“Makan Siang”

Hmmm seru juga… waktu sang Imam sudah berada dirumah….

Kebiasaan bikin “Bento”… jadi lebih seru…
(Bento itu… bahasa Jepangnya… “Bekal Makan Siang dari rumah”)
Pagi-pagi diatas meja… sudah ada… paket makan siang masing-masing (semua bawa bento, kecuali putra tengah yang ada program makan siang dari sekolah…., jadi putraku hanya akan bawa bento kalau menu disekolah tidak disukai – red : menu seminggu digantung di papan ruang guru sekolahnya)

Awalnya dulu… si pengen “hemat”…
Jatah makan siang diluar.waktu itu…. (mulainya kebiasaan ini 3 tahun yang lalu) antara Rp 5.000,- s/d Rp 10.000,- perorang untuk sekali makan… Hmmm terbayangkan untuk 4 orang… dalam sebulan.
Lama… lama… (walaupun sekarang keuangan sudah membaik…) semuanya menikmati…. bahkan.. makan siang ini jadi makan siang yang “mewah”… Karena… seringkali dibuat berdasarkan… “permintaan” dan menunya selalu 4 sehat lima sempurna + kadang-kadang (kalau saya lagi baik hati ni… he he he) ada tambahkan snack…

Alasan lain yang bikin kebiasaan ini tetap berjalan adalah… keluargaku… tidak perlu antri 2 kali disaat istirahat siang (antri…beli makan siang dan antri kedua… antri sholat dzuhur) dan tidak perlu berpindah dari tempat duduk dikantor/ disekolah… Nyaman kan? Ini adalah salah satu contoh “kemewahan” hidup di Jakarta… Gak perlu antri !!!

Adalagi… menu makan jadi lebih terkontrol… terutama Aini… yang banyak pantangan makanan

Hmmm saya ingat dengan film serial dari Korea… “Jung-Gem”. Saya memang belum sehebat dia untuk memilih menu makanan yang sesuai dengan kesehatan dan kebutuhan tubuh… Tapi sungguh ia adalah inspirasi saya tentang… “How smart a woman can be….” dengan tanpa meninggalkan kodratnya sebagai wanita.

Ya… kadang kala… kalau sudah bosan… (kadangkala jenuh kan kalau makan makanan dari satu “rumah produksi” terus-menerus) perlu juga si… “selingan” beli jajanan… Cuman… biasanya saya gak tega banget… jadi tetap saja… bawanya kotak bento cuman,… isinya bukan masakan saya.

Hmmm seandainya… kebiasaan para ibu-ibu di Jepang ini… juga dilakukan oleh ibu-ibu di Indonesia… Mungkin kita tidak terlalu pusing dengan segala macam bentuk zat aditif… (pewarna. perasa. pemutih, pemanis… dsbnya) yang banyak terdapat pada jajanan anak-anak sekolah… Atau…paling tidak masih bisa mengurangi….. (Insya Allah)

Ni… gambar-gambar bento….

Bisa dicontoh ya….
Oya ada lagi…bisa dilihat disini kotak bentonya...

2 Komentar

  1. rhainy said

    wah….jadi iri…bukan apa2 sih…cuma aku jarang bawa in bekal untuk anakku…dia maunya makan di rumah doank…kebetulan pulang sekolahnya pas jam makan siangnya…jadi ….ya udah deh…pas bel..lari ke rumah..langsung makan….

    Wah… ini malah sangat baik…, dulu… ketika… suami “bertugas di daerah”… saya bisa menikmati hal-hal seperti ini… 3 X sehari… makan sekeluarga di meja…. seru!!!!! Hmmmm jadi “ngiri” deh…..

  2. lagi nunggu yang mau buatin saya bento mba…..
    mudah-mudahan yang pintar masak…..
    ūüėÄūüėÄūüėÄ

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.