“Berserah padaNYA”

Seorang sahabat… bercerita.. tentang kisah dalam hidupnya… Putri sulungnya yang masih berumur 3 bulan… pergi berpulang….

Sang putri… menderita gangguan jantung yang dibawanya sejak lahir….

Dikisahkan… bagaimana perjuangannya agar sang putri mampu bertahan dan sembuh dari penyakit itu…., dalam 3 bulan kehidupan… ia dan suami berjuang sekuat tenaga… tenaga, waktu, biaya juga doa dan ikhtiar selalu dikerjakan.

Hanya Allah berkehendak lain…. IA lebih suka sang putri kecil kembali kepangkuanNYA… IA lebih suka melihat sang ibu dan sang Ayah… melanjutkan hidup tanpa ada seorang putri kecil disisi mereka…

Bisa dibayangkan… betapa hancur hati sahabat dan sang suami…, ia bahkan sempat “limbung”….

Hanya kasih sayang ALLAH jugalah… yang akhirnya membuat mereka mampu bertahan… dan subhanallah… akhirnya menerima keadaan ini dengan keikhlasan.

Hanya kasih sayang Allah jugalah… yang mereka rasakan ketika kemudian datang seorang putri kecil lagi menggantikan sang sulung… dan putri kedua adalah anak yang sehat jasmani dan rohani… Subhanallah… Alhamdulillah…

Yang menjadikan kisah ini menarik adalah… ketika sang sahabat berkata… “saya sekarang paham… bahwa apapun yang kulakukan… tidak akan pernah merubah… kehendak Allah padaku…. (kecuali jika IA ridho dan berkenan merubahnya). Seperti kepahaman saya akan tidak lagi pernah mendahulukan anakku dari pada sholatku… seperti hari-hariku dulu…bersama si sulung, toh terbukti.. walaupun aku “mengorbankan” sholatku… untuk menjaganya… ia tetap saja dipanggilNYA.  Dan ketika ada yang mengatakan… putri sulungku adalah “pembuka pintu surgaku”… saya juga menyadari sekarang hal itu tidak akan serta merta membuatku memasukinya jika aku tidak merubah diriku menjadi seseorang yang “pantas masuk kedalam surgaNYA”

YA Allah… sungguh Engkau bersama orang-orang yang mau bersabar, yang mau belajar dari setiap kejadian hidup dan menjadikan ini pemicu menjadi makin baik dan makin baik lagi dari hari kehari……

“Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dan sedikit ketakutan, penyakit, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”                           (QS Al Baqarah : 153 )

Tertundanya pemberian setelah engkau mengulang-ulang permintaan.
Janganlah membuatmu berpatah harapan.
Allah menjamin mengabulkan doa
, sesuai dengan apa yang Dia pilih buatmu,
bukan menurut apa yang engkau pilih sendiri
dan pada saat yang Dia kehendaki,
bukan pada waktu yang engkau kehendaki

Al-HIKAM. IBNU At-THOILAH

(Semoga Allah akan terus memberikan hidayah dan kemudahan berjalan diatas jalanNYA kepadamu wahai sahabat… jazakillah khairan katsiran… untuk kesediaanmu berbagi.. dan menjadikan cerita ini suri tauladan bagi orang-orang lain disekelilingmu….)

Komentar ditutup.