Maafkan Saya Ya Allah

Sejak….Hari-hari hadirnya Aini dalam kehidupanku….

Sejak saya menyadari ada yang harus saya perhatikan serius pada putri cantikku… saya tidak pernah berhenti terus melangkah dan melangkah…
Tapi… adakalanya… langkah-langkah ini sangat-sangat berat… seperti saat sekarang ini (Ampuni saya ya Allah)
Bukan saya tidak mensyukuri semua karuniaMU…
Bukan saya tidak percaya pada apa yang kau berikan adalah yang terbaik untukku…
Hanya saya… sedang merasa lelah… lelah… yang teramat sangat.

Dulu… saya berdoa dalam tiap detikku… agar Ainiku cantik dapat berjalan… Alhamdulillah setelah dipertengahan tahun ke 3 Ainipun berjalan….

Dulu…. saya berdoa dalam tiap detikku…, agar Aini dapat berbicara…
Subhanallah… kalimat-kalimat sudah tercetus…, Aini dapat berbicara dan mengerti percakapan percakapan… ketika ditahun ke 5 kehadirannya di dunia.

Tapi… sekarang ya Allah…. Aku lagi-lagi harus merintih dan memohon padaMU… (maafkan aku yang hanya bisa meminta padaMU) karena melihat sulit baginya untuk bisa bersekolah seperti anak-anak kebanyakkan…. Apakah saya yang terlalu menuntut ya Allah…
Apakah saya tidak punya syukur padaMU ya Allah…

Jika… sudah bertemu dengan sesama orang tua anak penyadang Autis… kami sering tertawa dalam getir… tercenung dalam ketidak pastian… menyadari anak-anak kami… sulit untuk dapat hidup dengan layak….

Bulan-bulan juni, juli seperti sekarang ini…, lagi-lagi… kami harus terdiam dalam kesedihan dan harapan yang seolah hanya fatamorgana… menyadari entah kapan… anak-anak kami dapat pergi kesekolah sebagaimana anak-anak normal lainnya…. Disisi lain… usia anak-anakpun makin bertambah… postur tubuh juga makin besar… tambah jelas perbedaannya dengan teman-teman sebaya…

Kami memang saling menghibur… saling menguatkan… saling memberi semangat… bahwa Allah tidak tidur… pasti ada satu jalan entah apa.. (yang selalu kami cari dan upayakan tanpa mengenal lelah, biaya dan waktu) kelak…anak-anak ini akan dapat hidup mandiri dan bertanggungjawab atas dirinya…. (insya Allah) keluarga mereka….

Sayangnya… seringkali… kenyataan yang ada didepan mata… lebih “menghatam” dada…

Jika sudah demikian… disela-sela kesibukanku….Kalam-kalam Allah… jadi semakin rajin kubuka… kulantunkan… dalam derai airmata… agar pilu ini… terkurangi… agar hati ini dapat tegar kembali….
Seringkali aku jadi tak peduli lagi… dimana aku lakukan (dalam mobil.. sambil menunggu anak-anakku, diruang tunggu terapi.., diruang tunggu tempat les)… tak mau peduli lagi aku pada pandangan orang… Ya Allah aku sangat butuh… butuh diriMu… untuk memelukku erat…. meredam gelisahku…..

11 Komentar

  1. purna said

    Semoga kelak ‘aini dapat mandiri seperti teman-temannya yang lain. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla memberi balasan yang tak hingga atas kesabaran Mbak Yanti sekeluarga merawat ‘aini, dan semoga tetep istiqomah di Jalan Allah. Amiin.

    Amin… Alhamdulillah ya Allah Engkau beri aku sahabat-sahabat yang walaupun dalam dunia maya tapi buatku sangat nyata….
    Balaslah dengan kasihMu ya Allah. Balaslah….. aku memohon padaMU

  2. emma said

    Assalamualaikum,.Maaini,..mungkin terbaca kilse bila ku ucap “sabarlah” tapi memang itu yang harus kita lakukan disamping usaha yang sudah ada.Maaini adalah orang terpilih yang ditunjuk Allah untuk menjalani ini semua,..namun Allah-pun telah pula menyediakan tempat yang sangat indah, istimewa untukmu “kelak” di akhir masa,..atas segala pengorbanan yang dijalani sekarang ini, tak usah kondisi macam Aini,anak-2 kebanyakan pun extra perhatian kita merawatnya,..
    Kembali semangat ya,..aku/kita saling mendoakan,..

    Waalaikumsalam warrahmatullaahi wabarakaatuh
    Ya.. Ukhtifillah… Insya Allah… saya terus berusaha untuk tetap bersabar… jazakillah jazakillah… (my tears… saya sangat bersyukur punya sahabat sepertimu)

  3. Dan saya adalah mahluk paling hina
    Ketika dosa senantiasa mengalir tak terasa
    Ya Allah
    Ampuni hamba yang amat hina

    Amin… sungguh… hanya sahabat yang berjalan dijalanNYAlah yang akan mendatangkan kebahagiaan dan saling mengingatkan.

  4. Ketika kebahagian dan kesedihan bertabrakan diperempatan jalan. Dengan Seijin-Nya, seorang ibu dapat membangkitkan semangatnya kelak.
    Sabar Bunda.

    Insya Allah…. doamu sangat manis didengar… meredam gundahku…
    Jazakallahu khairan katsiran…
    Semoga Allah selalu melindungimu juga… Amin

  5. yudhistira31 said

    Assalamu’alaikum, mbak yanti
    Kita tidak tau rahasia dan hikmah dari Allah di balik semua ini, yakinlah semua yang terbaik bagi kita. Biar terkadang berat terasa…sabar ya mbak, Allah sudah menyediakan tempat khusus untuk para orangtua yang menyayangi anaknya dengan tulus. Tetap semangat mbak. Semoga Aini senantiasa diberi hidayah oleh Allah…amien.
    wa’alaikum salam.

    Waalaikumsalam warrahmatullaahi wabarakatuh..
    Amin ya Rabbil Alamin..
    Semoga doa-doamu didengarNYA dan diijabahNYA.
    Jazakallahu khairan katsiran akhifillah…
    Semoga anda juga selalu diberiNYA tegar menjaga buah hati yang lucu…

  6. sumartina said

    Assalamualaikum wr.wb.

    Allah masa besar,
    Tidak akan Allah memberi cobaan yang teramat berat jika hambanya tak mampu memikul beban yang diberi dan Mba…. telah diberi kesabaran dengan menerima ikhlas aini. itulah anugerah terindah yang diberikan untuk mba, tidak akan pernah seorang ibu merasakan nikmatnya surga kecuali dengan ikhlas menerima semuanya. amin….ya rabbal alamin.

    Waalaikumsalam warrahmatullaahi wabarakaatuh
    Ya Ukhtifillah… ya …
    Jazakillah khairan katsiran dengan kebaikkan hatimu mengingatkanku dan menghiburku disaat-saat seperti ini… saya sungguh beruntung… semoga sayapun punya kesempatan yang sama menghiburmu saat engkau membutuhkan Amin

  7. emma said

    Dari Aisyah.r.a : Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya, dari pada api neraka,..

    Amin Jazakillah khairan katsiran… Ukhtifillah..
    Semoga Engkau juga akan terhindar dari api neraka juga…
    bersama kita akan meraih kemuliaanNYA… Insya Allah…

  8. fay said

    Allah meningkatkan derajat seorang muslim tidak hanya karena kaki bengkaknya karena qiyamul lail, tidak hanya karena tangisan taubatnya. semoga inilah jalan Allah meningkatkan derajat bunda di sisi Allah.

    Amin… Jazakallahu Khairan katsiran Akhifillah…
    Tidak ada yang lebih berharga dari nasehat seorang sahabat… Jazakallahu

  9. […] Dinda siswi SMA yang ngomongin blognya Dani, mas Ilyas yang mas Indra yang cerita TTMTK, Bunda Yanti yang tengah diuji, semoga diberi kekuatan […]

    Amin… Jazakallahu khairan katsiran… Akhifillah….
    Sungguh saya beruntuk diberiNYA sahabat sebaik anda

  10. Restya said

    Bunda yang dirahmati Allah,
    Sekian tahun lalu saya sama dengan Bunda, harus berjuang mengatasi naik-turunnya semangat dan harapan diri, saat menuntun anak balita saya yang diberi kekhususan. Allah Maha Kuasa, Bunda, 3.5 tahun setelah saat-saat terberat kami, anak saya semakin dapat mengejar ketertinggalannya dari anak-anak lain. Belum sempurna, tapi sudah amat-sangat luar biasa bagi kami, khususnya saya, ibu yang melahirkannya. Memang tak ada yang tak mungkin bila yang Kuasa sudah menghendaki. Itu juga yang saya ikut doakan untuk putri Bunda tercinta, Aini, semoga sedikit demi sedikit, setahap demi setahap, Allah juga akan memberikan jalan yang terbaik baginya.
    Sabar ya Bunda, dan jangan lelah berikhtiar serta berdoa…

  11. Kasturi said

    Jana

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.