Surat Dari Seorang Wanita Bernama Fatimah

Hati nuraniku.. tak dapat kutipu atau bujuk dengan hal-hal lain ketika “terbaca”olehku sebuah tulisan yang ada dipostingan sahabat… Aku menangis.. aku menjerit.. aku tak berdaya dalam gejolak emosi…

Ya Allah..

Coba sahabat simaklah tulisan ini…, tulisan yang sebetulnya sudah teramat sangat lama beredar.. tapi baru sekali ini terbaca olehku…

Surat Fatimah gemparkan kota Baghdad

October 13th, 2007 | Essay Kalee

Fatimah adalah seorang saudara perempuan seorang mujahid yang terkenal di daerah Abu Gharib, yang berasal dari sebuah keluarga yang terkenal kebaikan dan ketaqwaannya. Suatu hari pasukan AS menyerbu rumahnya, dengan tujuan menangkap saudaranya. Namun karena mereka tidak dapat menemukannya, pasukan AS menangkap Fatimah dengan tujuan memaksa saudaranya menyerahkan diri.

Surat tulisan tangan Fatimah, baru-baru ini berhasil diselundupkan keluar dari penjara Abu Gharib, surat ini menggambarkan penderitaan para tawanan wanita akibat perbuatan terntara AS. Segera surat ini tersebar dan menghebohkan kota Baghdad , mengirimkan gelombang yang akan terus berlanjut ke seluruh Iraq .Mafkarat al-Islam berhasil mendapatkan salinan surat tersebut.

Bismillahirrahmanir rahiim.
*Say He is God the One; God the Source [of everything]; Not has He fathered, nor has He been fathered; nor is anything comparable to Him.* [Qur*an, Surat 112 *al-Ikhlas*]
Saya menulis surat Al-Ikhlas ini karena mempunyai arti yang mendalam bagi saya, dan menimbulkan getaran di hati orang-orang yang beriman.  Saudaraku mujahidin di jalan Allah Apa yang dapat kukatakan padamu?  Saya katakan, rahim-rahim kami telah terisi dengan janin akibat perkosaan yang dilakukan keturunan kera dan babi itu. Mereka telah menodai tubuh kami, meludahi muka kami, dan merobek-robek Al-Quran untuk digantungkan ke leher-leher kami. Allahu Akbar.
Tidakkah kau mengerti tentang kejadian yang menimpa kami? Betulkah kau tidak tahu ini terjadi pada kami? Kami saudaramu, dan Allah akan meminta tanggung jawabmu tentang kejadian ini kelak.
Demi Allah, tidak semalam pun kami lewatkan di penjara ini kecuali mereka mendatangi salah satu dari kami untuk melampiaskan nafsu setannya. Padahal kami selalu menjaga kehormatan kami karena takut kepada Allah. Takutlah pada Allah! Bunuhlah kami bersama mereka! Hancurkan mereka bersama kami! Jangan biarkan kami di sini agar mereka bisa bersenang-senang memperkosa kami, sesungguhnya ini adalah sebuah perbuatan dosa besar di sisi Allah. Takutlah pada Allah  akan urusan kami. Biarkan (jangan serang) tank dan pesawat mereka. Datanglah pada kami di penjara Abu Ghurayb. Saya saudaramu karena Allah. Mereka memperkosa saya lebih dari sembilan kali dalam satu hari. Bisakah kau bayangkan? Bayangkan salah satu saudaramu diperkosa. Bersama saya ada 13 gadis, semuanya belum menikah.
Semuanya telah diperkosa didepan mata kami semua. Mereka melarang kami untuk sholat. Mereka mengambil pakaian kami, dan membiarkan kami telanjang.

Saat surat ini saya tulis, seorang diantara kami telah bunuh diri setelah diperkosa beramai-ramai. Seorang tentara memukulnya di dada dan paha setelah memperkosanya, lalu menyiksanya. Gadis itu kemudian bunuh diri dengan memukulkan kepalanya ke tembok penjara, karena dia sudah tidak sanggup menerima ini. Meskipun bunuh diri dilarang oleh Islam, saya memaklumi perbuatannya* Saya hanya berharap, semoga Allah mengampuninya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Saudaraku, saya katakan padamu lagi, Takutlah pada Allah. Hancurkan kami bersama para tentara itu, agar kami bisa beristirahat dalam damai. Tolonglah kami, tolonglah kami, tolonglah kami*
Waa Mu*tasimah!.

Surat ini telah berakhir, namun penderitaan penulisnya dan para muslimah belum berakhir.
Hatta mataa haadza s-sukuut !! Ini yang sudah kesekian kalinya terjadi.. Entah berapa lagi akan segera menyusul Kemaren, hari ini dan besok Begitu seterusnya.., Ya Rabb nasyku ilaika da’fa quwwatina
Wa qillata hiilatina Allahumma n-shurna nashran adziima Allahuma ‘alaika bil haaula l-kuffar
Allahuma ‘alaika biman adzaa l-muslimin.

Surat itu.. bagaikan muncul dari belahan dunia antah berantah.. begitu saja ada dihadapan mataku..
Ya Allah…. Penuh dengan putus asa.. dan permintaan tolong yang demikian pedih… Dan.. makin tersayat dada ini.. ketika aku sempat juga menangkap beberapa foto (yang aku dapat dari situs lain.. dan tak sanggup aku “pasang”kan disini) yang membuktikan kebenaran surat dari fatimah tersebut… Benar-benar musuh yang keji… Ya Allah… berilah balasanMU

Perkosaan bukan hal yang asing dalam sebuah peperangan.. sering dijadikan sarana untuk menghancurkan mental musuh.. memporakporandakan martabat bangsa.. yang ditaklukkan… membuat generasi baru yang benar-benar rusak. Dan hanya dilakukan oleh bangsa penakluk yang tak bermoral… Jadi jika memang surat ini benar adanya (bukan untuk tujuan politis) saya (hick hick.. airmata ini terus saja mengalir tanpa dapat saya hentikan.. Ya Allah) menerima ini sebagai sebuah kenyataan. Kenyataan teramat pahit….

Kenyataan ini pasti akan berbeda jika kaum Islam yang benar-benar ta’at pada Allah yang berada diposisi sebaliknya. Ya…sungguh ini tidak pernah ada dalam cerita Islam.. ketika kemenangan Islam mulai berkibar… di dunia ini.. (saat itu ya.. zaman Nabi Muhammad saw dan para tabi-i) Islam mengajarkan melindungi semua tawanan.. memberikan keleluasaan untuk memeluk Islam ataukah tetap dijalannya, tidak ada paksaan atas mereka. Memberikan  keamanan pada para janda dan anak-anak yatim dalam lindungan keluarga, dengan tanpa paksaan apalagi sampai memperkosa. Menjadikan harta rampasan perang sebagai sebuah rezeki yang digunakan untuk kebesaran Islam… Bukan untuk memuaskan nafsu serakah duniawi. Subhanallah…

Dalam pedih ini.. saya makin berharap.. agar Islam segera bangkit.. Jaya dengan kebenarannya.. dengan Rahmatan Lilalamin…. (Betapa tidak berdayanya aku hanya itu yang dapat aku ucapkan ketika membaca surat diatas… Ampuni aku ya Allah) Seperti halnya zaman Nabi Muhammad…

Ya Allah… tolonglah.. Saudariku Fatimah… dan seluruh muslimah lain yang bernasib sama.., keluarkan mereka dari beratnya siksa dunia itu.. permudahlah mereka untuk segera datang kepadaMU… dengan hati yang suci… dengan tubuh baru.. tubuh yang Engkau Gantikan.. sebagaimana Engkau mengganti tubuh-tubuh wanita renta hingga menjadi wanita belia, bening, suci didalam surgaMU.

Wahai sahabatku… muslimin dan muslimah… tiba saatnya kita untuk pertegas perjuangan ini menjadi langkah nyata.. bangun diri ini.. perbanyaklah.. menimba ilmu.. berkiprahlah tanpa tanggung-tanggung dibidang yang engkau lakoni dan jadi kebisaanmu.. Jangan lagi kita terlalu bermanja-manja, banyak menuntut pada orang lain… jangan lagi kita merasa paling benar sendiri sehingga tidak mau bersatu… bergabung dalam gerak langkah bersama… Jangan terlalu banyak ingin dilayani.. padahal kita punya kewajiban untuk melayani..

Ayolah.. sahabat kita bersama-sama merendah diri… Berlapang dada… bergandengan tangan.. berkerja keras saling mengingatkan dan bantu membantu agar kita dapat membuktikan.. Islam adalah Rahmatan Lilalamin… Sekarang saatnya…. (Sudah terlalu lama.. Islam tidak ditempatkan sebagaimana mestinya… kita tak dapat menunggu lagi… sebagaimana fatimah-fatimah lain disana.. yang memohon kita segera membantu mereka… bantuan yang tulus.. karena kita jadi saudara karena Allah)

2 Komentar

  1. ciwir said

    jika betul itu terjadi maka harus kita lawan… melawan atau tertindas…

    Ya.. betul.. tentunya melawan dengan penuh perhitungan agar kita dapat mencapai kemenangan… jangan asal… nekat ngelawan… betul kan?

  2. smokey said

    Neraka dunia yang didapat InsyaAllah dibalas dengan Syurga di akhirat bagi mereka para korban kedzaliman itu, Amien ..

    Amin Ya Rabbil Alamin Ya Rabb… Sungguh hanya Engkau tempat kami bergantung

RSS feed for comments on this post

Komentar ditutup.