Langkah nyata melindungi generasi muda

Alhamdulillah… akhirnya… pemerintah mau juga… melakukan beberapa langkah nyata untuk melindungi generasi muda dari serangan moral. Diantaranya dengan

1. Pemerintah mulai 2008 akan menjalankan aksi nasional untuk mewujudkan keluarga bersih dari pornografi guna melindungi masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak, dari dampak buruk penyebaran materi pornografi melalui berbagai media.

Rencana aksi nasional mewujudkan keluarga bersih dari pornografi atau RAN MKBP telah ditandatangani pada 4 April 2008 oleh Meneg PP, Meneg Pemuda dan Olahraga, Menteri Agama, Menkominfo serta Kapolri dan akan segera dilakukan, kata Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta Swasono di Jakarta, Selasa.

Meutia Hatta mengatakan, aksi itu dilakukan untuk menindaklanjuti surat keputusan bersama empat menteri dan Kapolri tentang keluarga bersih pornografi tahun 2005 yang dimaksudkan untuk mencegah praktek pornografi dan penegakan hukum terkait praktek pornografi.

Dalam hal ini, kata dia, aksi mewujudkan keluarga bersih pornografi akan dilakukan melalui pencegahan berupa komunikasi, edukasi dan penyebarluasan informasi mengenai hak reproduksi remaja dan dampak buruk materi pornografi; percepatan penyelesaian pembuatan undang-undang antipornografi; penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan seksual serta perlindungan terhadap korban kejahatan seksual.

“Dan tentunya koordinasi lintas sektor untuk mencegah dan mengatasi masalah yang terkait dengan penyebaran materi pornografi,” katanya.

Ia mengatakan, Kementrian Pemberdayaan Perempuan akan memfokuskan upayanya pada pembinaan keluarga untuk mencegah dampak buruk penyebaran materi pornografi.

“Kami akan masuk dari keluarga. Keluarga adalah faktor terpenting dalam hal ini karena merekalah yang bisa mengajarkan norma-norma dan menanamkan nilai-nilai yang baik kepada anak-anak dan remaja,” katanya.

Upaya tersebut, kata dia, dilakukan untuk menyikapi maraknya persoalan pornografi di Indonesia yang harus diwaspadai karena berdampak buruk dan dapat melemahkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia mengatakan, penyebaran materi pornografi di tanah air sudah berada pada tahap yang sangat mengkhawatirkan.

Materi pornografi dengan mudah dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat sehingga generasi muda dan anak-anak tidak terelakkan dari paparan materi-materi pornografi yang dapat mengganggu perkembangan jiwa dan karakter pribadinya.

Bahkan, ia mengatakan, anak-anak dan remaja kini juga sudah mulai terlibat dalam pembuatan dan penyebaran materi-materi pornografi.

“Saat ini ada lebih dari 500 jenis video porno yang telah beredar, 90 persennya dibuat dan dilakukan oleh remaja Indonesia yang masih berstatus pelajar. Dan, yang lebih memrihatinkan semakin hari kecenderungan pelaku atau korban bugil dalam materi pornografi adalah pelajar SMP,” katanya.

Maraknya peredaran materi pornografi tersebut, kata Meutia, juga diikuti oleh fenomena kekerasan pada masa pacaran di kalangan remaja yang korbannya sebagian besar remaja putri.

“Dari survei yang sedang dilakukan terhadap 3.000 remaja putri sudah terjaring 957 responden di antaranya mengaku mengalami kekerasan selama masa pacaran artinya ini dialami satu dari lima remaja puteri,” tambahnya.

Kekerasan dalam masa pacaran (dating violence), menurut dia, terjadi karena banyak remaja yang kecanduan dengan materi pornografi sehingga akhirnya berusaha melakukan pemaksan dan jebakan seksual pada pasangannya.

“Dating violence ini menjurus ke arah pemaksaan secara seksual, pelaku akan menggunakan pemaksaan dan pelecehan baik secara fisik maupun verbal untuk merangsang pasangannya,” katanya.
(dari keluarga bersih pornografi)

2.Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) RI mulai membagikan “software” (piranti lunak untuk komputer) gratis untuk memblokir laman (situs/website) porno.

“Bagi mereka yang berminat, kami mulai membagikan `software` itu dalam acara di kampus PENS ITS Surabaya, pada 29 Maret pukul 10.00 WIB,” kata staf khusus Menkominfo, Sukemi, kepada ANTARA News di Surabaya, Jumat.

Menurut staf khusus Menkominfo bidang komunikasi media itu, “software” tersebut akan dibagikan langsung oleh Menkominfo Prof Ir Mohammad Nuh DEA dalam sosialisasi UU Informatika dan Transaksi Elektronika.

“Sosialisasi itu akan melibatkan 1.000 anak muda yang masuk dalam Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas) yang dikelola mahasiswa PENS ITS, untuk mengikuti pelatihan internet sehat,” katanya.

Alumnus ITS Surabaya itu mengemukakan, Menkominfo sendiri sudah menyiapkan langkah-langkah untuk memblokir laman-laman porno dalam beberapa pekan terakhir.

“Secara kebetulan, UU ITE yang sudah disahkan DPR RI pada 25 Maret 2008 itu juga mengatur soal laman-laman porno dan sanksi yang diberlakukan,” katanya menegaskan.

Ia mengatakan, Depkominfo tidak tahu kalau UU ITE juga mengatur soal laman-laman porno, tapi hal itu justru menjadi pendorong untuk mewujudkan rencana memblokir laman porno.

“Pak Nuh sendiri sudah mensosialisasikan rencana itu kepada asosiasi warnet dan pemilik `provider` dalam sebuah pertemuan di kantor Depkominfo di Jakarta` pada 27 Maret 2008,” katanya menambahkan.
(dikutip dari : Software gratis)

Alhamdulillah… mudah-mudahan apa yang baru-baru ini saya alami ketika sedang makan di restoran kesukaan anak-anakku tidak akan terjadi lagi dan tidak akan dialami oleh siapapun.
(ceritanya… saat itu… datang 2 wanita mengambil tempat duduk di meja dekat meja kami, tak lama kemudian bergabung 6 orang laki-laki dimeja tersebut. Sambil menyantap hidangan mereka asik bercanda dan bercerita…. Masya Allah… cerita dan candanya sangat vulgar dengan suara yang cukup keras… apalagi ini di restoran umum, (ada beberapa anak makan disitu…), mereka juga menghisap rokok, menganggu sirkulasi udara ruangan berAC tersebut. *Heh… saya gak bisa pindah meja… karena Aini tidak bisa pindah meja kalau sedang makan… Saya AKHIRNYA menegur pelayan disitu untuk minta di berikan peringatan… tapi mereka tidak melakukan… (mungkin karena pertimbangan bisnis ya) walaupun diwajah mereka tampak benar kesan.. marah… setiap kali para pelayan ini melayangkan pandangannya ke meja itu.)

*Heh… walaupun sudah dongkol… dan mulai pusing… karena menghirup udara yang tercampur asap (maaf tapi saya memang dari dulu… “udik” kalau soal bau-bau an)… saya terpaksa menyabarkan diri.
Eh… tapi gak tahan juga… ya udah akhirnya… “maksa”… makan Aini kubungkus…dan melanjutkan dirumah…

Waktu cerita sama sang Imam…, beliau bilang… seharusnya ibu tegur aja… dengan cara yang ma’ruf… orang-orang seperti itu… hmmm iya sih… tapi.. saya merasa ada yang lebih berhak… untuk menegur… pemilik restoran itu… Mungkin lain kali ya… saya akan lakukan hal ini…. Or… saya berharap gak ada lagi kejadian seperti itu…

4 Komentar

  1. semoga benar2 terealisasi..

    Amin ya Rabbil Alamin….

  2. natazya said

    kekerasan dalam pacaran emang adalah satu hal paling kurang ajar yang bisa terjadi! kutuk semua pelaku kekerasan yang masih bebasnya berkeliaran!

    Hmmm ya…
    Jazakillah untuk mampir

  3. kekerasan dalam bentuk apapun sebaiknya dihindari baik sewaktu pacaran, maupun setelah berumah tangga. Baik terhadap pria, wanita apalagi anak-anak.
    —salam kenal—

  4. saya minta ijin untuk kopi paste. semoga diijinkan ya.

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.