Nikah?????

Doa Nikah…

Baarakallahu laka wabaraka ‘alaiyka wa jama’a baiynakuma fii khoir  = Mudah-mudahan Allah memberimu keberkahan, Mudah-mudahan Allah mencurahkan keberkahan atasmu dan mudah-mudahan Dia mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan”.

(Hadits Shahih Riwayat Ahmad 2:38, Tirmidzi, Darimi 2:134, Hakim 2:183, Ibnu Majah dan Baihaqi 7:148).

Sebuah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw.. ketika kita bertemu dengan sepasang pengantin. Bukan doa… agar “Bahagia sampai kaken ninen” bukannya doa… “Semoga banyak rejeki dan banyak anak”…atau doa-doa yang lainnya…

Kenapa????

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya pada diri sendiri maupun pasangan-pasangan yang lain.. Menikah bukanlah sesuatu yang mudah…

Cobalah pahami… diri ini seringkali tidak cocok dengan saudara sekandung… diri ini seringkali “berseberangan” dengan kedua orang tua untuk mengambil keputusan-keputusan dalam hidup..  padahal mereka-mereka itu adalah orang tua , saudara kita sendiri yang telah hidup bertahun-tahun bahkan puluhan tahun dengan diri ini. Dan telah kita pahami betul sifat kesehariannya.

Bandingkan dengan “pasangan hidup” dimana “tahu-tahu” kita harus “berbagi’ hidup dengan “orang lain”… Orang yang seumur-umur kita hidup kadang kala baru bertemu dalam waktu yang relatif singkat. Orang yang telah tumbuh, berkembang, dan memiliki kehidupan sendiri yang seringkali kita “buta” tentang hal ini. Belum lagi jika ketambahan anggota keluarga yang lain… anak,mertua, ipar, keponakan, saudara, orang tua, menantu, besan… dsb-dsbnya yang masing-masing punya “warna” sendiri.   dan “mungkin” tidak dapat kita pahami kebiasaannya. Huffff

So What?????

Wajar kan jika ternyata kita timbul rasa… “IH…. kok gitu sihhhhh…” “Dulu (waktu pendekatan) kayaknya doi gak gitu-gitu amat deh”… “Aku benciiiiiii”… “Nyebelin Banget…..” “Hik.. hik… hik… saaakkkiiiiit hatiku”.. Bener gak???? Lalu apa boleh… punya rasa-rasa seperti ini.. ????   Yah… tentu saja boleh… ini kan manusiawi… hanya saja… jangan kebabalasan… memperturutkan rasa-rasa itu… sampai-sampai… “dunia porak poranda”

So What????

Life must be go on… ya.. Ukhti… ya Akhiiii ketika problema rumah tangga ada didepan mata….

Pertama… kita mesti kembalikan pada sebenarnya “niatan awal” menikah itu apa??? Apa yang menyebabkan… kita “kerentek” dihati untuk mau menikahinya. Apakah karena kecantikannya, kebagusannya, karena hartanya, karena kedudukannya, ataukah karena keimanan dan akhlaqnya???

Kalau dipikir-pikir kita sebagai bagian dari Universe. Apalah daya kita…. Segalanya cepat sekali berubah.. yang dulunya cantik, bagus, gagah, molek… dengan berjalannya waktu… manusia dibumi ini jadi serupa semua .. makhluk yang hanya rangka berbalut kulit tipis… yang tak lagi kuat melangkah… apalagi melenggok atau ‘petantang-petenteng’

Kalau dipikir-pikir… sebanyak apapun harta yang dipunya… dalam sekejap.. datang krisis global.., datang kebakaran besar, datang tsunami, datang banjir…. hingga.. hanya sisa-sisa yang ada dikantong.

Kalau dipikir-pikir… jabatan presiden (didunia ini kan paling tinggi presiden ya….?) hanya 4 tahun… apa mau nikah tiap 4 tahun sekali… biar punya pasangan presiden terussss ha ha ha…yah.. kalau raja… masih agak lama sih… nunggu “is death”.. tapi kalau dikudeta… ya sami mawon..

Kalau dipikir-pikir… pilihan yang terbaikpun… karena iman… Gimana???? Hmmm terus terang sampai saat ini belum ada tuh.. “parameter” atau “buku panduan” mengukur iman… kita hanya bisa “membaca” (dengan keterbatasan analisa) dari tingkah lakunya. Jadi.. apakah tidak mungkin… suatu ketika iman pasangan kitapun yang awalnya kita kira… top harus berada dilevel terendah… (Sungguh hanya DIA yang sanggup menjaga hati yang begitu cepat berbolak-balik).. naudzu billa min dzalik

Jadi… Apa dong…

Ya… Hanya DIA yang jadi tempat gantungan ini…

Hanya DIA yang tahu… siapa yang sesungguhnya tepat jadi pendamping, pemimpin, kawan seiring, sahabat sejati, curahan hati….

Islam mengajarkan untuk beristikharah…, berbening hati, berpasrah diri… pada setiap keputusanNYA.

yang kedua…

Banyak “tarik nafas” panjang…, mencari jawaban yang tepat dengan lebih sering “konsultasi” dengan Allah azza wa jalla. Malam hening… air mata mengalir… doa, dzikir dan tadarus… sembari terus mengadukan persoalan ini… Sungguh hanya DIA yang lebih tahu apa yang terbaik… waktu yang berjalan akan membuka tabir dan membawa jawabanNYA.. Bicara pada selain DIA, seringkali justru malah memancing masalah… Ada gosippp, ada celetukan “membakar” ada kata-kata iba… yang malah bikin kita jadi “menikmati” rasa termehek-mehek… ooooohhhhh…

Sungguh Allah tidak pernah ingkar Janji… DIA yang akan selalu mengabulkan permohonan ini (walaupun waktunya seringkali gak tepat sama dengan rencana kita makhluk yang sangat bodoh ini)

Yang Ketiga… Prasangka Baik… (he he he… nih paling susah nih….) apalagi lagi kalo udah keluar kata-kata “jangan-jangan… si doi….” “jangan-jangan maunya adalah….” walah…. langsung ruwet ya… jaringan informasi dikepala… hu hu hu

Lalu??? jika sebeeeeeellllllll dan seeebbbbeeeelllll sudah bertumpuk-tumpuk…

Hanya DIA yang tahu apa dan bagaimana dibalik semua ini… DIA yang tak pernah salah… DIA yang Maha Tahu.

Tidak ada satupun yang dapat menjamin perkawinan yang adem ayem.. dapat langgeng selamanya karena ternyata malah berbuntut perceraian.. karena sebenarnya banyak sandiwara disana. Tidak ada yang dapat memastikan perkawinan yang setiap hari seperti “medan perang Afganistan”… akan hancur berantakan… karena sesungguhnya memang begitulah cara kedua insan ini “berkomunikasi”. Awal yang indah tidak berarti akan indah selamanya… awalnya yang “carut marut”.. justru akan jadi “rumah surgawi” ketika hati ini menjadi lapang.

Karena itu… sayapun menjadi bahagia… ketika disebuah pagi… saya terbangun.. dengan perasaan.. “Sungguh saya beruntung… karena Allah memberiku sebuah keluarga… dengan seorang Imam, seorang anak laki-laki dan 2 anak perempuan.. yang telah Allah pilihkan dengan demikian sempurnanya untukku… Agar saya dapat melakukan “jihad” saya.. Jihad sebagai seorang muslimah… jihad saya sebagai seorang istri, jihad saya sebagai seorang ibu… Subhanallah Alhamdulillah….Allahu Akbar” Tanpa ini semua saya tidak akan berarti… atau.. mungkin jika diberi “paket pernikahan” yang lain… saya belum tentu sanggup.

Subhanallah… “kalimat-kalimat dialog dipenghujung hari itu” adalah sebuah obat penguat yang mendorongku untuk teruus melangkah disaat sulit… disaat saya berada diujung tombak perkawinan. Dikala saya lelah… menjadi (seperti) sosok yang harus memberi dan mengalah… tanpa dimengerti dan dimenangkan hati ini. Dikala saya seperti tidak melihat jalan untuk keluar dari jepitan masalah….

Ya… Sekali lagi Allah mempersiapkan masing-masing dari kita melalui jalan kehidupan panjang sebelum menikah.. agar kita siap dan tangguh menjadikan diri ini sabagai “pelengkap” bagi pasangan kita. Demikian juga sebaliknya…. Bayangkan jika kita tanpa kehadirannya disamping kita…….. Wallahu alam…. Dan bayangkan… Rahmat Allah… ketika kita dapat menjalani pernikahan ini sesuai syariatNYA… subhanallah.. Dengam demikian ketika hati dan langkah ini sudah selaras dengan pasangan… berada dibiduk penikahan dilautan maghfirahNYA menuju pelabuhan CAHAYA ILLAHI. Subhanallah… Insya Allah  Banyak Kebaikan telah kita raih.. Banyak Barakah Allah telah ditaburkan hingga kesetiap sudut-sudut rumah maupun relung hati. Sesuai doa yang diajarkan Nabi Muhammad saw diatas.

Semoga Allah selalu mengijinkan dan menjaga kita tetap menjadi seorang istri, tetap menjadi seorang suami, tetap menjadi seorang menantu, tetap menjadi seorang ipar, tetap menjadi seorang anak, tetap menjadi……  dan makin baik dari hari kehari dengan keikhlasan dan syukur tak ternilai amin…

Jadi… Nikah???? Ayoooo siapa takut…..

3 Komentar

  1. Subhanallah..
    begimana biar bisa ikhlas seperti itu mba?!?

    rasanya saya ragu untuk menikah..
    takut belum siap..😐

    Alhamdulillah… ini juga karena proses… 16 tahun… (sebenarnya malu… kelamaan prosesnya… he he he) Iya.. memang berat kalau “memaksakan” diri… Menurut saya… sahabat, nikmati saja proses perjalanan hidup ini (orang jawa bilang “nglakoni) sambil terus minta diberi pembuka oleh Allah. Yah… gitu deh… Jodoh kan termasuk salah satu rahasia Allah…Insya Allah.. Insya Allah.. saya doakan selalu kebahagiaan dunia akhiratmu… sahabat

  2. achoey said

    Mohon doanya untukku🙂

    Ya Akhiii… Ya… Insya Allah… segera DIA perkenankan kau menyusul.. “musafir kecil”
    segera lautan barakah dan kebaikan akan kau arungi pula… insya Allah

  3. ardee said

    inspiratif…
    ok deh… berpikir ulang…. berpikir ulang…

    Alhamdulillah…

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.