“Kekuatan Seorang Anak”

“Roda Empat”nya mesti nginap seminggu dibengkel!!!!

Wak…. wak… wak…

Langsung terbayang… perjalanan panjang pulang pergi sekolah…, rasa panas diperjalanan pulang, aini gelisah dan rewel.. gimana mau terapi setelah sekolah??? waduh… waduh… waduh.

Padahal belum lama kami menggunakan  “beroda dua” untuk jangka waktu yang laaaammmmaaaa. Jarak tempuh juga jauh… (bisa lebih dari 20km setiap hari..) panas juga, debu juga… kena hujan juga… dan.. “bertumpuk-tumpuk” (ha ha ha.. kita berempat diatas sepeda motor… kaciaaaannn deh motornya… kalau bisa ngeluh dan nangis… pasti sudah ia kerjakan ya….)

Yah… gitulah manusia… sedikit diberi nikmat… “sudah lupa diri”… gak mau lagi ngerasain… sedikit gak nyaman. ngeluh lagi… ck ck ck….

OK… dengan membulatkan tekat… saya sampaikan ke anak-anak.. seminggu ini kita “nostalgia” naik motor lagi.. Reaksinya… si abang.. langsung cemberut.. (weh.. ini mah,.. turunan maknya).. tapi alhamdulillah.. abang bisa menerima. Alhamdulillah… satu selesai.

Dan… Subhanallah.. Aini yang saya paling khawatirkan.. karena ia yang akan menempus perjalanan paling jauh dan setelah itu masih harus terapi… ternyata.. She’s smilling, laughing… happy…dan.. hebatnya singging sepanjang perjalanan.. sekali-sekali (katanya) “ASyiiiik.. naik motor.. pake helm” Subhanallah. Dan jam terapi tetap dilakoni dengan semangat… tanpa protes lagi… Subhanallah..

Sekali lagi saya harus belajar.. belajar untuk selalu siap disetiap kondisi yang Allah berikan padaku.. untuk tidak membuat sebuah keputusan dan kesimpulan sebelum menjalaninya. Untuk tetap tawaqal dan ikhlas pada ketentuanNYA.

Ini juga mengingatkanku pada sebuah slogan “GEBANGBUHNAS” (gerakan Bangun Subuh Nasional). Banyak orang tua yang khawatir kalau anaknya dibangunkan saat adzan subuh.. si anak akan mengantuk disekolah si anak gak bisa belajar dengan baik. Hmmm sekali lagi kekhawatiran… Coba… mana ada Allah memberikan sesuatu yang gak baik… mana ada Allah menyuruh berbuat kebaikan tapi tidak berefek baik untuk kita.

Ini juga mengingatkanku kekhawatiran orang tua untuk memberikan ASI eksklusifnya pada anak-anak. Khawatir gizinya tidak akan memenuhi kebutuhan anak, Khawatir anaknya akan menjadi.. terlalu manja dan tidak mandiri… karena terlalu lama “dekat” dengan ibu. Padahal “susu kalengan” juga tidak lepas daril masalah, dibanding dengan ASI… (see Susu bermelamin)

Ini juga mengingatkanku tentang kekhawatiran tentang.. “berkata benar”… dalam pencanangan UU Pornografi. Khawatir dianggap.. tidak dapat “mengakomodir” sebagian warga negara Indonesia.. Khawatir dianggap akan mengadakan diskriminasi dan memecah belah negara… Huff

Juga- kekhawatiran-kekhawatiran yang lain yang kadang kala justru akhirnya menghambat (bayangkan seandainya saya memutuskan untuk tidak kesekolah selama 1 minggu tak ada “roda empat” berapa banyak “kesempatan” anak-anak yang “kurampas”)

Bandingkan semua itu dengan “kekuatan seorang anak”… yang begitu murni… yakin… bahagia… pasrah.. menikmati setiap apa yang ada… sebagai bentuk rasa syukur… akhirnya…  ia tetap melangkah.. dan berusaha untuk tetap meraih cita. Dan yang seringkali tak dimiliki oleh seorang manusia dewasa. Subhanallah.

HANYA DIA YANG MAHA TAHU. Setiap apa yang ada… dan dengan kasih sayangNYA diberikan penuntun untuk kita AL-Qur’an dan Al hadist… masihkah kita berani “berargumentasi” menyuarakan apa-apa yang kitapun tidak dapat mempertanggungjawabkan maupun mempertahankannya? Apalagi sampai membuat alasan-alasan (sebenarnya karena takut gak nyaman dan terusik ya….) ketika aturan-aturan dalam Al-Qur’an disampaikan…

Ya Allah lindungilah kami dari ke kufuran… dari ke kafiran… dari sifat bodoh… dari sifat merasa benar…

3 Komentar

  1. emma said

    yaaah…berpanas-panas sebentar ga’ apa-apa khaaan…

    He he he… iya… sehat lagi ya… mandi matahari…

  2. achoey said

    Tersimpan kuat kekuatan
    Mendarah dan tetap terarah

    Aku salut pada bunda

    Hmmm engkaupun kukagumi… seorang anak muda yang selalu punya segudang aktifitas dan cara positif berekspresi…. Subhanallah… seorang makhluk ciptaanNYA

  3. cerita perjuangan selalu membuat tertegun. tertunaikan peluh bagai lagu terlantun. namun kegembiraan hati harus senantiasa mengalun. mengisi hari panas menjadi sesejuk embun.

    kalau begitu coba dinilai blog saya yang baru tiga bulan turun. apakah sudah baik sebagai sebuah akun?

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/23/amerika-krisis-indonesia-bangun/

    Hmmm apakah perlu penilaian itu????
    Sebuah ekspresi diri… tidak perlu penilaian karena gak ada standratnya.. (menurutku ya…)
    buktinya lukisan Effendi juga laku… sama dengan lukisan Basuki Abdullah…
    PD aja sahabat… ayooo terus berkiprah… saling beri semangat.. untuk maju

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.