Jilbab

Bagaimana menurutmu, adakah memakai jilbab itu wajib bagi perempuan. Saya tidak yakin. Kalaumemang Tuhan menghendaki demikian, maka tak perlu menciptakan rambut untuk perempuan….”

Menghadapi pertanyaan ini saya coba membawa gadis tersebut ke persoalan pokok. Saya sebutkan kepada gadis tadi,”semua pertanyaan anda tadi adalah persoalan ke delapan dan kesembilan kita. Ada persoalan awal yang perlu diselesaikan terlebih dahulu”

“Oh begitu, Baik, apa persoalan utamamu?” Tanya gadis tadi.

“Menyelesaikan persoalan TUJUAN HIDUP!” jawab saya.

“Penting sangatkah untuk tahu tentang tujuan hidup?”, tanyanya lagi

“Coba kamu bayangkan, kita adakan permainan sepak bola, tetapi di lapangan bola tidak ada gawang! Atau kau main golf tetapi tidak tahu dimana lobanynya. Apa rasanya kalau kamu terlibat dalam permainan seperti itu?”, saya menguji.

“Silly game…. mengaco!” ujarnya.

“Well, kita mungkin ketawakan mereka yang main bola atau golf begitu, tetapi sebenarnya kita sedang mentertawakan banyak manusia yang hidupnya tiada gawang dan tiada lubang golf. Kalau kita tahu apa tujuan hidup kita yang sebenarnya, bagamana kita akan focus dan membuat prioritas? Saya yakin saudari bias setuju bahwa kegagalan untuk focus dan membuat prioritas, pasti mengundang kegagalan. Betul tidak?” saya meneruskan pembicaraan.

“I can agree on that, jadi pertanyaannya sekarang dalah apa tujuan hidup kamu?”. dia bertanya lagi.

“Hmmm kamu kira, saya punya jawabannya? Kamu punya jawabannya? Apa yang oingin kamu capai dalam hidupmu?”, saya memberikan pertanyaan bertubi-tubi.

“Saya ingin berhasil dalam bisnis saya dengan penghasilan satu milyard pertahun”, katanya dengan yakin.

“Bagi kita yang belum dapat pendapatan itu, mungkin kita sangka itu tujuan hidup kita. Tapi bagi yang sudah dapat, seperti jutawan-jutawan dunia yang kita kenal, ketika mereka sampai ke puncak uyang didaki, rupa-rupanya jkiwa merekla masih kosong dan mereka masih terus bertanya, apakah untuk ini aku hidup? Akhirnya banyak dikalangan mereka yang bunuh diri atau sekurang-kurangnya gagal dalam rumah tangga. Kamu lihat itu kesuksesan?”, saya bertanya kepadanya lagi.

“Hmmm….”. sepi tanpa jawaban….

“Saya kira kita sama-sama tak punya jawaban sebab TUJUAN HIDUP kita telah ada sebelum kita lahir. Jika kita tanya kenapa lampu diciptakan, andai dia bias menjawab, mungkin dia tak tahu kenapa dia berada disni. Logikanya kita harus tanya ke pabrik pembuatnya, baru mereka akan menberikan deretan pertanyaan dan jawaban di dalam sebuah buku yang bernama “Instruction Manual”.
Begitulah manusia, jika mau tahu jawabannya, harus tanya kepad Tuhan yang menciptakan manusia yaitu ALLAH. Dan Allah telah memberikan kepada kita kumpulan pertanyaan dan jawaban di dalam “Instruction Manual-NYA” yang bernama…..”

“Al-Qur’an! What does the Al-Qur’an say aobut our propuse of life?”, gadis tersebut mengajukan pertanyaannya.

“Dan tidaklah Aku jadikan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka mengabdikan diri kepadaKU” QS Adz Dzariyat : 56”, Jawabku.

Lantas aku mengambil peluang untuk menjelaskan secara ringkas konsep ibadah dalam Islam. Bahwa selain Sholat, dan ibadah khusus yang lain, apa saja pekerjaan yang kita lakukan jika memebuhi criteria Islam, maka is menjadi ibadah. Dan akhirnya, aku membuat kesimpulan berikut:
“Andaikan saudari bsa menerima hakikat bahwa kita membutuhkanTuhan dalam idup ini, maka barulah saya bias menjawab pertanyaan kenapa kita harus sholat. Kita perlusholat karena kita membutuhkan Allah dalam hidup ini. Dan jika saudari bias setuju dengan kewajiban sholat, maka barulah saya bias terangkan kenapa saudari harus pake jilbab.
Jika kitamenghadap Presiden atau pejabat ada etika berpakaian, apalgi akan menghadap Allah di dalam sholat dan di luar sholat, tentunya kita harus berjilbab karena itu kehendakNYA.! dan ini akan berantai… pada hal-hal lain yang berkaitan dengan hidup kita sebagai manusia di alam nyata ini,”

Alhamdulillah… dalam waktu satu jam pertemuan saya dengannya, itulah hasil perbincangan kami. Walaupun hasilnya saya tidak tahu… tetapi sekurang-kurangnya saya sudah mencoba. Saya tahu gadis ini banyak punya perbedaan latar belakang dan jalan hidup dengan saya… sehingga apa yang dia pikirkan… walaupun membuat saya ,mengucapkan “Hmmm dasar… gadis yang jalan pikirannya… “terlalu maju”… saya bisa memaklumi pendapatnya yang didasari ketidak tahuan”

Dikutip dari Mutiara Amaly

Iklan

Komentar ditutup.