuhi…. lihat saja dari zamannya… P Harto, P BJ Habibie… sampai… Pak SBY… Kok tidak ingat… waktu kampanye.. pemilihan presiden dulu… walah… semangatnya…. sampai ada yang bertaruh… dan berjuang mati-matian agar calon Presidennya menang. Hmmm mbok kalau lagi sulit gini juga sama…. berjuang mati-matian agar kesulitan “Presidennya” cepat berlalu… Fair kan?????

So… Jika memang kita ingin Indonesia segera bangkit… kita juga harus berani… kita juga harus mau.. “mengencangkan ikat pinggang”… (kalau perlu… tidak hanya diketatkan… tapi juga diganjal batu… seperti perut Nabi saw dan sahabat-sahabatnya…. ketika kesulitan itu datang.. kenapa harus takut….???? hmmm… (he he he… ada yang bilang… ih… engga’ lagi…))
Ada jalan yang harus dipilih dan di tempuh artinya juga ada juga konsekuensi yang harus diterima….
Its… our choice… Its up to Us…

1 Komentar

  1. ya itulah konsukensinya …

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.