Aini Menghadapi Lomba Antar Sekolah

Waktu Aini kujemput dari pulang sekolah… Ibu Kepala Sekolah memintaku untuk berbicara sebentar dengan beliau..

Dag.. dig.. dug.. walah.. apa-an  Yah… positif thingking aja dan…

بِسْمِ الله الرَحْمنِ الرَحِيْمِ

Ternyata.. dengan sangat hati-hati.. dan begitu lembut si Ibu minta “kerelaanku”.. karena akan ada lomba antar sekolah TK.. Aini diikut sertakan tidak dalam kapasitasnya sebagai penari…seperti diacara Halal Bihalal kemarin tapi dalam kelompok bola keranjang.

Subhanallah… Hati ini jadi haru biru… Biruku.. karena aku juga harus “legawa” benar-benar menyadari dan menerima “kekurangan” Aini… (see in Aini pentas tari) Haru.. karena begitu indahnya sekolah ini.. “menjaga” perasaanku.. perasaan seorang ibu yang anaknya berkebutuhan khusus.

Ya Allah.. sungguh saya sudah cukup bersyukur dengan segala apa yang didapatkan Aini melalui sekolah ini.. semua yang hampir tidak berani saya impikan.. Lalu.. apakah.. saya harus merasa kesal dan tidak mau menerima… penyampaian ibu kepala sekolah…

Alhamdulillah… Wa syukurillah.. hanya itu yang terucap.

Kalau boleh… ya.. sebenarnya.. jujur saya ingin Aini.. diterima apa adanya.. tidak diistimewakan.. sehingga apa-apa yang ternyata dia “tidak berhak” karena keterbatasannya.. tidak diberikan.

Saya berani bilang begitu karena… untuk orangtua-orang tua yang jujur dengan kondisi anaknya sejak awal mula masuk…  dari pihak sekolah.. (jika memang mau menerima) pasti sudah bisa “pasang kuda-kuda” dan merancang strategi untuk mendidik. Bandingkan ini dengan anak-anak yang notabene normal.. begitu sekolah berjalan.. baru ketahuan kalo selalu “pecicilan”.. atau “tulalit”…misalnya….

Strategi yang umumnya dilakukan di sekolah-sekolah.. saat ini, ada yang namanya :

1. Visit (kunjungan kerumah untuk melihat kondisi anak dirumah.. agar dapat disingkronkan dengan pelajaran dan cara mengajar disekolah) -Alhamdulillah Aini mendapatkan perhatian ini… langsung dari perancang kurikulum sekolah-

2. Remedial.. (pelajaran tambahan).. untuk membantu anak dalam mengatasi kesulitan belajarnya (Karena rumahku yang cukup jauh jaraknya dari sekolah.. sedang guru disekolahnya pada muslimah… ini agak sulit ya.. karena pasti ini harus berkesinambungan.. hmm saya cukup paham dan sangat bisa menerima) Alhamdulillah… Aini ikut terapi… setiap pulang sekolah… jadi… anggap saja remedialnya ditempat terapi.

3. Komunikasi yang baik antara guru, dan orang tua. Sehingga sejak awal.. sudah akan dapat diantisipasi segala hal yang mungkin terjadi… ataupun untuk mengatasi persoalan-persoalan yang muncul kemudian. Sekali lagi alhamdulillah… Aini sudah mendapatkannya.. saya dan guru-guru di TK Al Marjan.. terutama 2 orang guru kelasnya.. bu Yanti dan bu Lia.. sangat komunikatif… 2 arah lagi.. subhanallah kan…

Sekali lagi….saya sampaikan bahwa… memang sayapun sangat menyadari anak-anak berkebutuhan khusus ini.. (jika sang orang tua/ wali sudah jujur.. sejak awal pendaftaran) membutuhkan penanganan yang sangat istimewa.. dukungan yang luar biasa.. terutama dari guru kelasnya.. paling tidak 2 kali lipat dari murid yang lain. Sehingga diakhir semester.. aini (kalau bisa) sudah dapat bersaing dengan teman-temannya. Dan sebaiknya.. cara pengajaran ini sudah diprogramkan sejak awal.. berdasarkan kompromi orang tua, guru dan pihak sekolah.

(Wo alah… ini benar-benar… ibu yang keterlaluan ya…. maksa tuh… Ampuni aku Ya Allah)

He he he… Wajar lah.. kalau ada yang berkomentar “kok uenak men.. kalau ngomong…” maaf ya bu… maaf ya pak… semoga ini gak dimasukin “konteks” gak tau diri.. dan mau nuntut lebih apalagi kalau dimasukkan dalam kelompok orang yang gak bisa mensyukuri… sungguh ini cuman sekedar pengen jujur..  (saya yakin ini juga jadi damba-an.. banyak orang tua dari anak-anak berkebutuhan khusus karena itu saya ingin mewakili mereka)

Lalu… setelah usaha yang maksimal.. ternyata tetap jika tidak tercapai…

Ya.. saya sih… legawa aja… saya percaya…betul.. setiap manusia punya tugas masing-masing.. jadi “bekal” kearah sana juga harus berbeda satu sama lain… masak iya.. koki restaurant terkenal gak harus cuman ngapalin resep masakan tapi.. juga harus bisa bikin rumusan kayak einstein…  he he he..bisa-bisa kalau makan direstauran itu.. saya nunggunya laaammmmaaaa karena sang koki sedang mencoba membuat rumusan ion + reaksi atom dari setiap bahan makanan hingga proses pemasakan dan menghidangkannya…. Siapa yang tahaaan???

Yah.. yang penting usahanya dulu….

Kembali ke masalah lomba… Buat saya (insya Allah untuk hampir semua orang tua anak berkebutuhan khusus).. gak masalah.. Aini.. ikutan lomba apa.. yang penting Aini proposional disana.. dan selalu diberi kesempatan yang sama.. syukur alhamdulillah kalau pihak sekolah.. menganggap aini berhak mendapatkan “perhatian dan bantuan lebih” untuk berusaha lebih keras, berjuang lebih lama..

Jazakumullah khairan katsiran guru-guru dan seluruh bagian dari TK Al Marjan…

Komentar ditutup.