Memperlakukan Perempuan…

Banyak kekerasan kepada perempuan…
Banyak perempuan yang terdzalimi…

Minggu kemarin…, mbak-mbak yang saya suka mintai tolong jika saya sedang “over load”… datang ke rumah saya dengan mata kanan dilingkari oleh warna hijau tua. Waktu saya tanya… dianya… “cengengesan” bilang…. “ya… biasa buk… namanya orang gak punya… kalau suami marah ya… badan saya jadi sasaran” (Hah… masya Allah…….)

Kali lain… ada cerita… tentang suami-istri yang sama-sama bekerja…, dari pagi hingga sore… dan (menitipkan anak-anak mereka (3 orang) di “Day care” ) Begitu sampai rumah… sang istri akan segera melepas… baju kerjanya dan mengenakan “baju kerja” yang lain…, memandikan anak, memasak, menyuapi, membantu anak mengerjakan tugas sekolah.., merapikan rumah… menyiapkan makan malam bagi suami… Sang suami… duduk didepan TV.., sambil membaca koran dan menikmati segelas teh hangat dengan camilan.
Pagipun demikian… sang istri akan bangun lebih pagi “bertugas” untuk urusan rumah… sebelum akhirnya berangkat bersama-sama bekerja dengan suami. Sang suami… akan menikmati awal harinya dengan sarapan dan baca koran pagi… ditengah hiruk pikuk… teriakan anak-anaknya…
Hmmmm ini bayak dialami oleh keluarga di Indonesia… juga dunia… (sekali-sekali… ada juga tuh yang “nyerempet” dengan cerita diatas di acara Nanny 911)

Saya katakan saya bukan penganut emansipasi wanita…
Hanya hal-hal tersebut… sangat janggal kalau dikaitkan dengan hadirnya Islam….
Sejak Awal… Islam berusaha membela perempuan…
dengan… tidak boleh membunuh bayi-bayi perempuan.., dengan memberikan kesempatan untuk semua perempuan belajar… (Aisyah adalah periwayat hadist besar, beliau hafal 2210 hadist dan hafal Al-Qur’an ketika Nabi saw masih hidup), menghargai pendapat para wanita (dengan memberikan hak khulu’ / pengajuan cerai) dan masih banyak hal lagi…

Aneh… jika perempuan dianggap tidak punya “suara” dalam rumah tangga.
Aneh … jika perempuan (hanyalah) pelengkap bagi kaum laki-laki dan tidak ada timbal baliknya…
Aneh… jika perempuan… harus memuaskan para suami… tapi tidak pernah perlu dipuaskan juga.

Hmmm sebaiknya… memang kita semua belajar bagaimana memperlakukan perempuan sebagaimana layaknya…. Sehingga tidak perlu ada gugatan kepengadilan… ketika perempuan (merasa) diperkosa oleh suami sendiri… dan akhirnya sang suami dihukum 50 tahun penjara… (dari Oprah winfrey show…)
*Imamku tercenung… mendengar kalimat diatas ini… karena kagum (+heran) sampai sebegitu kerasnya… perempuan mencari keadilan.

Alhamdulillah… untuk perempuan yang beruntung (mudah-mudahan saya selalu termasuk didalamnya) diberi Imam, diberi pemimpin… yang sangat baik memberlakukan istri dan anak-anaknya.
Amin.

“Sebaik-baiknya lelaki adalah lelaki yang paling baik terhadap istrinya”

2 Komentar

  1. arifrahmanlubis said

    “Aneh… jika perempuan dianggap tidak punya “suara” dalam rumah tangga.
    Aneh … jika perempuan (hanyalah) pelengkap bagi kaum laki-laki dan tidak ada timbal baliknya…
    Aneh… jika perempuan… harus memuaskan para suami… tapi tidak pernah perlu dipuaskan juga.”

    benar mbak padahal di Al Quran dikatakan bahwa para wanita mempunyai hak yang sama dengan kewajibannya dengan carayang ma’ruf ( QS Al Baqarah 228)

    semoga saya jadi suami yang mulia, karena memuliakan istri saya🙂

    Amin ya Rabbil Alamin… Insya Allah… kita semua akan berdiri dibarisan… laki-laki baik dan perempuan baik… (menurutNYA) Amin

  2. arifrahmanlubis said

    *Al Baqarah 228 maksudnya

    Alhamdulillah sudah diperbaiki… Jazakallahu khairan katsiran

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.