Zakat…

(dari PKPU-Online)

Makna Zakat

Secara Bahasa (lughat), berarti : tumbuh; berkembang dan berkah (HR. At-Tirmidzi) atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan (QS. At-Taubah : 103). Seorang yang membayar zakat karena keimanannya nicaya akan memperoleh kebaikan yang banyak. Allah SWT berfirman : “Pungutlah zakat dari sebagian kekayaan mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka.”. (QS : At-Taubah : 103).

Sedangkan menurut terminologi syari’ah (istilah syara’), zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.

Sementara pengertian infaq adalah mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non zakat. Infaq ada yang wajib dan ada yang sunnah. Infaq wajib diantaranya zakat, kafarat, nadzar, dll. Infak sunnah diantara nya, infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam, infak kemanusiaan, dll. Terkait dengan infak ini Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim ada malaikat yang senantiasa berdo’a setiap pagi dan sore : “Ya Allah SWT berilah orang yang berinfak, gantinya. Dan berkata yang lain : “Ya Allah jadikanlah orang yang menahan infak, kehancuran”.

Adapun Shadaqoh dapat bermakna infak, zakat dan kabaikan non materi. Dalam hadits Rasulullah SAW memberi jawaban kepada orang-orang miskin yang cemburu terhadap orang kaya yang banyak bershadaqoh dengan hartanya, beliau bersabda : “Setiap tasbih adalah shadaqoh, setiap takbir shadaqoh, setiap tahmid shadaqoh, setiap tahlil shadaqoh, amar ma’ruf shadaqoh, nahi munkar shadaqoh dan menyalurkan syahwatnya pada istri shadaqoh”. Dan shadaqoh adalah ungkapan kejujuran ( shiddiq ) iman seseorang.

Selain itu, ada istilah shadaqah dan infaq, sebagian ulama fiqh, mengatakan bahwa sadaqah wajib dinamakan zakat, sedang sadaqah sunnah dinamakan infaq. Sebagian yang lain mengatakan infaq wajib dinamakan zakat, sedangkan infaq sunnah dinamakan shadaqah.

HIKMAH ZAKAT

Menghindari kesenjangan sosial antara aghniya dan dhu’afa.
Pilar amal jama’i antara aghniya dengan para mujahid dan da’i yang berjuang dan berda’wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
Untuk pengembangan potensi ummat
Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.

Selain itu juga, zakat merupakan ibadah yang memiliki nilai dimensi ganda, trasendental dan horizontal. Oleh sebab itu zakat memiliki banyak arti dalam kehidupan ummat manusia, terutama Islam. Zakat memiliki banyak hikmah, baik yang berkaitan dengan Allah SWT maupun hubungan sosial kemasyarakatan di antara manusia, antara lain
Menolong, membantu, membina dan membangun kaum dhuafa yang lemah papa dengan materi sekedar untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya. Dengan kondisi tersebut mereka akan mampu melaksanakan kewajibannya terhadap Allah SWT
Memberantas penyakit iri hati, rasa benci dan dengki dari diri orang-orang di sekitarnya berkehidupan cukup, apalagi mewah. Sedang ia sendiri tak memiliki apa-apa dan tidak ada uluran tangan dari mereka (orang kaya) kepadanya.
Menjadi unsur penting dalam mewujudakan keseimbanagn dalam distribusi harta (sosial distribution), dan keseimbangan tanggungjawab individu dalam masyarakat
Dapat menunjang terwujudnya sistem kemasyarakatan Islam yang berdiri atas prinsip-prinsip: Ummatn Wahidan (umat yang satu), Musawah (persamaan derajat, dan dan kewajiban), Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) dan Takaful Ijti’ma (tanggung jawab bersama)
Dapat mensucikan diri (pribadi) dari kotoran dosa, emurnikan jiwa (menumbuhkan akhlaq mulia menjadi murah hati, peka terhadap rasa kemanusiaan) dan mengikis sifat bakhil (kikir) serta serakah. Dengan begitu akhirnya suasana ketenangan bathin karena terbebas dari tuntutan Allah SWT dan kewajiban kemasyarakatan, akan selalu melingkupi hati.
Zakat adalah ibadah maaliyah yang mempunyai dimensi dan fungsi sosial ekonomi atau pemerataan karunia Allah SWT dan juga merupakan perwujudan solidaritas sosial, pernyataan rasa kemanusian dan keadilan, pembuktian persaudaraan Islam, pengikat persatuan ummat dan bangsa, sebagai pengikat bathin antara golongan kaya dengan yang miskin dan sebagai penimbun jurang yang menjadi pemisah antara golongan yang kuat dengan yang lemah
Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera dimana hubungan seseorang dengan yang lainnya menjadi rukun, damai dan harmonis yang akhirnya dapat menciptakan situasi yang tentram, aman lahir bathin. Dalam masyarakat seperti itu takkan ada lagi kekhawatiran akan hidupnya kembali bahaya komunisme 9atheis) dan paham atau ajaran yang sesat dan menyesatkan. Sebab dengan dimensi dan fungsi ganda zakat, persoalan yang dihadapi kapitalisme dan sosialisme dengan sendirinya sudah terjawab. Akhirnya sesuai dengan janji Allah SWT, akan terciptalah sebuah masyarakat yang baldatun thoyibun wa Rabbun Ghafur.

Sahabat… sedih.. saya membaca tulisan diatas… teringat akan kejadian Pembagian Zakat yang menimpa saudara-saudara kita  di Kota Pasuruan. Astaghfirullah… sepertinya arti zakat dan makna pembagian zakat menjadi kabur….

Ya Allah.. semoga Allah akan mengampuni segala hal yang tidak baik dan melipatkan kebaikan 21 sahabat yang telah berpulang ini.

Semestinya… pembagian dilakukan dengan cara yang ma’ruf

Semestinya… semua Badan Amil zakat, jadi badan yang amanah, sehingga kita tidak pernah ragu menitipkan zakat pada mereka.

Yang luar biasa adalah :…..

Menurut Bank Dunia

(koran tempo 13 Mei 2008):

Pendapatan per kapita Indonesia : US$ 1420/bln

Pendapatan per kapita Malaysia : US$ 5490/bln
Pendapatan per kapita Thailand : US$ 2990/bln
Pendapatan per kapita Singapura : US$ 29320/bln
Pendapatan per kapita Vietnam : US$ 690

Lalu… kenapa uang zakat yang “HANYA” Rp 30.000,-  (sebanding dengan sekitar $ 3.-)dapat “memakan korban”??? seandainya memang benar income percapita kita adalah $ US 1420/bulan. Ataukah… meskipun kita berpenghasilan sebesar itu.., kebutuhan sangat besar dan mendapatkan “penghasilan tambahan” sangat sulit.., sehingga tawaran Rp 30.000,- sangat menggairahkan??? Maaf saya tidak bermaksud merendahkan sebuah kondisi (seperti kata pak SBY di layar kaca).. justru… sekali lagi ini menyakitkan untuk saya.., menyadari betapa laranya… sebagian sahabat kita.

Wahai para pemimpin… sudah saatnya kita berbicara dengan melihat keadaan nyata… kehidupan yang dialami oleh rakyatmu… jangan lagi banyak terpukau pada “hitungan diatas kertas”…

Wahai para pemimpin… lakukanlah pembaharuan besar-besaran pada sistim adminstrasimu… bukan hanya administrasi tentang keuangan tapi juga tentang data-data… dan juga pada orang-orang yang mengelolanya… jangan biarkan seorang Insiyur Pertanian menjadi pencatat datamu.. jangan biarkan seorang ahli farmasi menjadi bagian dari sistim akuntasimu. Dan… berikanlah kesempatan pada.. orang-orang ADMINSTRASi agar menjadi kuat, amanah, dan mampu berbakti pada negara ini dengan sebaik-baiknya.

Wahai para pemimpin… sayangilah kami.. sebagaimana Abu Bakar sangat cinta pada rakyatnya….  Karena Abu Bakar selalu… memegang “Takutlah pada Allah” sebagai dasar kepemimpinannya….

Sebagai tambahan referensi… saya linkkan ke AGAR TRAGEDI “ZAKAT PASURUAN” TAK TERULANG KEMBALI

3 Komentar

  1. kakanda said

    kita menunggu negara ini dikelola oleh mereka yang amanah dan profesional (pake kata dan lho, bukan atau)
    dan itu hanya mungkin terjadi kalau rakyatnya memang mau berubah lebih baik

    “pepatah cina bilang”… Guru akan datang ketika murid sudah siap…
    Hmmmm

  2. dan berzajatlah untuk mensucikan diri dan rejeki kita🙂

    Insya Allah…

  3. rhainy said

    duh mbak….memang sedih ya…kalo karena 30.000 rupiah aja ada ibu kehilangan anak, anak kehilangan ibu….bener kata mbak…yang pertama terlintas pada saat liat berita itu adalah: “apa sedemikian gak bisa dipercayanya amil zakat kita sehingga harus dibagikan sendiri gitu ya??

    apa kabar anak2 mbak?? maen ke blog ku ya mbak!!

    heh…. (nyesek deh… menyadari betapa “lemah” kita sebagai muslimin Indonesia)
    Alhamdulillah… baik-baik…. iya… saya suka mampir kok… maaf kalau datang dan pergi diam-diam…. (he he he… kayak film spy aja ya…)

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.