Cerita sebulan

Lumayan lama… saya gak nulis-nulis ya… maaf sahabat maaf

Saya sedang masuk ke sebuah masa lain dalam hidup… saya berada dalam proses transisi…

Sudah sebulan.. aini, putri cantikku,… kembali kucoba untuk bersekolah disekolah umum lagi (saya tidak ingin pernah menyerah untuk mencoba.. walaupun sudah beberapa kali aini “harus berhenti sekolah” dan walaupun perjuangan ini harus kulalui dengan jatuh bangun sambil berlinang air mata, insya Allah)

Cerita selama sebulan ini adalah :

1. Mental baja dan tenaga yang tidak ada habisnya… ikut jadi penentu langkah aini sekolah… Karena.. perjalanan dari rumah ke sekolah… harus ditempuh melalui jarak yang cukup lama dan melewati jalan-jalan dengan tingkat kemacetan yang tinggi.

Setelah itu.., sepulang sekolah.., aini langsung terapi..

Minggu pertama dan kedua… bahkan minggu ke tiga ini… adaptasi tersebut belum dapat dikatakan berhasil dengan baik… Tapi.. sekali lagi… kami tidak ingin menyerah.

2. Ada hal yang cukup membuat saya merasa “kaget”… ternyata kemampuan aini secara akademis… jauh… jauh… dari apa yang sudah seharusnya dicapai oleh anak-anak yang berada dikelas TK-A, sebagai dasar untuk menghadapi pelajaran di TK B. Padahal selama ini…, dengan laporan-laporan yang saya terima… (saya juga salah… tidak meneliti lebih jauh… kemampuan akademiknya… dan terlena dengan perkembangan-perkembangan lain yang saya pantau…) aini… sepertinya sudah siap… untuk itu.

Akhirnya… saya kembali membuat evaluasi (untuk mencari titik awal kemampuan yang telah dicapai) dan membuat program percapaian baru untuk aini…. agar tidak ada lagi terjadi kemungkinan “situasi yang mengagetkan seperti sekarang ini”

3. Ketika saya berkonsultasi dengan seorang ahli dibidang NLP (Neurolog Linguistik Progamming) saya “menemukan” pintu harapan baru bagi aini.., untuk mencapai kondisi yang normal. Bersama beliau… saya melihat kemungkinan dibuat EIP (Education Individual Plan), dengan menitik beratkan pada kemampuan alamiah aini yang cenderung lebih besar pada kemampuan Audio (secara umum… manusia mempunyai modal pada bidang audio, visual dan kinestatik untuk mempelajari sesuatu). Ini bisa jadi anugrah tapi juga dapat menghambatnya, tergantung bagaimana saya dan bapaknya, sebagai orang tua memaksimalkan modal audio tersebut.

Ini hal yang baru bagi saya karena itu… saya harus sangat hati-hati menterjemahkan setiap langkah kedalam pola pembelajaran aini.. terutama dengan selalu melihat kebutuhan-kebutuhannya akan eksistensi diri.. dan pencapaian fitrah hidup sebagai hamba Allah.

4. Satu lagi… seorang sahabat… dengan berbaik hati… memberikan informasi kepadaku…, bahwa salah-satu kemungkinan anak-anak menjadi autis adalah karena disebabkan oleh virus yang ada dalam TORCH (Toxoplasma, Rubella, CMV dan Herpes) sehingga beliau menyarankan untuk test TORCH lebih dahulu….

Alhamdulillah… dengan kemurahan hatiNYA…, setelah melewati proses test darah.., aini dinyatakan bebas dari TORCH

Jazakumullah untuk semua sahabat yang tetap mau “menenggok kesini”..

Waalaikumsalam warrahmatullaahi wabarakatuh

3 Komentar

  1. cerita yang indah
    kisah berjalanan seorang muslimah
    semoga Allah selalu memudahkan jalanmu

    Semangat!

    Insya Allah… Insya Allah…
    Semoga dengan demikian juga denganmu…

  2. emma said

    Hidup memang tak ada berhenti untuk berjuang dan berdoa…
    semoga apa yang di perjuangkan kini akan dapat “suatu” dari Allah, yang sangat berarti di kemudian hari nanti,..Amiien.

    Amin… Jazakillah… sungguh ini adalah doa yang indah… semoga demikian juga dengan mu sahabatku yang baik… semoga hidup ini akan memberikan berkah.. untukmu amin

  3. ilen said

    anda ibu yang sangat baik…saat saya membaca tulisan anda, adalah bukti bahwa kasih sayang ibu tak mengenal batas..terima kasih atas inspirasinya🙂 semoga aini menjadi anak sholehah dan sukses…

    Ketika pujian disampaikan… saya hanya bisa bilang… ya Allah jangan jadikan pujian ini sebagai rasa banggaku.. karena sesungguhnya hanya ENGKAU yang patut dipuji.. tapi.. biarkan aku menerimannya dengan rasa syukur serta kesempatan untuk terus berusaha lebih baik lagi, Amin…
    Sungguh… semua ini tidak lepas dari kesempatan dariNYA saya bisa menulis seperti ini.
    Amin.. jazakillah khairan katsiran doanya… Amin…

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.