Tanda-tanda KebesaranNYA

Indonesia (juga dunia…) sedang bersingunggan dengan per(soalan)-gunung-an. Setelah tsunami di Aceh tahun 2004, “Di-kabarkan” Indonesia bakalan akan terus diguncang gempa dan letusan gunung berapi…, akibat… tumbukan pinggiran lempengan India-Australia bertabrakan dengan lempengan Eurasia.
Hmmmm…

Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main (QS-21:16).

Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia (QS 17:60)

“Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata (QS-50:7).

Dalam hal ini, apa yang tercantum dalam ayat-ayatAl Qur’an diatas, sangat bersesuaian dengan penemuan Geologi terbaru berikut ini

1.. Ditulis dalam “The mountains, like pegs, have deep roots embedded in the ground.” (Anatomy of the Earth, Cailleux, p. 220)

Professor Emeritus Frank sebagai pengarang buku tersebut, adalah penasehat Ilmu Pengetahuan Jimmy Carter (mantan presiden AS), dan 12 tahun menjadi President of the National Academy of Sciences, Washington, DC. Apa yang dikatakan dalam bukunya, ia menggambarkan gunung menyerupai bentuk iris di mana gunung itu bagian kecil dari semua yang memiliki akar dan mengakar kuat di dasar tanah. Prof Press menulis fungsi gunung dan menyatakan bahwa mereka memainkan peran penting dalam menstabilkan kerak bumi.

2. Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma. (General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305)

Menurutnya dengan penemuan ini, dibuktikan bahwa gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung. Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.

3.. Oleh Profesor Siaveda, salah satu anggota ahli geologi dari Jepang. Dia juga salah satu ilmuwan terkenal dunia.
Ketika ada pertanyaan tentang gunung yang benar-benar mengakar di bumi diajukan kepadanya, Dia menjawab: “Perbedaan pokok antara gunung yang ada di benua dan gunung yang ada di samudera terletak pada bahannya. Gunung yang ada di benua pada dasarnya terbuat dari endapan, sedangkan gunung di samudera terbuat dari batu vulkanik. Gunung di benua terbentuk dari kekuatan tekanan , sedangkan gunung di samudera terbentuk dari kekuatan perpanjangan. Tetapi, di antara kedua gunung itu memiliki persamaan bahwa mereka mengakar untuk mendukung pegunungan. Dalam hal ini, gunung di benua, ringan rendahnya berat jenis bahan dari gunung secara luas turun ke bumi sebagai akar. Sedangkan gunung di samudera juga ada bahan ringan yang menyokong gunung sebagai akar, tetapi bahan-bahan gunung disamudera ini tidak ringan sebab komposisinya ringan, tetapi panas, oleh karena itu agak meluas Tetapi dari sudut pandang berat jenis, mereka mengerjakan hal yang sama dalam menyokong pegunungan. Oleh karena itu, fungsi akar adalah penyokong gunung sesuai dengan hukum Archimedes. Demikianlah Profesor Siaveda menggambarkan semua bentuk gunung, baik yang di darat maupun di laut, sebagaimana yang menjadi bentuk iris.

Hmmm…. dapatkah seseorang pada masa Nabi Muhammad SAW mengetahui kondisi gunung ini? Dapatkah seseorang membayangkan bongkahan gunung yang dia lihat sebelumnya benar-benar memperluas ke dalam bumi dan memiliki akar sebagaimana yang dipercayai para ilmuwan. Banyak buku geografi yang membicarakan gunung, hanya menggambarkan bagian permukaan bumi. Hal inilah yang tidak ditu­lis oleh ahli geologi, akan tetapi ilmu pengetahuan modern memberikan informasi kepada kita tentang gunung.

Kami bertanya kepada Profesor Siaveda: “Apakah gunung-gunung itu memiliki fungsi dalam membangun kerak bumi?” Dia mengatakan bahwa hal ini belum ditemukan dan dibangun oleh para ilmuwan. Dalam pandangan jawaban, kami menyelidiki dan menanyakan tentang hal ini dan kami mendapati beberapa ahli geologi memberikan jawaban yang sama, kecuali hanya sedikit. Di antara yang sedikit itu sebagai penulis buku yang berjudul “Bumi”. Buku ini dijadikan sebagai dasar referensi di beberapa universitas di seluruh dunia.

Inilah kenyataan mengapa AL-Quran sendiri menggambarkan gunung pada

“Dan gunung gunung dipancangkannya dengan teguh. ” (QS An-Naazi’at 32)

“Dan Dia menancapkan gunung gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu. ” (QS An-Nahl: 15)

Namun, siapa yang telah memberi tahu Nabi Muhammad SAW tentang hal ini? Hmmm

Kami menanyakan kepada Profesor Siaveda pertanyaan berikut: “Apa pendapat Anda setelah melihat al-Quran dan Sunnah yang berkaitan dengan rahasia alam semesta yang baru saja ditemukan para ilmuwan akhir-akhir ini?” Dia menjawab:”Saya pikir, hal ini terlihat sangat misterius bagi saya, hampir tidak dapat dipercaya. Saya sungguh berpikir apa yang Anda katakan itu benar. Buku itu sungguh luar biasa, saya setuju.

Pendapat ahli geologi dunia ini dikuatkan dengan penjelasan dari . Dr. Rosihon Anwar Fadhullah Muh. Said, S.Ag

Jika ditinjau secara ilmiah, fungsi gunung sangat banyak. Namun, artikel ini akan berfokus pada fungsi gunung sebagai ”pasak” Bumi, sebagaimana yang tercantum dalam

”Dan Dia menancapkan gunung-gunung di Bumi supaya Bumi itu tidak berguncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” Q.S. An-Nahl ayat 15)

Dalam ilmu tafsir, salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk memahami makna ayat tersebut adalah pendekatan kebahasaan. Pendekatan saintifik untuk memahami makna sebuah kata dalam Al-Qur’an tidak bisa dipisahkan dari pendekatan kebahasaan. Tafsir saintifik yang berkembang di suatu masa, harus terus dicocokkan dengan makna asal kata yang ditafsirkan: makna kata tersebut dalam masyarakat Arab pra Islam.
Dalam Al Qur’an sendiri, kata ”gunung” disebutkan dalam dua bentuk yaitu jabaal atau jamaknya jibaal, dan rowaasiy. Kata jabaal disebutkan sebanyak 39 kali, sedangkan rowaasiy disebutkan sebanyak 10 kali, jadi jumlahnya sebanyak 49 kali. Di antara 49 tempat penyebutan gunung itu, terdapat 22 tempat yang menunjukkan fungsi gunung sebagai ”pasak”. Dalam Al Qur’an kata ”gunung” (baik jabaal maupun rowaasiy) dapat mengacu pada

1. gunung yang sesungguhnya (Q.S. [2]:160, [11]:43)

2. metafora atau pengkiasan (Q.S. [14]:46, [17]:37, [19]:90, [33]:72, [24]:43);

3. arti penting dalam sejarah manusia seperti tempat tinggal Kaum Tsamud (Q.S. [7]:74, [15]:82, [26]:149);

4. tempat terjadinya mukjizat seperti Nabi Musa a.s., Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw (Q.S. [2]:260, [7]:143 & 171)

5. tempat berlindungnya manusia dan hewan atau tempat mempertahankan diri (Q.S. [16]:81, [13]:3, [16]:15, [27]:61, [77]:27).

6. stabilisator kulit Bumi (Q.S. [13]:3, [15]:19, [16]:15, [21]:31, [27]:61, [31]:10, [50]:7, [77]:27, dan [79]:32);

7. keagungan penciptaan gunung (Q.S. [88]:19);

8. penggambaran komposisi bebatuan gunung (Q.S. [35]:27);

9. fakta bahwa biarpun bermassa besar, tapi gunung dapat bergerak (Q.S. [27]:8)

10. spiritualistik/supranatural (Q.S. [21]:79, [22]:18, [34]:10, [38]:18)

11· nasib gunung di hari kiamat (Q.S. [18]:47, [20]:105, [52]:10, [46]:5, [69]:14, [77]:10, [78]:20, [81]:3, [101]:5).

Istilah jabaal lebih bersifat umum, sedangkan rowaasiy kemungkinan dimaksudkan khusus untuk menyebutkan gunung yang berfungsi sebagai pasak Bumi. Hal ini dikuatkan pula oleh makna dasar dari kata tersebut. Kata rowaasiy bermakna sesuatu yang dapat membuat benda yang berguncang menjadi diam, dalam hal ini benda yang berguncang adalah Bumi. Penyebutan istilah rowaasiy juga selalu didahului dengan kata alqa yang berarti ”mencampakkan”, atau ”meletakkan sesuatu yang belum ada sebelumnya di tempat itu”. Makna ini bersesuaian dengan uraian ilmiah mengenai gunung. Gunung-gunung yang berada di batas lempeng (divergen maupun konvergen) memang tidak muncul bersamaan dengan pembentukan daratan, melainkan harus melalui proses tektonik terlebih dahulu. Hal lain yang menarik ditinjau adalah penggunaan isim makrifat (al) yang mendahului kata ardh dalam Surat An-Nahl ayat 15. Isim (kata benda) ini menunjukkan pengkhususan, dalam hal ini pengkhususan bagian tertentu dari Bumi. Hal ini berarti ”gunung” yang dimaksudkan dalam ayat tersebut tidak terdapat di seluruh permukaan Bumi, akan tetapi hanya pada wilayah-wilayah tertentu. Wilayah-wilayah tersebut kemungkinan adalah batas-batas lempeng yang telah diuraikan di atas.

Bagian lain yang menarik diamati setelah kata rowaasiy dalam Q.S. An-Nahl ayat 15, adalah an tamiida bikum (terjemahannya: tidak guncang bersama kamu). Kata ”bersama kamu” mungkin menunjukkan bahwa ”gunung” yang dibicarakan dalam ayat tersebut adalah gunung yang berada dekat dengan permukiman manusia, yakni gunung-gunung di batas lempeng konvergen. Gunung-gunung di bawah laut (batas lempeng divergen) mungkin tidaklah termasuk dalam ”gunung” yang dibicarakan ayat ini.

Kalimat an tamiida bikum juga menarik, sebab menggunakan fi’il mudlori. Berdasarkan ilmu tafsir, fi’il (kata kerja) jenis ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang selalu berada dalam proses (belum selesai), mirip dengan continuous tense dalam bahasa Inggris. Hal ini bersesuaian dengan proses kejadian gunung di batas lempeng, yang memang belum selesai dan mungkin tidak akan pernah selesai. Selama dinamika lempeng tektonik masih terjadi, selama itu pula dinamika gunung akan terus berlangsung.

Hmmm jika sudah demikian Gempa bumi yang merupakan bencana alam yang sulit dihindari, dan karenanya Indonesia yang berada di titik Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania pun rawan terhadap gempa. Dia Allah yang berkuasa menciptakan, merencanakan, mengaturnya, dan menghancurkannya. Sungguh dan sungguh mudah bagi Allah menciptakan langit dan bumi, sungguh dan sungguh sangatlah luas ilmu Allah.

Jika ada pergeseran suatu lapisan tanah, akan terjadi tekanan maha kuat pada lapisan-lapisan tanah dan bebatuan yang lain, maka terjadi kecenderungan lelehan batu pijar yang ada akan mengalir mencari celah-celah kosong atau memenbus lapisan yang lebih rapuh… dan tekanan menjadi seimbang setelah menembus permukaan bumi lewat gunung berapi.

Jika akibat pergeseran dan tekanan-tekanan dalam bumi tersebut makin meningkat,…. maka getaran dahyat bahkan ledakan-ledakan akan sering terasa di permukaan bumi sehingga: berakibat timbulnya gempa, tanah bergetar dan terhentak, dan gunung gunung meletus, tanah longsor, tanah terbelah… bahkan tsunami.

“Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur (QS Al Haaqqah : 14)..

“Pada hari bumi dan gunung-gunung bergoncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang berterbangan.” (QS Muzammil ayat 14).

“Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu”, (QS AL Mursalaat ayat 10)

Bisa dibayangkan hanya dalam hitungan detik,…. rumah dan bangunan hancur,….jerit ketakutan dan kematian terdengar di mana..manaa… Banyak harta benda dan korban jiwa Jika sudah begini Bisa Apa Kita ? Ilmu pengetahuan Modern…, hanya mampu mencatat gerakan kecil di tanah akibat gempa bumi, bahkan yang jauh di bagian lain bumi, dengan menggunakan alat bernama seismograf. (Seismograf terdiri dari seismometer dan sistem perekaman gerakan tanah dari gelombang seismik berbeda yang diakibatkan oleh gempa, kemudian data akan direkam ataupun dicetak ke kertas.)

Tapi… untuk memastiklan dengan tepat kapan, dimana, berapa lama dan berapa besar kekuatan yang ditimbulkan oleh sebuah gerakan bumi… manusia belumlah mampu.Oleh karena itu… mudah-mudahan kita semua termasuk hambaNYA yang akan selalu percaya pada setiap firmannya dan selalu mempersiapkan diri untuk menghadapi kehendakNYA

Dibawah ini ada pernyataan-pernyataan, Ahli-ahli dunia yang akhirnya mempercayai kebenaranNYA

1. Prof. DR. Joe Leigh Simson
Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Professor bidang Moleculer dan Genetika Manusia, Baylor College Medicine, Houston AMERIKA
“Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama ISLAM dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu GENETIKA dan AGAMA. Kenyataan di dalam ALQURAN yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. Al-Quran yang berasal dari ALLAH mendukung Ilmu Pengetahuan”

2. Prof. Marshall Johson
Guru besar Ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi, Universitas Thomas Jefferson, Philadelphia, Pennsylvania, AS
” Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari ALLAH”

3. Prof. TVN Persaud
Ahli Anatomi, Ahli Kesehatan Anak-anak dan Ahli Ginekologi kebidanan dan Ilmu Reproduksi di Universitas Menitoba, Winnipeg, Menitoba, Kanada.
” Al-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman”

4. Prof. Tejatat Tejasen
Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand, Chiang Mai
” Semua yang tertulis didalam Al-Quran pasti sebuah kebenaran yang dapat dibuktikan”

5. Prof. Alfred Kroner
Ketua Jurusan Geologi Institute Geosciences, Universitas Johannes Guttenburg, Maintz, Jerman
” …. Metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. Al-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simple dan sederhana untuk orang yang sederhana ( ketika zaman rasulullah ilmu pengetahuan masih minim alias belum ada tapi sekarang dibuktikan )”

6. Prof. Palmer
Ahli Geologi ternama Amerika Serikat.
” Al-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan.”

7. Prof. Shroeder
Ilmuwan Kelautan dari Jerman.
” Ilmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang tertulis di dalam Al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para Ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang tekah tersebut di dalam Al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.”

8. Prof. Yoshihide Kozai
Guru Besar Universitas Tokyo Direktur The National Astronomical Observatory,
Mikata, Tokyo, Jepang

” Dengan membaca Al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta”

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajad” (QS Al-Mujaadilah : 11)

“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang yang berilmu”
( QS Al-Faathir : 28 )

“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (QS Az-Zumar : 9)

“Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran” (QS Ar-Ra’d:19)

Reff :

1. Sukmajaya blog

2. Pasak bumi

5 Komentar

  1. itu semua tanda2 kiamat kecil

    Hmmm….

  2. subhanallah

  3. lamna said

    ikutan ahhh subhanallah walhamdulillah

  4. kanna said

    loh kok gituw yaaa
    !!!!!! .
    hahahahahhaha

  5. baliazura said

    siapalah manusia yang berfikrian lebih kuasa dari Yang Maha Kuasa
    karena manusia hanya setitik debu..
    setitik debu..
    diantara kekuasaanNYA

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.