BBM

Bapak & Ibu yang duduk dikursi kepemimpinan

Saya ingin “mengumpulkan” apa yang jadi suara rakyat

1. BBM jangan Naik
(Hmmm ada solusi lain tidak ya….????)
2. Barang Kebutuhan Hidup jangan meroket
(Sudah jadi tradisi… sembako… naik harga 2 x atau bahkan 5 x dibandingkan dengan kenaikan BBM, dan ini terjadi 2 x sebelum dan sesudah kenaikan BBM)
3. Rakyat Ingin Kejelasan (Mungkinkah… ada temu pendapat dari pejabat negara dan rakyat kecil untuk berbincang sersan (serius tapi santai) agar rakyat kecil dan pejabat tiiiiiinnnggggiiiii bisa berkomunikasi dengan baik dan diambil kata sepakat???)
4. Mbok ya sebelum mengambil tindakan… diadakan pembenahan administrasi…(supaya data-datanya valid…. berapa jumlah rakyat miskin, berapa sebaikinya harga BBm dinaikkan, berapa besar dampak yang diterima rakyat kecil….jangan percaya laporan anak buah….. pak)
5. Kalau rakyat… harus menanggung semua ini… pejabat “sebaiknya” lebih dahulu… mengencangkan ikat pinggang 2 x lipat dari rakyat… . KPK… evaluasi dong… kinerja dan laporan keuangan pemerintah…..
7. Saya juga menyadari pribahasa “Gajah dipelupuk mata tiada tampak, kuman diseberang lautan tampak”. Jadi terlepas… apakah pemerintah salah atau benar… ini sudah ke 5 kalinya… pemerintah dan rakyat bersitegang… soal… BBM. Cukup membuktikan… berada diluar “pemerintahan” membuat orang “merasa sanggup” menyelesaikan… KARENA SEMUA KUMAN kelihatan, berada didalam pemerintahan… TERTUTUP GAJAH PEMANDANGANNYA… jadi cuman bisa memikirkan yang dekat saja (dekat dengan perutnya…,dekat dengan kakinya… dsbnya…) === Boro-boro rakyat===

Hmmm setelah “capek”…. dengan ungkapan sesak didada tadi… sebagai rakyat kecil… saya berusaha untuk “menyesesuaikan” antara pengeluaran yang makin deras… dengan pemasukkan yang statis… agar tidak ada unbalance… yang bikin… keluargaku… bisa ikutan sesak…

Permisi Bapak & Ibu….. saya pamit

2 Komentar

  1. atrix said

    Hmm qt semua jg berat dgn kondisi ini, tapi ada hal lain dari hal2 diatas yg perlu dipikirkan.

    1. Banyak solusi dari kartu kendali bbm, naikkan target pajak (siap2 saja anda jadi target dirjen pajak) dan naikkan produksi minyak lokal (yang butuh dana eksplorasi, riset yg tidak sedikit)

    2. Tentu saja harga komoditas naik, yang angkut kan kendaraan, kapal laut dan pesawat yang notabene butuh bahan bakar untuk berjalan. Ya kalau distribusi komoditas bisa dilempar/ simsalabim pindah tempat mungkin lain cerita.

    3. Sering kan pejabat sowan ke daerah untuk diskusi dan tatap muka, bahkan pake video conference segala, masalahnya kalo dah ketemu petinggi jangan adem-ayem aja, kalo ada keluhan langsung utarakan dengan tegas ke muka pejabat tersebut. Jadi kan sama2 aware masalahnya apa gt.

    4. Ya, betul kebanyakan riset dari BPS dibuat (mungkin) untuk menampilkan laporan yang cantik dihadapan pejabat. Pertanyaannya apakh selain BPS, misalnya LSM dan lembaga non-profit yang melakukan survey punya cukup data dan sumberdaya untuk mendata pendapatan 200juta lebih penduduk RI?

    5. Yup, sumber pemborosan memang banyak dari pemerintah sendiri, belum termasuk penyalahgunaan dana di lapangan. Itulah tugas KPK untuk mengaudit, dan menangkap pihak yang bersalah.

    Ngomong2 soal KPK, dengan gebrakan akhir2 ini sebenrya mereka cukup tegas, yang q pikir bahkan ketua KPK berani taruhan “kepala” dia untuk menangkap koruptor2 ini sptnya, mungkin.

    Semua bisa kesal, terbawa emosi (mungkin). Tapi coba pikir jernih, belajar lebih mengenai situasi (asal muasal), dan belajar. Ada pembelajaran disetiap situasi, terlepas itu baik/buruk. Jangan bergantung banyak dengan otoritas, jadikan situasi ini cambuk untuk bisa mandiri dan tidak manja dengan kondisi “semu” yang ada selama ini.

  2. katanya no comment…
    kok posting bbm juga:mrgreen:

    he he he… habis… udah gak punya kata lagi…

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.