Piala Uber dan Piala Thomas

Ya… sudah deh….
Dua-duanya… sudah “kembali” ketempat mereka datang….
Ke negara…tirai bambu…. Cina… di Ujung dunia… sana.

Ya… sudah deh…
Memang kita harus jujur… kita belum mampu…
Tapi… saya bersyukur… pengucapan “ketidak mampuan” ini…sudah dengan pembuktian…
Dengan “jatuh bangun”… untuk melempar… si “KOK” ke batas wilayah lawan, berbentuk jaring net.

Ya sudah deh…
Mau diapakan lagi…

Yang penting kedepannya… kita harus lebih baik…
Apa yang sepertinya pasrah dan “terpaksa legowo”…
Jangan hanya ditanggapi sampai disini.

Terutama… untuk… Tim Thomas… Indonesia… yang (sepertinya… maaf ya… memang enak sih kalau tinggal komentar… padahal yang ngejalanin… udah ngos-ngosan) kurang berjuang.

Dan salut… Untuk Tim Uber… Indonesia…, kalian sudah cukup membuktikan… keperempuanan bukan sebagai alasan untuk lemah… mendayu-dayu… mohon dispensasi… mohon dikasihani
Tapi… tindakan kalian jadi.. semacam “trampolin”… yang semakin kuat melenting ketika mendapat tekanan keras.

Terima kasih… untuk semua pejuang ini…
Terima kasih dari kami… rakyat Indonesia.
Ini bukti bahwa… Indonesia… tidak semua sisinya “melempem”…

Mari bersatu padu… melangkah lebih baik…yakin Indonesia akan menjadi yang terbaik suatu saat nanti

3 Komentar

  1. ridu said

    iya, sedih juga kalo kita gak berhasil mengawinkan Thomas dan Uber..ūüė•

    hil hik juga….

  2. puang said

    salam berpikir merdeka dari bandung
    maafkan aku, artikelmu menggungga jiwaku, jangan tanya kenapa
    http://puang07.blogdetik.com

    Salam juga…
    Wah… mungkin saya yang seharusnya minta maaf sahabat baruku…
    saya tidak bermaksud menganggumu….
    Kadang-kala kita memang akan “berbeda pendapat”….
    Kadang-kala kita akan tersinggung dengan tindakan sesama….
    Kadang-kala kita (bahkan) bersitegang dengan teman seperjuangan.

    Buatku…. perbedaan bukan masalah…
    Saya menghargai… setiap perbedaan… dan tidak ingin memaksamu untuk “mengikutiku”
    Tapi ijinkan saya untuk menyampaikan pendapat saya…
    Tapi ijinkan saya untuk mendengarkan apa yang tersirat dalam pikiranmu, lalu kita berdiskusi…
    (meski diskusi… bisa jadi… luapan hati he he he….kayak anggota DPR aja)
    Lalu… di penghujung pertemuan…kita masing-masing pulang tanpa (hurt feeling)…
    membawa satu wacana…. dan berjanji tetap bersahabat… (insya Allah)

  3. asep251006 said

    ya.. benar memang kita berharap tim thomas & uber kembali ke tangan Indonesia, tapi memang belum saatnya
    Dan salut buat tim Uber begitu gigih perjuanganmu meskipun tidak berhasil sebagai pemenang tapi perjuanganmu membuat bangga bangsa Indonesia..

    Untuk tim Thomas memang agak sedikit kecewa.. bukan karena tidak menang tetapi benar kata mba yanti “rasanya sedikit kurang berusaha..” maaf ya..
    tapi terima kasih juga buat kalian yang telah berjuang atas nama bangsa ini.. semoga menjadi persatuan bangsa yg kuat amin

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.