Ada Berkah Dibalik Malapetaka

Dr. Samuel Johnson berkata , “Kebiasaan melihat sisi baik dalam setiap keadaan adalah lebih berharga daripada memilik penghasilan yang besar”.

“Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak pula mengambil pelajaran”

QS At Taubah (9)  : 126

Salah satu pendahulu kita yang shaleh berkata kepada seseorang, “Sesungguhnya, aku melihat tanda-tanda keberhakan pada dirimu, dan nasihatku padamu adalah supaya kamu mengunci erat keberkahan itu dalam dirimu dan biarkanlah ia aman dengan cara mensyukurinya.”

“Dan (ingatlah juga), tatkala TuhamMU memaklumatkan Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti AKU akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-KU) sesungguhnya azab-KU amat pedih”

(QS Ibrahim (14)   : 7)

“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduknya) mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”

(Qs An-Nahl (16)  : 112)

Jika kita melihat ayat-ayat dan tulisan diatas (ditulisan oleh DR.’Aidh bin Abdullah Al-Qarni, MA dalam “Don’t be Sad”)… sepetinya… jujur kita harus akui… sejarah diatas… yang tertulis dalam Al-Qur’an terulang lagi pada bangsa Indonesia… pada saya…, pada Anda semua….

Masalahnya adalah… apakah kita mau terus berada dalam kondisi seperti ini….???? Hmmmm jika kemarin kita memaknai Hari Kebangkitan Nasional yang ke 100 tahun…, dengan pesta pora dan disiarkan di semua stasiun televisi (yang makin bikin hati rakyat jelata teriris… karena kecemburuan sosial)…  Mestinya… kita memaknainya dengan bertumpu pada ayat-ayat diatas, menjadikan ini pijakan untuk kita semua… bangkit… meninggalkan semua hal yang menyebabkan kita terpuruk….  Insya Allah…

Hmmm lalu apakah  untuk mencapainya..  kita harus melakukan demo… agar.., para pemimpin mendengar kita… dan mau melakukan instrospeksi diri serta memperbaiki rakyat…???? ataukah rakyat yang harus “bangkit”???? (sejarah juga membuktikan… jika rakyat bersatu dan bergerak… tidak ada satupun kekuatan pemerintah, baik itu tentara, politisi ataupun pemuka-pemuka agama yang mampu membendung….)

Sedih hati saya… melihat… anak-anak muda… berdemo lagi,… sejarah berulang lagi…. hick… hick… seandainya… saja suara saya cukup keras… saya akan berteriak lantang…”Mari kita selesaikan dengan cara yang ma’ruf… kembali pada Izzah Islam…, kembali pada spirit.. Islami” Karena sungguh hanya Islam (yang benar dan dijalankan dengan benar) yang tahu bagaimana menyelesaikan masalah ini. Haqul Yakin.

PS :Samuel Johnson (September 18 [O.S. September 7] 1709[1]13 December 1784), who is regularly referred to simply as Dr Johnson, is among England‘s best known literary figures.[2] Dr Johnson was an essayist, poet, biographer, lexicographer and a critic of English Literature. Also considered to be a great wit and prose stylist, he was well known for his aphorisms. The single most quoted English writer after Shakespeare,[3] Dr Johnson has been described as being among the most outstanding figures of 18th-century England.[4]

3 Komentar

  1. iya bunda

    subhanallah

    Jazakallah untuk kunjungannya ya….

  2. desmeli said

    saya suka kalimat ini bun :

    Dr. Samuel Johnson berkata , “Kebiasaan melihat sisi baik dalam setiap keadaan adalah lebih berharga daripada memilik penghasilan yang besar”.

    Hmmm sayapun… suka… karena itu.. saya angkat lewat tulisan ini….

  3. edratna said

    Pendapat Dr Samuel Johnson itu benar….karena hanya berpikir positif itulah yang selama ini membuat saya kuat menghadapi segala cobaan

    Subhanallah… ini merupakan pengakuan… yang nyata…
    Mudah-mudahan Allah senantiasa menjaga semua pemikiran anda postif adanya. Amin

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.