Selamat Jalan Bp Sophan Sophian

“Innalillahi wa inna lillahi rojiun…”
Telah berpulang ke rahmatullah… Bp Sophan Sophian…
Semoga diterima semua Amalan beliau disisi Allah

Riwayat hidup beliau…

Sophan Sophian dilahirkan di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan pada 1944 lalu. Profesinya mulai dari aktor, sutradara, produser dan terakhir sebagai politikur PDIP.

Saat masih di dunia perfilman, dia pernah terlibat di sejumlah film, diantaranya Bunga-Bunga Berguguran (1970), Pengantin Remaja (1971), Cintaku jauh Di Pulau (1971), Si Bongkok (1972), Perkawinan (1972), Perempuan (1973), Jauh Di Mata (1973), Sentuhan Cinta (1976), Jinak-Jinak Merpati (1975), Widuri kekasihku(1976), Letnan Harahap (1977), Bung Kecil (1978),

Sophan Sophian muncul pertama kali di layar putih sebagai pemain pembantu pada tahun 1970. Kemudian menjadi terkenal dengan penampilannya dalam film “Pengantin Remaja” tahun 1971 karya Wim Umboh itu sebagai pemain utama.

Penghargaan yang pernah diraih, antara lain, Pemeran Utama Terbaik dalm FFI 1978 di Ujung Pandang dalam film Letnan Harahap Deskripsi.

Setelah tidak aktiv lagi di perfilman, Sophan terjun dalam dunia politik. Suami aktris Widyawati ini pernah aktif di PDI Perjuangan dengan jabatan terakhir Ketua Fraksi PDIP di DPR. (SUMBER: Pusat Dokumentasi Seni)

9 Komentar

  1. innalillahi wa inna ilahi rajiun

    Laa haula walaa quwata illa billah
    Semoga keluarga yang ditinggalkan akan dapat menerima dengan ikhlas… dan dituntunNYA sehingga dapat melalui semua ini dengan “naik kelas” Amin….

  2. ridu said

    Innalillahi wainnailaihi rojiuuun.. turut berduka cita atas berpulangnya bapak Sophan Sophian.. beliau kan termasuk pasangan suami istri yang paling awet dengan istrinya.. ternyata sudah dipanggil oleh sang Pencipta.. Semoga amal ibadahnya bisa diterima di sisi-Nya
    Amin..

    Amin Amin Ya Rabbil Alamin

  3. natazya said

    innalillahi wa inna ilaihi rojiun…

    padahal saya liat kemarin waktu beliau diwawancara mau berangkat bareng klub MoGe nya dan senyum senyum sumringah.

    satu korban dari kealpaan pemda memperbaiki jalan

    Laa haula walaa quwata illa billah

    Ini juga yang saya sesalkan… sudah sering “orang” bicara tentang… perlunya segera perbaikan jalan… (*Heh… ) kenapa setelah jatuh korban…., baru suara orang didengarkan????
    Dan korbanpun harus… orang-orang yang mempunyai… “posisi”…
    Kalau rakyat kecil yang jadi korban…. masih saja dianggap angin lalu…
    padahal… sama-sama nyawa… siapapun dia….

  4. Kang Sadi said

    Innalillahi wa inna lillahi rojiun
    Semoga Amal Ibadahnya di terima di Sisi Nya..Amin

    Amin Amin Ya Rabbil Alamin

  5. edratna said

    Innalillahi wa inna illaihi rojiun.
    Semoga segala dosanya diampuni dan amal baiknya diterima oleh Allah swt. Amien.

    Amin Amin Ya Rabbil Alamin

  6. nenyok said

    Salam
    Turut berduka cita, semoga diterima disisi Alloh. Amin

    Salam kembali
    Amin Amin Ya Rabbil Alamin

  7. fafaahmad said

    Innalillahi wa inna ilaihi rajiun
    Semoga kepergian beliau benar-benar menjadi momentum kita untuk kembali bangkit membangun negeri ini, terutama infrastrukturnya, amin…

    Amin Amin Yaa Rabiil Alamin…

    Terima kasih untuk kehadirannya disini….

  8. Innalillahi wainna ilaihi rojiun

    Laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhim

  9. dzulfikar said

    tulisan anda bagus-bagus.
    makasih ya atas kunjungan nya ke blog ku.
    boleh dong blog ku numpang nampang di “Sahabat yang mampir” ? he he. makasih ya ………….

    Alhamdulillah… kalau anda berkenan dengan tulisan disini.
    Sungguh kebaikan, kebagusan hanya milik Allah semata…, saya hanya meneruskan
    Sama-sama… saya juga akan sering mampir lo…
    Insya Allah…

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.