Musimnya Pemilihan

Beberapa hari terakhir ini.. datanglah “musim pemilihan” hampir semua media, baik itu Layar Kaca, Media Elektronik, Media Surat Kabar, Radio mulai berlomba-lomba menjadi tempat untuk ajang “Promosi” Calon wakil-wakil Rakyat, dimana-mana “bergelantunganlah…” para caleg ini. Yah… memang  beda dengan musim buah-buahan… yang makin panjang dan makin banyak yang “bergelatungan” makin… enak, musim yang satu ini bisa sebaliknya.

Pertama….(ini sentimen pribadi, he he he) Saya tidak mampu menghitung berapa banyak dana yang dikeluarkan untuk ini. Kira-kira 10 tahuan yang lalu… (setahu saya) untuk sebuah iklan yang hanya berdurasi 3 menit dapat mengeruk dana hingga jutaan rupiah. Apalagi sekarang… Dan.. dengan tingkat penyiaran yang berulang ulang juga. “HUFFF” dan dilakukan hampir disemua media.

Yah… memang sih…dan betul sekali tulisan diatas bukan hak saya untuk ikut campur, para caleg bebas melakukan apa yang dia mau… Toh dana yang digunakan juga dari mereka sendiri kan???? (walah… iseng ya????) Termasuk… “memampang” dan “mengelantungkan” foto-foto dirinya dimana-mana.

Tapi (Loooo????) saya boleh ngomong dong… ketika saya mulai “terusik”… Karena… menurut saya semua promosi ini sudah “kelewatan”. Kelewatan karena tidak lagi mengindahkan aturan keamanan, tata krama dan kenyamanan.

Iya… ketika bapak-bapak yang sedang menjabat.., mempromisikan dirinya/ menjadi bagian dari tayangan promosi tersebut…, (termasuk orang no 1 di Indonesia), saya melihat bahwa “penghargaan” (red : kalau bahasa jawanya… “ora ngajeni”) terhadap “jabatan” apa yang telah diamanati rakyat terhadapnya jadi menurun. Ya… kan masa kerjanya belum selesai.., belum “mempertanggungjawabkan” apa yang dilakukannya..  (kalau beralasan jika menunggu masa jabatan kan… sudah lewat masa kampanyenya… ya… mau apa lagi… ini memang alasan yang tidak dapat disangkal) Menurut saya… (mungkin juga seluruh masyarakat Indonesia kali yaaaaa) ketika seseorang pada akhir masa jabatannya mempunyai “raport dengan penuh bintang”… ini adalah malah hasil promosi yang tidak terkira bagusnya… gak perlu lagi dengan segala bentuk promosi lain.

Yang kedua.. selain media tersebut, cara promosi dengan media lainpun sudah mulai kelewatan, yaitu dengan memasang foto atau slogan-slogannya menggunakan baliho ataupun spanduk diberbagai jalan. Tidak peduli itu jalan protokol, jalan kampung bahkan jalanan antar kota. Yah… mungkin untuk PEMDA setempat ini termasuk pemasukan yang “menggiurkan”. Tapi untuk pengguna jalan… ini bisa membahayakan. Karena tak jarang pemasangan ini menutupi rambu-rambu jalan, plank nama jalan ataupun nama sebuah tempat yang akan dituju. Resiko adanya kerugian ketika spanduk atau baliho ini rusakpun jadi bertambah bagi pengguna jalan. (Masih lekat dalam ingatan saya ketika ada sebuah papan baliho yang jatuh, menimpa mobil yang lewat didekatnya dan mengakibatkan pengemudi meninggal.)

Disisi lain… ini juga membuat kenyaman hidup jadi terganggu.., dengan selalu “menangkap” wajah-wajah baru dimana-mana.. termasuk kota tempat saya tinggalpun sudah kehilangan keindahanya.. gak kelihatan warna hijau tanaman yang ada disepanjang jalan, berganti dengan tulisan dan foto-foto besar. (bisa dibayangkan dengan jumlah “jabatan” yang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan dari tingkat DPRD hingga DPR dan juga MPR… berapa banyak calon yang akan diajukan… dan berapa banyak promosi yang dilakukan oleh masing-masing…. Bisa “mumet” ngitungnya kan….??? dan mumet juga… ngeliatnya “bejejer” disepanjang jalan)

Belum lagi… kekhawatiran adanya kerusuhan ketika sedang berlangsung kampanye ataupun disaat penghitungan suara… (apalagi kalau suara yang keluar tidaksama dengan harapannya)

Saya berharap (sebagai rakyat kecil dan warga negara Indonesia biasa) musim ini segera berlalu… dengan damai (masih lamaaaa yah… sampai tahun depan nih….. Huff “musim terpanjang”) atau… mungkin PANWASLU punya cara-cara yang lebih tepat, nyaman dan mengena ya… untuk promosi ini???

Yah… sekali lagi untuk saya pribadi…, dengan segala hormat, melihat semua promosi ini, dengan jujur saya sampaikan bahwa hingga saat ini saya bukannya makin “kenal” dan “paham” kepada para caleg (walah… ya maaf… memang saya yang kurang “nyambung” kali ya….) buntutnya saya malah EGP deh… (Emang Gua Pikirin).HuFFF… Maaf… maaf…

1 Komentar

  1. Promonya gimana Bunda?

    paling embel2nya : *syarat dan ketentuan berlaku.

    Yoo…. wiis lah

    He he he… emang!.

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.