Untuk Stacy si putri kecil yang mencintai Rico Ceper

Pedih… hati saya melihat senyum dan kata-kata manis yang kau umbar…
hmmmm….Stacy… umurmu masih sangat-sangat muda… sebaya dengan putri sulungku…
Duniamu “mestinya” sama dengan dunia putri sulungku…
Giat mencari ilmu…
Bersahabat dengan banyak kawan…
Tertawa… terbahak-bahak karena hal-hal kecil….
Kadangkala… sedih dan gelisah ketika… menatap masa depan… dan lari kepelukan ibu…
Bermanja-manja… dan bertukar rahasia dengan ibu…
Sering… bersitegang dengan saudara… tapi sebentar kemudian…sudah makan 1 piring…dengan sudara

Apa nak yang membuatmu begitu “bersikeras” seperti ini???
Apa nak yang membuatmu tak ingin kembali kerumah????

O-alah nak… menurut Ibu… laki-laki seperti Rico Ceper… bukan laki-laki idaman.
Dia biarkan… kau maju sendiri….
Dia biarkan kau… tersaruk-saruk sendiri…
Menghadapi media, menghadapi orangtuamu.., menghadapi… kemelut hidupmu…
Bila mendampingipun… wajahnya… tidak terlihat… penuh kasih kepadamu.

Jika benar dia mencintaimu seperti apa yang kau ucapkan…
Pasti ia… rela “mati” menghadap ke kedua orang tuamu.
Biarpun… pintu dibanting didepan hidungnya
Biarpun… mukanya kena “jotos” ayahmu…
Biarpun… harus “merangkak” minta restu kedua orang tuamu untuk “memilikimu”
Dengan situasi… pelik seperti sekarang ini.
Tapi… tidak ada satupun yang ia lakukan
Rico masih lebih memilih dirinya dibandingkan penderitaanmu…
Ini menunjukkan dia tidak punya cukup cinta untukmu
Maafkan sayang…. saya hanya ingin berkata jujur….dan membuka mata hatimu

Wahai Stacy… putri cantik…
Ada yang lebih berharga dari apa yang kau lakukan sekarang….
Memperjuangkan dan menjaga martabatmu sebagai seorang perempuan…
Yang tercabik-cabik dengan “penyerahanmu” pada seorang Rico Ceper
Sudahlah… biarkan yang sudah berlalu… tetap berlalu
Mintalah ampun dan tobat pada kedua orang tuamu…. dan juga pada TUHAN
Pulanglah pada orang tuamu… pada hangatnya kamar tidurmu… yang selama ini selalu jadi tempat “persembunyian” kecil mu, pada rengekan manja adik-adikmu.

Percayalah…Jika Rico memang Jodohmu…
Jika memang takdir bahagiamu dengan Rico…
Pasti ia akan datang mengetuk pintu rumahmu… suatu saat nanti
Memohon dan mengharapkanmu kembali kepelukannya.

Wahai orang tua Stacy…. wahai sahabat…
saya tahu apa yang engkau rasakan… sayapun berputri seusia Stacy cantik
tapi…boleh kah saya meminta… urusan ini jangan lagi diperpanjang..
walaupun kau tidak menyetujui putrimu memilih Rico..
Tapi masa depan putrimu kaupertaruhkan…
dengan mengumbar tulisan di HP…
dengan memperkarakan kasus secara hukum.

Bila kau mau lebih jujur… dan membuang egomu… kau pasti menyadari dan mendengar
Stacy… sedang “menjerit” memintamu untuk mencintainya…
Lihatlah matanya…
Lihatlah senyumnya…
Senyum-an manis… putri muda Stacy… harapan bangsa….
putri kecil yang baru mau beranjak dewasa
Yang sedang mengambil jalan salah dalam perjalanan hidupnya
Rengkuhlah… tubuhnya… dalam pelukan kasih…
Lupakan semua kesalahannya…
Mintalah agar dia pulang dengan bisikan lembut ditelinganya
Bantulah agar ia tegak… berdiri kembali… melihat kedunia nyata.
Tidak ada yang mampu melakukan hal ini (melurukan perjalanan salah seorang anak)
dengan lebih baik daripada seorang ayah dan seorang ibu yang ikhlas dan tulus mencintai anaknya

PS : Untuk Stacy-stacy yang lain… pls sayang… pulanglah….

10 Komentar

  1. undeep said

    Assalamu’alaikum, membaca tulisan mba Yanti, menarik jugaūüôā
    Memang menjadi pertanyaan umum kenapa Stacy begitu keras terhadap Ortunya, dan di beberapa “tempat” (after search & read donk..) sangat sedikit skali yg “mendukung” Stacyūüôā
    Nah… ini bisa menjadi “pelajaran” buat (kita) para orang tua karena ada juga lo… durhaka orang tua terhadap anakūüėÄ
    Kita bisa “lihat” bahwa ada something wrong antara Stacy dan Ortunya, apakah itu karena keinginan anak yg dianggap berlebihan atau sebaliknya
    tetapi yg pasti, ada “pemaksaan” cara berpikir dan memandang suatu hal… (sok tau ya…he…he..he..)
    Dan utk mba Yanti, saya mohon maaf, kenapa tulisan ini “menghakimi” Rico. Apakah mba Yanti tahu secara persis bahwa Rico seperti yg mbak tulis? Kalaupun “ya”, apakah pantas mbak? sekali lagi maaf, saya “hanya sekedar” mengingatkan, tidaklah kurang Rasulullah memberikan contoh bagaimana bersikap dan berbicaraūüôā
    Bukankah lebih baik menikahkan anak kita dengan orang yg dicintainya? Tentunya menjadi dosa besar bagi orang tua yg menghalangi keinginan tersebut hingga akhirnya terjadi perzinahan.
    Sebagai orang tua, bukankan lebih baik jika kita membimbing dan membantunya dalam menjalani pernikahannya yg dlm usia muda?
    Akhir kata…
    Anakku memang lahir dari rahimku, tapi anakku bukanlah milikku
    Anakku memang lahir dari rahimku, tapi mimpi anakku bukanlah mimpiku
    Anakku memang lahir dari rahimku, tapi jalan anakku bukanlah jalanku
    Anakku memang lahir dari rahimku, tapi anakku milik Allah semata
    Tugasku menjaganya, membimbingnya, mendidiknya hingga anakku dapat mencintai Allah & RosulNya
    Wassalamu’alaikumūüôā

    Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh…..
    Jazakallah atas apa yang telah anda tulis… Saya sangat menghargai.. keterbukaan anda..
    Sahabat seperti anda (yang mau bilang apa adanya)… yang akan membuat saya selalu mawas diri dan berusaha untuk memperbaiki diri… sekali lagi jazakallah

    Maaf kalau kesannya saya “menghakimi” Rico…
    Dan benar kata anda saya tidak tahu banyak tentang Rico…
    Saya hanya mengatakan dari fakta di media dan instuisi seorang ibu…
    (Ps… dalam tulisan ini saya juga “menghakimi” stacy , “menghakimi” orang tua stacy…
    eh… sepertinya kata-kata menghakimi jadi berkesan negatif ya… mungkin lebih tepat jika saya berterus-terang tentang apa yang sebaiknya tidak dilakukan…)

    Pendapat yang menjadikan saya berfikiran demikian adalah…
    1. Islam tidak mengenal adanya “berdua-dua”an… (benar atau tidak terjadi “tindakan perkosaan”…)
    Rico dan stacy… pada banyak hal… telah mengakui “berdua-dua”an…
    Dan… malah stacy… yang begitu giat… meminta izin untuk berpacaran (didepan publik sedang rico tidak mengucapkan permohonan itu… sangka baik sajalah… dia sudah melakukan itu didepan orang tua stacy… ya…) Tapi ini sudah breaking Islam’s law…

    2. Berdasarkan pertimbangan akal…, Rico berumur jauh lebih dewasa dari Stacy… (semestinya) dengan kedewasaannya… ia dapat bersikap “mengontrol” diri sendiri dan diri stacy… untuk tidak “terjebak” dalam kondisi seperti ini… Hmmm bisa jadi Stacy juga model gadis yang sangat keras kepala serta sulit berkompromi kalau lagi ada maunya… Tapi… tetap… tanggungjawab Rico (dalam hal ini) jauh lebih besar dari Stacy…. hmmm kalau ini sesuai dengan hukum manusia… dinegara manapun (tentang usia anak-anak dibawah umur.) Maaf ya… point 2 menjurus negatif pada Rico. Maaf Rico…
    Seandainya… sejak awal Rico sebagai “yang lebih dewasa” sudah mulai menjaga jarak…. pasti (insya Allah) kasus ini tidak akan jadi ramai…

    3. Nabi Muhammad saw… pernah suatu ketika “dilamar” oleh seorang wanita…., ketika beliau tidak berkenan dengan lamaran itu…, Nabi hanya diam… (hmmm memang ini cocok untuk menghadapi lamararan perempuan..yang tidak berkenan… karena… jujur… perempuan memang kadang kala jadi makhluk aneh… kalau soal cinta…, (jadi ingat film “Fatal Attraction”) dan bisa jadi serba salah jika menolak pernyataan cinta seorang perempuan dengan “manis”) Hingga akhirnya… wanita tersebut… di”minta” oleh… salah seorang sahabat yang ada pada saat peristiwa lamaran tersebut.
    Ini adalah salah satu contoh dari nabi saw bagi para laki-laki… ketika… dalam kondisi “harus” menolak
    Sedangkan bila memang “mau”… hmmmm langkah sudah jelas… silahkan Rico… menghadap kedua orang tua…, (ya… namanya juga orang tua… galak… kalau tahu anaknya yang masih amat sangat belia mau dinikahi laki-laki “dewasa”… tapi kalau Rico mau sabar… mau dengan jalan yang “sesuai dengan tuntunanNYA… dan membuktikan kesungguhannya dalam kurun waktu tertentu, seperti yang di”syarat”kan ibunda stacy… sampai stacy selesai sekolah… Haqul Yakin… orang tua juga luluh… kok… Insya Allah) Maaf Rico… maaf… saya berharap engkau adalah orang yang lapang dada…

    4. Dan jika.. (maaf ya… ini tambah lebih “galak” lagi kali ya… isi tulisan yang ke-4 ini) Rico cukup paham akan apa yang dihadapi Stacy… Dia tulus mencintai Stacy…(*heh sepertinya sangka buruk ya… tapi fakta) Dia pasti kukuh meminta Stacy… untuk”berada” dalam lindungannya… No wartawan, no media, no publikasi.Bawa Stacy… kembali kerumah orang tuanya… (*heh saya tahu ini pasti sulit….jika benar stacy adalah tipe gadis yang sangat sulit dikompromikan jika sudah punya mau…) atau mungkin… cari tempat pertemuan diluar rumah, hanya ada mereka ber 4. (Stacy, Rico, Ayahanda Stacy dan ibunda Stacy) + 1 orang penengah yang dapat dipercaya…. Bicara dan selesaikan… bagaimanapun kondisi pertemuan ini…, Rico harus mau diposisi.. yang “mengalah”… meminta maaf… minta diberi kesempatan untuk menunjukkan bahwa ia benar-benar “serius” dengan stacy…
    (Sekali lagi maaf… hanya ini jalan keluar jika… kubu stacy dan kubu orangtuanya… makin meruncing)

    5. Maaf saya tidak membenci Rico… saya tahu….. Rico juga punya sisi baik… ini dibuktikan dengan selalu berkata… bahwa hubungannya dengan kedua orang tua Stacy… makin membaik… dan Rico juga memahami tindakan-tindakan orangtua Stacy… (padahal… gugatan ke pengadilan belum di cabut oleh orang tua itu)
    Point yang ingin saya sampaikan adalah… Rico seharusnya melakukan lebih lagi… untuk membuktikan “kesungguhannya”… jika memang Rico berniat untuk serius… dikemudian hari. Maaf juga… kalau sepertinya menuntut “terlalu banyak” pada Rico… karena… kalau mau jujur… kunci penyelesaian ada ditanganmu Rico… maaf.. maaf)

  2. nenyok said

    Salam
    Kelihatannya stacy lebih nyaman di bawah perlindungan Rico daripada orangtuanya, jadi masalahnya adalah soal komunikasi kali ya, semoga ke depan tak perlu ada stacy2 yang lain. Amin

    Amin…. mudah-mudahan memang demikian adanya… Rico dapat memenuhi… permintaan perlindungan dari Stacy… dengan tepat… Ya Allah kabulkan doa kami…

  3. andai saja hati ini tidaklah rapuh dan sangat mudah terjaga
    andai saja orang tua teramat sayang dan perhatian pada anaknya
    mungkinkah akan kejadian hal seperti ini?
    moga saja tidak!

    Ya Allah… jangan pernah sejengkalpun… kami, para orang tua, para pemuda, dan para pemudi… bergeser dari jalurMu… Ya Allah ijinkan… para sahabat mengingatkan kami disaat hati mulai terbersit.. pikiran buruk… dan biarkan kami ikhlas…, terbuka menerima peringatan tersebut. Sungguh kami tak ingin menerima azabMU. Sungguh kami hanya berharap pada RidhoMU.

  4. puang said

    wahai perempuan yang berani melawan penindasan atas nama tradisi, salam kenal dari bandung

    aku puang cahaya dewa bakka mattaliu, yang berhati singa bermata elang, mendukung anda dengan satu kata mari kita kibarkan panji-panji islam di manapun kita berada, agar mereka tahu bawah cuma islam yang berani melawan kejahatan di muka bumi ini dengan terang-terangan tanpa takut di kalahkan dan di lemahkan.

    dan didiklah anakmu sesuai ajaran islam, agar anakmu tidak diperdayai oleh RICO CEPER- RICO CEPER yang bergentayangan di negeri ini seperti dajjal.
    http://puang07.blogdetik.com

    Salam kembali sahabat…
    Hmmm sepertinya… anda adalah… gambaran dari pahlawan muslimah…
    Saya sungguh beruntung dan berbahagia… mendapat uluran tanganmu…
    Insya Allah kita akan terus maju dan maju….
    sampai… entah kapan… badan berpisah dengn raga… Insya Allah.

  5. yudhistira31 said

    waduh mbak, serem banget aku kalo baca kabar yang kayak gini..

    *heh… semoga ini tidak dialami oleh semua sahabat… dan keluargaku … ya Allah..

  6. fendhy said

    Mungkin itulah cinta yg dikatakan oleh stacy. Stiap kali saya melihat wajah stacy di tv,aduh…. polos banget…
    Tp ttp aja saya gak ngerti masalah yg beginian.

    Ya… itu cinta menurut penafsiran stacy….
    Hmm… cinta memang sulit… (biar profesor dan genius sekalipun…)
    Cinta abadi dan “benar” hanya cinta kepada sang Khalik..
    bukan cinta terhadap makhluk

  7. FaNZ said

    Hmm
    Mgkn krna si stacy krg dpt prhatian x y?
    Kasihan jg ma dy

    Hmmm… ya… mudah-mudahan Allah segera memberikan Hidayahnya…, pada Stacy, pada Rico maupun pada keuaraga Stacy… Amin Ya Rabbil Alamin

  8. Landy said

    Ya Allah lindungi keluarga kami dari hal-hal seperti ini hiks , sedih banget bundaūüė¶

    Amin Ya Rabbil Alamin

  9. rezco said

    tp mesti dilihat ortunya stacy juga, mbak

    saya sedikit banyak tau sifat Rico, dari org terdekatnya

    Ya… saya juga melihat sisi yang ini… karena agak aneh juga… kalau orang tua tega… membeberkan “aib” putrinya… dengan mempertontonkan tulisan SMS dan laporan dokter tentang visum untuk kegadisan Stacy….

    Alhamdulillah.. kalau anda tahu tentang Rico…, mudah-mudahan anda dapat mengingatkan Rico… tentang kebaikannya segera mengambil sikap…, sikap tidak memperpanjang persoalan, sikap tidak memberi kesempatan bagi media untuk meliput dan menyebar luaskan berita, dan sikap untuk lebih mengalah dan merendah.. diantara 2 kubu yang saling bermusuhan tersebut. Selebihnya… memnag sebaiknya Rico berpasrah…Mudah-mudahan anda juga dapat menyampaikan permintaan maaf saya.., karena sudah “menyudutkan” dia…, dengan aturan-aturan baku dari agama yang dia dan saya juga anut….

  10. rhainy said

    mbak yanti….aku di rumah selalu gak kebagian nonton tv…sementara koran yang selalu dateng ke rumah cuma koran tempo plus majalah noor…hehhehe …jadi terus terang binun nih…stacy itu siapa? tapi bisa ku tebak deh….
    moga2 anak2 kita selalu dilindungi Allah ya mbak…amin…(sebenernya kadang2 aku takut banget mbak…ngeliat berita narkoba, cerai2, tawuran, demo dimana2…duh….)

    Alhamdulillah kalau bisa “membatasi informasi hanya yang perlu saja”…
    Kalau saya…, saya tetap suka “memilih menjelajah…” tanpa sepengetahuan anak-anak… ya… biar bisa “pasang kuda-kuda” dan tahu apa yang terbaru yang paling disukai anak-anak… jadinya… mereka selalu berpikiran dan merasa nyaman untuk berkonsultasi denganku.
    Amin… Amin Ya Rabbil Alamiin

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.